Chapter 9

2.9K 248 29
                                    

Seiring berjalannya waktu, pesan teror yang ia dapatkan semakin banyak tidak peduli sebanyak apapun ia mengganti nomornya.

Dengan semua yang terjadi, pesan teror, latihan yang melelahkan, jadwal yang tidak ada akhirnya, ia dapat merasakan semua itu menghancurkannya terutama dengan suara suara di kepalanya yang kini lebih sering muncul.

Kebiasaannya untuk cutting juga mulai kembali. Memang tak sesering dulu namun hanya tinggal menunggu waktu hingga itu terjadi.

Para member seringkali mendapati Mark sedang melamun. Cahaya di wajahnya juga mulai redup. Dia hampir terlihat seperti mayat hidup.

Mereka ingin membantu Mark, sungguh, tapi mereka sendiri tidak tahu caranya. Bagaimana mereka bisa membantu Mark jika Mark sendiri menjauh dari mereka. Mereka benar benar buta mengenai apa yang Mark rasakan.

Mark lebih sering berada di kamarnya atau di studio, dan jarang berbicara dengan mereka.

Sebenarnya Mark sendiri tidak ingin menjauh dari para member tapi ia tidak ingin mereka melihatnya dalam keadaan terburuknya.

Bahkan Jaehyun yang sekamar dengan Mark merasa sangat jauh. Satu satunya interaksi mereka adalah ketika Mark mengalami mimpi buruk dan ia akan selalu membantunya untuk kembali tenang.

Dan itu bukanlah saat yang menyenangkan baginya. Mark terlihat sangat ketakutan.







"Mark ah ayo kita nonton film bersama di ruang tv. Besokkan kita libur" ajak Johny

"Tidak terimakasih hyung, aku merasa lelah jadi aku akan langsung tidur saja" kata Mark

"Kau yakin?" tanya Johny

"Ne hyung" jawab Mark lalu segera pergi ke kamarnya.

Mark tidak menangkapa ekspresi khawatir yang terukir di wajah Johny.

Begitu ia menutup pintu kamarnya, ia langsung berbaring di atas ranjangnya.

"Mianhe hyung.." bisik Mark

Mark meremas ponsel di tangannya. Matanya tertuju pada layar ponselnya.

Aku dengar kau sudah sembuh? Benarkah? Haruskah aku lakukan lagi?

T.Y.

You know you dont deserve to live right? No, not a murderer like you

T.Y.


"Tidak! Aku bukan pembunuh" bisik Mark

'Yes you are' suara itu muncul lagi

"Tidak! Kau salah" bisik Mark

'Benarkah? Kenapa kau terdengar ragu'

"Kenapa aku pembunuh? Katakan apa salahku? Its not my fault that she liked me" kata Mark

'Mungkin itu memang salahmu. Kau mungkin seharusnya tidak menjadi idol atau mungkin kau tidak seharusnya hidup'

"Berhenti menggangguku!" pekik Mark

'Kau tahu bukan aku akan selalu ada di pikiranmu selama kau hidup? So maybe you should go and kill yourself'

"Tidak!" kata Mark

"Hyung pasti sedih jika aku membunuh diriku sendiri." batin Mark

'Tentu saja tidak. Apa yang mereka katakan padamu adalah kebohongan. Mereka akan lebih bahagia jika beban mereka hilang.'

"Beban?" tanya Mark

'Iya beban. Itulah dirimu'

Mark tak sanggup lagi mendengarnya. Ia bangkit dari kasurnya dan berjalan menuju kamar mandi.

Am I Broken? || NCT MarkTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang