Chapter 13

2.4K 223 11
                                    

"YA! Dimana Mark?" tanya Taeyang, menatap ke arah adiknya dengan penuh amarah.

"Aku melepaskannya hyung" jawab Yongi

"Kau apa?!" tanya Taeyang sambil mencengkram kerah Yongi

"Hyung, kau tahu semua ini salah hyung. Aku tidak mau melakukan hal keji seperti ini atas nama adik kecil kita hyung. Dia pasti sedih hyung di atas sana" kata Yongi

Yongi tidak melihat pukulan yang datang dari kakaknya, dirinya tersungkur ke lantai. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa kakaknya, Kim Taeyang sudah berubah menjadi orang yang sama sekali tidak ia kenal.

"Hyung kau benar benar sudah kehilangan akalmu" kata Yongi sambil memegangi pipinya yang terkena pukulan Taeyang.

"Jaga mulutmu Yongi! Sooyeon kita pasti setuju dengan apa yang hyung lakukan" kata Taeyang

"Tidak hyung! Sudahlah tidak ada akhirnya jika aku berdebat dengan mu" kata Yongi sambil beranjak pergi.

"Mau kemana kau?" tanya Taeyang

"Aku pergi dari sini! Dan akan aku tuntun polisi ke sini" kata Yongi mulai berjalan menjauhi Taeyang

Namun tiba tiba hal yang tidak disangka terjadi. Tubuh Yongi jatuh ke lantai dan dirinya menjadi tak sadarkan dirinya. Dibelakangnya terlihat Taeyang memegang sebuah tongkat yang entah ia dapat darimana.

"Maaf Yongi ah, tapi hyung tidak bisa membiarkanmu menghancurkan lebih jauh rencanaku" kata Taeyang lalu mengikat adiknya yang sedang tidak sadar diri seblum pergi mencari Mark.

'He can't be that far' gumam Taeyang.

.

.

"Hyung kenapa Mark belum ditemukan juga? Katanya polisi sudah tahu lokasinya" tanya Yuta

"Sabar Yuta ah, terakhir hyung tahu, lokasinya susah untuk ditemukan karena berada jauh di dalam hutan dan sekarang juga sudah malam" kata manager

"Damn it" umpat Johny

"Apa yang harus kita lakukan hyung?" tanya Jungwoo

"Berdoalah, semoga Mark cepat ditemukan..... Hanya itu yang bisa kita lakukan" kata manager

Ponsel milik manager bergetar menandakan ada panggilan masuk.

"Tenanglah, ini dari kepolisian" kata manager langsung menerima panggilan tersebut.

"......"

Para member berharap bisa mendengar apa yang dibicarakan oleh manager dengan detektif.

"Benarkah?... Baiklah jika memang itu yang harus dilakukan" kata manager lalu menutup panggila tersebut.

"Bagaimana hyung? Mark sudah ditemukan bukan?" tanya Taeyong

Manager menggeleng pelan, ekspresi berubah menjadi sedih dan frustasi.

"Polisi memutuskan untuk menunda pencariannya hingga pagi. Sangat berbahaya berada di hutan malam malam" kata manager

"Bagaimana bisa?" tanya Taeil

"Mereka mencari sebisa mereka tapi Mark tidak bisa ditemukan" kata manager

Taeyong yang tidak sanggup untuk berkata lagi langsung pergi dari sana, mengabaikan panggilan dari para member dan managernya. Ia masuk ke kamarnya lalu langsung berbaring di atas kasur.

Pikiran melayang memikirkan apa yang terjadi jika saja ia dapat melindungi Mark, jika saja ini semua tidak terjadi, pasti akan menyenangkan.

.

.

Ketika Mark terbangun, ia mendapati sebuah handuk putih di atas luka kepalanya. Ia mencoba untuk bangkit tapi tubuhnya terasa sangat lemas.

"Jangn dilepas handuknya, terus tekan"

Mark kaget mendapati Yongi berada di sebelahnya. Apa itu berarti dia..... Benar, ia kembali ke neraka ini.

"Apa yang terjadi Yongi-ssi?" tanya Mark

"Aku minta maaf, aku sudah mencoba menahannya tapi.... hyung malah ikut mengikatku" kata Yongi

Mark baru sadar bahwa Yongi juga dalam kondisi sama dengannya dan di wajahnya terdapat luka, mungkn luka pukul.

"Taeyang yang melakukannya?" tanya Mark sambil menunjuk ke wajah Yongi

Yongi mengangguk pelan.

"Maafkan aku Yong-ssi, tidak seharusnya kau terluka karena diriku" kata Mark

"Ini bukan salahmu, Taeyang hyung benar benar berubah. Dia bukanlah Taeyang hyung yang dulu" kata Yongi

"Well, dia selalu membenciku jadi aku tidak tahu seperti apa yang dia yang dulu" kata Mark

"Kau benar juga" kata Yongi, tersenyum.

"Kau baik baik saja? Kita harus segera mencari jalan keluar dari sini" kata Yongi

"Aku akan mencoba bertahan, dan aku setuju kita harus keluar dari sini" kata Mark

"Untuk sekarang kau kembali tidur saja, kau perlu meningkatkan tenagamu" kata Yongi

"Bagaimana dengamu?" tanya Mark

"Aku akan baik baik saja" kata Yongi



Mark tak tahu sudah berapa ia tertidur namun ketika ia bangun, Yongi sedang termenung.

"Yongi-ssi? Kau baik baik saja?" tanya Mark

"Hah? Oh kau sudah bangun. Tenanglah aku baik baik saja.... Aku sudah menyusun rencana" kata Yongi

"Benarkah?" tanya Mark

"Iya, aku tak yakin akan berhasil tapi patut dicoba" kata Yongi lalu mendekat ke Mark untuk membisikan rencana mereka.

Tepat setelah mereka selesai membicarakan 'rencana' mereka, Taeyang masuk ke ruangan.

"Hyung lepaskan kami, kau tak harus melakukan ini" kata Yongi

"Diamlah!" seru Taeyang

"That son of bitch has to die!" kata Taeyang

"Jangan lakukan ini Taeyang, kumohon" kata Mark

"Kau tidak berhak untuk bersuara!" sentak Taeyang

"Kenapa kau melakukan ini lagi? Sudah jelas bukan kematian adikmu bukan salahku" kata Mark

"Kau masih saja terus berkata seperti itu! Aku bosan mendengarnya" kata Taeyang

"Bukannya aku yang harus berbicara seperti itu?" tanya Mark

"Tutup mulutmu itu Lee Mark!" titah Taeyang

"Tidak! Sudah cukup kau memerintah ku! Sudah cukup kau menyakiti ku! Sudah cukup Kim Taeyang!" kata Mark meninggikan suaranya.

"Beraninya kau!" kata Taeyang sambil mencengkran baju Mark, memaksanya untuk berdiri.

"Sekarang Yongi-ssi!" teriak Mark

.

.

Polisi sudah mulai mencari Mark lagi sejak subuh. Mereka yakin bahwa Mark pasti dekat.

Tiba tiba sebuah suara menggema di hutan itu, suara yang sangat familiar bagi para polisi. Suara yang membuat mereka segera berlari mencari sumbernya.

Itu adalah suara pistol yang ditembakkan dan setiap suara itu hadir, selalu saja hal buruk yang terjadi.

.

.

.

TBC

Maaf update yang ini pendek tapi aku akan segera update next chapter.

Janga lupa vote dan comment ya semuanya.

Menurut kalian aku ikut wattys 2019 jangan? Apa menurut kalian cerita aku pantas dilombakan?

Love u,



Cansspirit

Am I Broken? || NCT MarkTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang