Jatuh Cinta #3

492 26 11
                                        

Virey berjalan di koridor sekolah yang saat itu masih sangat sepi. Virey selalu datang sangat pagi saat SMP, alasannya supaya gak ketemu banyak orang.

"Lily mungkin datang agak siang." Kata Virey dalam hati. "Virey-Chan!" Seru seseorang dari belalang. Virey menoleh dan tersenyum. "Pagi, Lily-Chan!" Sapa Virey. Lily terengah-engah. "P... Pagi juga. Hosh... Hosh..." Balas Lily yang masih terengah-engah.
Virey menggandeng tangan Lily. Mereka berjalan ke kelas. "Nanti istirahat ke kantin ya." Ajak Lily. Virey mengangguk.

Saat istirahat...
Lily dan Virey berjalan ke kantin. Serentak para murid menatap kearah Virey. "Duh, Ly. Aku dilihatin." Keluh Virey. "Nunduk aja." Kata Lily. Virey menunduk sambil memegang baju Lily dari belakang.

Di kantin, Virey dan Lily memesan makanan. Virey melihat ke sekeliling. Sudah jarang sekali dia pergi ke kantin. Saat melihat ke sekeliling mata Virey tertuju kepada 'sekerumunan' anak perempuan yang sedang mengejar-ngejar seorang laki-laki.

Virey menepuk pundak Lily. "Siapa sih itu?" Tanya Virey sambil menunjuk anak laki-laki itu. "Itu... Dia Ken-Senpai. Anak tertampan di sekolah ini. Fans nya aja banyak banget." Kata Lily sambil menyerahkan makanan pada Virey. Lalu mereka berjalan ke arah tempat duduk.

"Ken-Senpai... Aaa!!!" Teriak anak perempuan yang mengejar Ken. "Cancer." Kata Virey. Lily tertawa kecil.

Note: Cancer yang dimaksud disini bukanlah zodiak :v Cancer itu bisa dibilang bodoh, aneh, anoyying atau semacamnya lah.

Virey dan Lily mulai makan. Mata Virey masih tertuju pada Ken, siswa tertampan itu. Lily yang melihat Virey menatap Ken hanya bodo amat dan melanjutkan makannya.

Entah keajaiban apa yang terjadi, Ken balik menatap Virey yang masih menatapnya saat itu. Mereka menjadi tatap-tatap'an. Pipi Virey memerah, begitu juga pipi Ken. Apakah ini cinta pada pandang pertama? Lily melihat Virey dan berdehem cukup keras. Virey yang kaget langsung melanjutkan makannya.

Tettt.... Teettt...

Bel berbunyi. Virey dan Lily langsung buru-buru ke kelas. Telat sedikit saja, bisa dihukum. Dan dor! Mereka telat 5 detik. Guru yang bisa dianggap 'killer' menatap Virey dan Lily sinis. "Kenapa bisa telat?!" Tanya Miku-Sensei. "A... Ano... Tadi..." Kata Lily gelagapan.

"Berdiri di depan kelas sampai pelajaran sensei selesai!" Bentak Miku-Sensei. Virey dan Lily menurut. "Yahh kan!!" Keluh Lily. "Harusnya aku lebih cepat makannya. Maaf kan aku ya. Ini salahku." Kata Virey sambil menunduk.

Lily menggeleng. "Bukan kok, ini bukan salahmu. Ini salahku juga." Kata Lily sambil tersenyum. "Makasih." Kata Virey.

1 jam berlalu... Akhirnya Virey dan Lily dibolehkan masuk. "Ahh... Kakiku rasanya mau patah." Kata Lily. "Sama... Duhh." Kata Virey sambil memegang kakinya. Pelajaran terus berlanjut sampai pulang sekolah. Akhirnya waktunya pulang.

"Eh, Virey-Chan. Maaf nih. Kamu suka sama Ken ya?" Tanya Lily. "Uhuk uhuk." Virey batuk karena terkejut mendengar pertanyaan Lily. "Ya gak lah! Masa iya cewek kayak aku suka sama orang yang populer kayak gitu." Kata Virey.

"Kita gak bisa nebak." Kata Lily sambil mengangkat bahunya dan lanjut berjalan. "Iya sih." Kata Virey.

S
.
K
.
I
.
P

Esok harinya... Virey berangkat sendirian lagi. Menunduk sambil berjalan seperti biasa, karena tidak melihat kedepan Virey menabrak seseorang yang sedang berlari.

BRUK! Terjadilah tabrakan antara dua orang. Virey membuka matanya perlahan. Virey langsung membelalakkan matanya. "Itu kan Ken-Senpai!" Seru Virey dalam hati. "Aduh... Maafkan aku ya." Kata Ken sambil berdiri. Virey mengambil headshetnya yang terjatuh.

Ken mengulurkan tanggannya. "Bangunlah." Kata Ken. Virey tak percaya ini. Virey menerima uluran tanggannya lalu berdiri dibantu oleh Ken. "Makasih ya." Kata Virey. Pipinya merah.

