Honeymoon Saida yang awalnya berencana tinggal di Santorini satu bulan penuh terpaksa harus di ajukan menjadi 2 minggu saja.
"Sayang~ aku hamil"..
Sana yang sengaja membeli tespack di Mexico karena berfirasat ada yang aneh begitu ia merasa pusing dan mual memberikan benda putih panjang bertandakan (positif) ke arah Dahyun.
Ia merasa itu adalah awal dari tanda-tanda 'hamil' berdasarkan dari pengalaman yang ia lihat baik itu di kehidupan nyata maupun drama.
Dahyun yang sedang duduk santai di sofa sambil nyemil snack dan menonton kartu kesayangannya 'Spongebob' auto diam begitu menerima benda putih pengecek kehamilan itu.
"MWO?! cepat sekali? Kita kan baru melakukan beberapa kali?". Ucap Dahyun tidak menyangka dengan apa yang ia lihat.
"Beberapa kali? Kita melakukannya setiap hari selama seminggu berturut-turut~!!"..
"Ayo pulang ke Korea sekarang"..
~
DAHYUN POV
"Ma, maafin Dahyun ya, gak bisa nepatin janji. Tapi Dahyun jamin, Dahyun akan jadi Appa terbaik dan menantu idaman satu-satunya buat Mama"..
Kataku begitu kami sampai di Korea dan langsung ke rumah orang tua Sana. Kami berdua langsung memberi tahu kabar kehamilan Sana.
"Menantu idaman satu-satunya?".. ucap Mama Sana mengulang perkataanku.
"Memang ada lagi anak Mama? Jelas saja Mama cuma punya satu menantu. Mau bagaimana lagi, anak adalah anugerah dari tuhan. Dan tuhan sudah menitipkan buah hati kalian berdua di dalam rahim Sana".. Jelas Mama.
"Memangnya kenapa?".. tanya Sana yang memang tidak tahu apa-apa.
"Kata Mama aku terlalu muda untuk jadi Appa".. kataku menjelaskan pada Sana yang memang duduk tepat di sampingku saat ini.
"Sudah-sudah, nanti kalau bayinya denger sedih lo. Mulai sekarang Mama setuju, tapi dengan satu syarat".. Kata Mama menjeda perkataannya. "Kamu harus lulus tes jadi calon Appa, jadi kalian tinggal di rumah ini sampai masa fase 'ngidam' Sana terlewatkan".. ucap Mama Sana.
"Ngidam?".. heranku
Mama Sana mengangguk, "kamu akan tahu sendiri nanti begitu Sana meminta aneh-aneh"..
Aku hanya terdiam, menoleh ke arah Sana yang tau-tau tersenyum tidak jelas ke arahku.
"Sayang~ aku mau mangga muda"..
~
"Masa baru pulang dari Mexico langsung manjat pohon mangga, kita beli di supermarket ya"..
Melasku ke arah Sana yang sedang cemberut menatapku.
"Aku mau kamu yang ambil"..
"Tapi-"..
"Udahlah hyun, turutin saja. Kau mau anak mu ngeces?".. ucap Chaeyoung
"Aku jetlag Chaeyoung-aa, masih capek habis dari luar negeri"..
"Hilih~ dari luar negeri tapi tidak bawa oleh-oleh apa-apa. Malah merepotkanku minta mangga malam-malam"..
"Hehe.. maaf chaeng, aku lupa. Soalnya kan rencana disana satu bulan. Eh, keduluan hamil istri-ku nya"..
"Chaeyoung-aa~ miane, besok Dahyun akan mengantar coklat yang kita beli di Santorini untukmu".. ucap Sana.
"Mwoya? Itukan coklat mahalku sayang~ masa iya coklat barter dengan mangga muda, mana mangganya manjat sendiri lagi, pemilik pohonya pendek, songong, pelit-"..

KAMU SEDANG MEMBACA
Di Jodohin
RandomApa jadinya jika Dahyun yang masih murid SMA, di haruskan menikah dengan Sana yang bahkan hampir lulus kuliah ?? siapa yang jadi kepala keluarga nanti??