Masa Lalu #2

553 28 5
                                        

"Rey." Lily membuyarkan lamunan Virey. "Aku gak bisa, Ly. Aku terlalu takut." Kata Virey hampir menangis. "Kamu ngapain takut kalau ada aku di sampingmu hah?!" Seru Lily.

Virey menatap Lily. Dia sangat menyayangi Lily. Virey meneteskan air mata. "Thank you, Ly." Kata Virey sambil tersenyum manis. Lily balik tersenyum. "No problem." Jawab Lily.

S
.
K
.
I
.
P

"Kamu mau langsung pulang atau langsung ke rumahku?" Tanya Virey. "Langsung aja ke rumahmu." Jawab Lily. "Udah ijin kah?" Tanya Virey lagi. "Udah kok." Jawab Lily. "Oke deh." Kata Virey.

Sampai di rumah Virey...
"Aku pulang. Ada Lily mah." Kata Virey. "Selamat datang. Hai, Lily! Virey sudah cerita tentang kamu." Kata mamah ramah. "Wah, bagus lah." Kata Lily sambil tersenyum. Lily menghampiri mamah dan membisikan sesuatu di telinga mamah.

"Sebenernya, aku kesini ingin menanyakan sesuatu yang rahasia dan agak pribadi." Bisik Lily. Mamah mengangguk mengerti. "Virey, tolong ambilkan hape mamah di kamar ya." Kata mamah padahal hape mamah ada di kantong, sengaja supaya Virey pergi.

Setelah Virey masuk kedalam kamar mamah. Lily mulai bertanya. "Maaf nih. Tapi apa ada alasan kenapa Virey jadi pendiem gitu?" Tanya Lily. Mamah mengangguk. "Dulu, aku menemukan Virey di sebuah hutan. Dia sangat kotor saat itu. Karena aku iba, aku mengadopsinya. Sifat Virey saat ditemukan sangat mirip dengan serigala. Bahkan, muka ku saja di cakar olehnya." Jelas mamah panjang lebar.

Mamah menarik nafas. "Aku menemukan Virey saat usianya masih lima tahun. Virey sudah mengerti beberapa hal sehingga dia pun tahu kalau dia itu dibuang oleh orang tua nya ke hutan." Lanjut mamah. "Apakah tante pernah ketemu orang tua kandung Virey?" Tanya Lily. Mamah menggeleng.

"Belum pernah. Tapi aku akan mencoba mencarinya." Jawab mamah. "Apakah tante pernah bertanya, kenapa dia bisa dibuang ke hutan?" Tanya Lily lagi. "Gak pernah. Aku takut dia sedih." Jawab mamah. "Ohh... Terima kasih ya penjelasannya." Kata Lily sambil tersenyum manis.

"Mah. Aku cari hape mamah di kamar gak ada. Udah aku cari di sela-sela juga gak ada." Kata Virey saat keluar dari kamar. "Oh iya, udah ketemu hehe. Maaf ya." Kata mamah berpura-pura. Sebenarnya, Virey menguping semua pembicaraan yang dibicarakan oleh mamah dan Lily.

"Ly. Apa kamu benar-benar ingin tahu masa laluku?" Tanya Virey dengan muka serius. "Eh... Eh... Kenapa tiba-tiba gitu?" Kata Lily gelagapan. "Aku mendengar semua yang kalian bicarakan." Kata Virey sambil menarik nafas panjang.

"Aku akan menceritakan semuanya kok kalau kalian mau." Kata Virey. "Benarkah?" Tanya Lily memastikan. Virey mengangguk. "Kalau begitu duduklah." Kata mamah. Virey duduk disamping mamah. "Aku masih mengingat semuanya dengan jelas. Walau bisa dibilang usia ku masih sangat kecil untuk mengerti." Kata Virey.

"Semua nya berawal dari umurku tiga tahun. Orang tua ku sering bertengkar saat itu. Dan aku yang menjadi pelampiasan ibu ku. Aku sering dipukul atau ditendang. Terdengar menyeramkan tapi sudah biasa menurutku. Setelah setahun aku dipukul, ditendang dan disiksa terus menerus, berakhirlah sudah saat umurku 4 tahun. Ibuku menyeretku ke hutan dan membuangku di semak-semak. Aku menangis sejadi-jadinya." Jelas Virey penjang lebar.

"Malam harinya, bulan purnama sangat indah malam itu. Kawanan serigala mungkin mencium bau badanku. Aku sempat takut karena aku kira akan dimakan." Lanjut Virey. "Tapi aku salah, serigala itu membawaku ke tempat tinggal mereka. Aku dirawat oleh serigala-serigala itu sekitar 1 tahun hingga aku ditemukan oleh mamah." Kata Virey sambil tersenyum. "Makanya saat ditemukan aku bersifat seperti serigala." Lanjutnya.

"Aku turut prihatin." Kata Lily. "It's okay. Aku tidak mengingat muka orang tua kandung ku sampai sekarang." Kata Virey. "Dan kenapa kamu bisa dijauhi oleh orang-orang?" Tanya Lily. "Awalnya sih kejadian du kelas satu. Saat kelas satu SD, aku menggigit tangan temanku sampai berdarah karena sifatku yang seperti serigala masih ada. Teman-temanku jadi takut kepadaku sehingga aku dijauhi." Jelas Virey.

"Sampai SMP?" Tanya Lily. Virey mengangguk. "Saat SMP aku hanya malu dan gak mau dengar apa kata mereka tentang diriku." Kata Virey. "Kalau gitu... Sejak kapan kamu mulai suka anime? Dan kenapa bisa sampai nolep kayak gini?" Tanya Lily yang mungkin pertanyaannya agak aneh. Virey tertawa kecil. "Aku suka anime dari kelas tiga. Kalau nolep, ya memang sudah dari kelas satu." Kata Virey.

Lily nyengir. "Dan, Ly. Aku mau nanya, apa ada alasan kenapa rambutmu pendek? Menurutku, kamu lebih cantik rambut panjang." Tanya Virey sambil melihat rambut pendek Lily. "Aku hanya lebih suka pendek. Gak ada alasan lain." Jawab Lily. "Mamah hanya menyimak." Kata mamah sambil tertawa. Virey dan Lily ikut tertawa.

Kesenangan yang sebenarnya... Kesenangan yang sudah lama hilang entah kemana, kembali muncul perlahan. Thank you, Lily.

Bersambung...

Kependekan gak sih ceritanya? :'v maaf deh kalau kependekan. Hehe. Masih semangat baca ceritanya? Share juga dong ceritanya ke teman-teman kalian supaya makin banyak yang baca^^ dan maaf kalau episode ini agak nge drama wkwkwk. Pokoknya silahkan share ya biar makin banyak yang baca^^

NOLEP✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang