{19 Hope Everything is Fine}

238 24 0
                                        

Dua bulan berlalu. Cepat sekali ya, tidak ku sangka sudah dua bulan Jimin di bumi. Semuanya baik-baik saja..

Mereka menjalankan rutinitas mereka setiap hari. Mereka yakni Seokjin, Namjoon, dan Jungkook mencari nafkah. Yoongi, Taehyung, serta Hosoek mencari informasi. Dan dua anggota sisanya mengecek keadaan di luar sana.

Hari ini, hari Rabu. Hari dimana semua member pada sibuk

Mereka memang sudah menjadwalkan kalau hari Rabu adalah saatnya mereka untuk serius dalam bekerja. Bukan menjadwalkan lagi lebih tepatnya. Bisa dibilang sudah nasib. Ya, mereka akan terfokuskan ke pekerjaan mereka sendiri.

Seokjin, Namjoon, serta Jungkook yang lembur. Yoongi, Taehyung, dan Hosoek yang berusaha memasuki satelit mereka. Untuk mengetahui keberadaan para elf. Dan hanya Jimin dan Dino yang tidak terlalu sibuk hari ini. Mungkin hanya melawan beberapa makhluk di tengah hutan.

"Hyung-"

"Nanti dahulu Jimin"

"Tapi hyung-"

"Nanti saja ya, pas kita semua berkumpul saja ya. Kami lagi sibuk" jawab Hosoek sambil mengusak rambut Jimin

"Heum, kalau begitu aku dan Dino akan mencari angin dahulu nde"

"Silahkan, tapi jangan malam-malam ya" pesan Hosoek

"Iya hyung, aku bisa menjaga diri kok. Tenang saja.." Jawab Jimin sambil mengambil jaketnya

"Dino kajja!" Ucap Jimin. Dino yang sebelumnya tidur pun langsung terbangun dan menghampiri Jimin

"Kita mau kemana hyung?" Tanya Dino

"Lihat-lihat saja, aku ingin mencari udara" jawab Jimin sembari tersenyum

"Oke!" Jawab Dino semangat dan memakai jaketnya

Pukul 17.00

Matahari masih menampakkan setidaknya sebagian. Yang mana menciptakan cahaya oranye yang sangat mempesona. Jimin dan Dino terduduk di kursi taman dan menatap pemandangan di depan mereka.

"Akan kah bumi bertahan untuk kedepannya?" Tanya Dino

"A-aku tidak tahu.." Jawab Jimin tanpa mengalihkan pandangannya

"Tapi hyung, kita bisa melawan mereka kan?"

"Elf bisa kembali kapan pun dengan persiapan yang mantap. Sedangkan kita? Persiapan saja tidak.."

"Hyung kan terpilih-" ucapan Dino terpotong

"Aku tidak terlalu kuat dibanding mereka. Lagi pula pada dasarnya aku terkutuk. Aku sendiri masih heran mengapa aku yang terpilih. Sedangkan Hosoek hyung yang jauh lebih kuat dari ku tidak terpilih" Ucap Jimin, Dino mendengarkannya dengan cermat sambil menganggukkan kepalanya paham.

"Kalau dibanding kan dengan Hosoekie hyung.. Aku bukan apa-apa, aku hanya manusia biasa yang terkutuk" ucap Jimin

"Aku tidak tahu apa yang spesial dalam diriku. Aku bahkan tidak tahu siapa aku sebenarnya. Fakta yang ku terima tiap hari membuat segalanya semakin rumit kau tahu?" Ucap Jimin dan Dino menganggukkan kepalanya

"Tapi hyung.. Aku yakin hyung dipilih dengan sebuah alasan. Semua tidakan pasti ada alasannya bukan?" Ucap Dino membenarkan

"Heum, aku juga berpikir serupa. Tetapi apa itu? Aku masih belum mengetahuinya" balas Jimin sambil menyaksikan matahari yang perlahan-lahan menghilang dari pandangan matanya.

Second World [KM]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang