Chapter 11

0 0 0
                                    

-LetzterKampf (pertarungan terakhir)-

"Karena bukankah kita harus memanggil nama orang yang mati seperti itu?!!" Maru mengeluarkan pisau yang dari tadi ia sembunyikan.

"!!!" saking terkejutnya Rie tak bisa berkata kata.

"Berikan aku uang!!" Maru mencoba menikam Rie.

"Tidak benar," ucap Doruta Minazuki sambil menahan pisau Maru. Apakah kalian ingat siapa itu Doruta?

"Hei, apa apaan kau?!" kaget Maru.

"Aku hanya ingin mendapatkan uang senilai 999.000.000 Pilr ini," Ucap Doruta sambil menunjukkaan poster yang disana terdapat perintah untuk membunuh Rie, dan hadiahnya adalah uang sebesar 999.000.000 Pilr (1 Pilr setara dengan 100 dolar).

"Sama saja kan! Kau hanya ingin mendapatkan uangnya," ucap Maru tersenyum.

"Tapi aku tidak akan membiarkan siapapun mengambilnya dahulu, maka matilah," Ucap Doruta.

"Jangan meremehkanku," Maru mengambil ancang ancang.

"Bersiap bertemu mimpi buruk kecil ini," ucap Doruta.

"Einschalten Nadel Des Todes," Kata Doruta, dan sebuah pedang pun muncul ditangannya.

"Cih.. jangan sombong! ZUVERSICHTLICH," ucap Maru, dan pisaunya berubah menjadi pedang juga.

"Pertarungan ini sepertinya akan menyenangkan," ucap Rie pelan menatap mereka berdua sambil berusaha melarikan diri.

"Einschalten Vogelkafig. Jangan coba coba kabur, Rie Azurete," (sangkar burung) ucap Doruta yang berhasil mengurung Rie.

'Sialan, padahal aku sudah berada di perbatasan benua, sedikit lagi aku sampai di Benua Selatan. Apakah aku harus menyaksikan pertarungan ini? Sebenarnya aku berharap Doruta yang menang. Karena aku tak sanggup untuk melawan Maru. Aku tidak bisa,' gumam Rie di dalam hati.

Pertarungan antara Maru dan Doruta terjadi. Berkali kali Doruta mendaratkan serangan di leher Maru, namun Maru dapat menangkis atau menghindarinya. Berkali kali pula Maru menikam Doruta, namun Doruta selalu menghindar. Rie sangat kebingungan, apa yang harus ia lakukan. Sebenarnya ia bisa saja pergi (kabur) dari kurungan itu. Namun jika begitu ia tidak akan tau siapa yang menang, dan ia juga bisa diincar selama hidupnya.

Maru mengangkat pedangya tinggi, hal itu membuat Doruta ikut mengangat pedang agar serangan Maru dapat ditangkis, namun ternyata Maru malah menebas perut Doruta. 1 poin untuk Maru.

Tidak mau kalah di serangan pertama, Doruta pun mengayunkan pedangnya kearah kaki Maru, Maru berfikir itu adalah serangan tipuan, namun ternyata serangan itu benar benar mengarah pada kakinya, dan 1 poin untuk Doruta.

Kekuatan mereka seimbang, hingga.

"Beraninya kau melukai wajahku!" Maru marah karena pipinya terkena sabetan pedang Doruta.

"Aku memang berani bocah," jawab Doruta.

"Dengar ini Dandelion Human Neugrierig Zuversichtlich," Maru mengeluarkan kekuatan special ras Dandelion yang hanya dapat dipakai 1 bulan sekali.

"Licik kau! Eins-"

"Bagaimana rasanya? Kekuataku melemah, namun kecepatanku bertambah," ucap Maru yang ternyata sudah menusuk perut Doruta.

"Apakah kau pikir dengan begini kau bisa menang?!" tanya Doruta.

"Apakah kau bodoh?" tanya Maru.

"!" Doruta terkejut. Ia batuk dan batuknya mengeluarkan darah.

"Apakah kau ingat? Saat pelajaran ras Dandelion guru kita mengatakan Racun yang digunakan ras Dandelion sangat bahaya, racun itu dapat membakar apapun yang dikenai dan racunnya menjalar," Ucap Maru.

Ras yang Hilang [TamaT]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang