Apa jadinya jika Dahyun yang masih murid SMA, di haruskan menikah dengan Sana yang bahkan hampir lulus kuliah
??
siapa yang jadi kepala keluarga nanti??
"Bangun aja belum penuh udah main lamar aja". kata Sana yang mengguncang bahu Dahyun untuk di bangunkan.
"Hehehe.. 10 menit lagi kak, adek ngantuk". Sahut Dahyun. Ia semakin menutup dirinya dengan selimut.
"Udah siang ini nanti terlambat loh sekolahnya"..
"Hmm"..
*Chu
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bangun"..
Karena di bangunkan seperti itu Dahyun langsung nyengir kuda.
"Yang sebelah sini belum kak, nanti iri loh" tunjuk Dahyun ke sisi pipinya yang lain.
*Chu
Senyuman Dahyun semakin lebar, bahkan ilang itu mata.
"Sebelah sini"..
"MANDI !!"..
Dalam sekali hentakkan Dahyun terjungkal sampai mendaratkan pantatnya tepat ke lantai.
"Aduhh".. Rintih Dahyun.
"Maaf, gatau kalau sampai jatuh gitu"..
Sekalipun berkata seperti itu Sana pun tidak berniatan membantu Dahyun, bahkan ia berjalan keluar dari kamar seolah tidak terjadi apa-apa.
Dahyun auto cemberut.
~~~~
DAHYUN POV
Kini aku sudah berada di dalam kelas, matkul hari ini adalah matematika.
Biasanya aku ngacir dulu ke kantin bareng 'nojambro'. Berhubung gurunya cantik ya betah-betah aja nunggu in jam pelajaran di mulai.
"Hyun, jadi?" Tiba-tiba teman sebangku ku bertanya.
"Jadi apa Jeong?"..
"Itu.. nikah sama kak Sana"..
"Besok kalau gak hujan"..
"Aku doa in besok hujan badai petir melanda". Celetuk Jeongyeon sambil tertawa.
"Dasar teman laknat, eh mana Chaeyoung?"..
"Tau tuh bolos kali"..
Chaeyoung tiba-tiba muncul masuk ke dalam kelas. "Ngomongin aku ya?"..
"Pede"..
~
Jam pelajaran pun berlangsung dengan baik, Nayeon seongsanim mengajarkan dengan tegas dan mudah di pahami.
Melihatnya berpakaian guru seperti itu dan aku yang duduk mengenakan seragam sekolah. Terkadang aku tertawa sendiri mengingat bagaimana aku sebucin itu saat kecil.
Ketika bel berdering dan menandakan pergantian jam pelajaran.
Aku keluar mengikuti Nayeon unnie yang berjalan menuju ruang guru. Segera kusahut buku yang ada di tangannya.