"Oh iya. Aku Ken. Kelas 9-1. Kamu?" Tanya Ken sambil tersenyum. "Virey. Kelas 8-3." Jawab Virey. "Adik kelas ya. Semoga kita bisa menjadi teman baik ya!" Seru Ken sambil tersenyum manis. Virey mengangguk.

Jantungnya berdebar sangat cepat. Pipinya merah. Matanya berkaca-kaca. Nafasnya seperti terengah-engah. "Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta?" Batinnya. "Kamu gak apa-apa kan?" Tanya Ken. "Oh ya ya. Gak apa-apa." Kata Virey sambil tersenyum.

"Aku mau ke kelas ya. Dadah." Kata Virey lalu berjalan menuju kelasnya. Ken tersenyum. "Dia cewek cantik. Dia menarik." Kata Ken.

Sampai di kelas... Virey memegang dadanya. Jantungnya berdetak sangat cepat. Lily yang baru datang melihat Virey dengan bingung. Lily langsung menghampiri Virey. "Pagi, Virey-Chan. Kenapa kamu?" Sapa Lily.

Virey menatap Lily dengan mata berbinar. Lily menaikkan sebelah alisnya. Virey menarik lengan Lily lalu membisikkan sesuatu. Lily membelalakkan matanya. "SERIUSAN?!" Seru Lily. Teman sekelasnya menatap mereka berdua dengan sinis.

"Ssstt... Jangan berisik. Iya lah aku serius masa aku bohong." Kata Virey dengan nada meyakinkan. "Gila sih. Kamu bisa temenan sama orang populer kayak gitu. Cewek-cewek mungkin pada cemburu sama kamu." Kagum Lily. Virey tersenyum.

Sebenarnya, Virey menceritakan kejadian bagaimana dia berteman dengan Ken. "Eh, Rey. Jawab jujur. Kamu suka kan sama Ken?" Bisik Lily. Virey menggeleng cepat. "Ya gak lah!" sebenernya aku gak tahu apa perasaan aku sama dia.

"Jangan bohong!" Kata Lily dengan sedikit berteriak. "Ya ya ya. Aku belum tahu perasaan aku sama dia gimana." Bisik Virey jujur. "Oh." Kata Lily. "Hanya oh?" Goda Virey. "Terus mau jawab apalagi, cantik?" Kata Lily sambil mengacak-ngacak rambut Virey.

Tett... Tett...

Bel berbunyi. Semua murid langsung duduk ditempatnya masing-masing. Kanbara-Sensei, wali kelas mereka masuk. Pelajaran pun dimulai. Virey membuka bukunya.

"Sst.. Sst.." Desis Lily. Virey mengisyaratkan seaakan bilang apaan. "Nanti istirahat bareng ya." Kata Lily dengan pelan. Virey mengangguk. "Hah... Aku kira apaan." Batin Virey sambil mendelikkan matanya malas.

Akhirnya waktu istirahat pun tiba... Semua murid langsung keluar dari kelas. Lily mengambil bekalnya. "Lah kan kamu bawa bekal. Ngapain ke kantin?" Tanya Virey dengan muka bingung. Lily nyengir. "Biarin... Nanti kan sekalian ketemu Ken-Senpai." Jawab Lily yang membuat Virey mendengus sebal.

Virey menggeplak bahu Lily. "Apaan sih?" Kata Virey sebal dengan perkataan Lily tadi. Lily tertawa dan menggandeng tangan Virey.

Dikantin... Lily membuka bekalnya. "Aku ke tempat pemesanan makanan ya." Kata Virey sambil hendak berjalan. Lily mencekal Virey. "Jangan, Rey. Aku bawa dua roti. Makan bareng aja." Kata Lily. "Yakin nih?" Tanya Virey. Lily mengangguk yakin.

Virey kembali duduk dan mengambil roti yang ada ditempat makan Lily. "Makasih." Kata Virey. Lily mengangguk. Dan mulailah... Para fans Ken mengejar-ngejar Ken lagi. "Rey... Ehem." Kata Lily. "Apa?" Tanya Virey polos. Lily menunjuk Ken. Virey mencubit pipi Lily gemas. "Mulai nakal." Cibir Virey. Lily tertawa. Jujur saja, Virey senang karena bisa melihat Ken.

Ken melihat Virey yang sedang makan bersama Lily. Ken langsung menghampiri meja Virey dan Lily. Para fans Ken menatap Ken tidak percaya. Mereka mengucek matanya. Mungkin mereka berfikir, kok Ken ngedeketin cewek cupu gitu?

"Hai, Virey." Sapa Ken. "Hai juga." Jawab Virey ramah sambil tersenyum. "Eh... Aku ke toilet dulu ya." Kata Lily sambil berlari kearah toilet. Tinggalah Virey dan Ken dimeja itu.

Bersambung...

Wahahaha... Gantung ya? :v semoga suka dengan ceritanya jangan lupa kasih vote, comment dan share... Love you guys :3

NOLEP✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang