Deg Deg Deg

3.2K 417 38
                                        

.

Sesungguhnya ini bukan kali pertama Jihoon dapat pemandangan seperti ini, sih.

Tapi pipi bulatnya tetap saja merona dengan iringan dadanya yang berdebar dan kupu-kupu riang berterbangan di perutnya.

Padahal Soonyoung juga konyolnya bukan main, tapi kalau sedang begini, apalagi jika dipandang lamat-lamat, auranya bisa bikin meremang ulala.

Berdiri memunggungi Jihoon, memarekan punggung kokohnya. Terlebih ketika berbalik, Jihoon berjengit ketahuan menikmati pemandangan yang disuguhkan Soonyoung saat sedang mencari pakaiannya sehabis mandi. Tenang saja, masih ada selembar handuk yang meliliti pinggangnya.

"Eiy...," Begitu ejeknya Soonyoung mendapati Jihoon di kasurnya tengah merona.

Maniknya acak memandang sekeliling, menghindari si yang lebih tua, apa lagi dada bidangnya yang bikin Jihoon gatal ingin peluk.

Jadi ia beralih untuk memeluk bantal milik Soonyoung. Ibu jarinya bergerak asal lagi di atas layar ponselnya yang tadi dianggurkan. "Apa, 'sih." Kata yang muda mengelak sok cool.

Mencoba mengalihkan perhatian dari Soonyoung yang malah berjalan mendekat. Berlutut di hadapan duduknya masih dengan tawa kecil memandangi Jihoon yang makin salah tingkah.

Belum sempat tangan Jihoon melayang untuk memberikan jitakan gratis, malah keduluan Soonyoung yang menggenggam lengan kanannya untuk diletakkan pada pipinya sendiri.

Satu kecupan dari Soonyoung di telapak Jihoon, merahnya sampai ke telinga tidak bisa ditutupi lagi.

"Sudah sana pakai baju!"

Itu Jihoon yang memekik dan Soonyoung yang terlalu kebal malah melingkarkan dua lengannya di pinggang ramping sahabatnya.

"Cie, ada yang malu."

Awalnya hanya puncak hidung bersentuhan gemas yang dimulai si Soonyoung. Tapi kecupan-kecupan ringan menyusul setelah itu di setiap inchi wajah mungil Jihoon dan berhujung lumatan manis di ranumnya.

Hanya beberapa menit sampai pagutan dilepas dan wajahnya jadi persis buah cherry merah. Malu maksimal, tapi senang.

Akhirnya mendorong bahu Soonyoung mundur, kabur keluar kamar Soonyoung mencari aman sekaligus menenangkan jantungnya yang sudah tidak karuan berdebarnya.

.
.
.

"Eoh? Rapih sekali?" Sebuah pertanyaan keluar dari bilah tipis Jihoon saat melihat Soonyoung yang rapih keluar dari kamarnya.

Dibalas anggukan dengan senyum lebar dan usapan lembut di atas kepala Jihoon, "Aku pergi dulu sebentar sama Yuna. Jangan rindu ya, Jihoonie."













"Hm."

.

a.n Terima kasih yang sudah berkenan membaca dan meninggalkan jejak. Huhuhu, aku terharu sekali. Terima kasih :'(  Mohon maaf lahir batin karna ini abal dan masih banyak kurangnya 🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🙇

Best Friend! [SoonHoon]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang