34

1.7K 229 4
                                        

Saat itu, gue liat Eunra yang lagi nangis. Gue juga liat Mina. Gue gak mau Eunra ketembak. Gue gak mau. Dengan sekuat tenaga gue, berlari memeluk Eunra

DOR

Suara tembakan terdengar menggema. Gue lega. Gue gak terlambat. Gue mulai merasakan rasa sakit dibagian punggung gue. Rasanya perih. Sedangkan Eunra, dia nangis. Gapapa dia nangis. Asalkan dia jangan terluka. 

Gue sedih. Dia maksain buat ngelepas ikatan talinya. Dia kan jadi terluka. Tapi, gue seneng. Gue bisa liat Eunra sebelum gue menutup mata. Gue pikir, gue bakal terbebas dari semua masalah ini.

"Seungmin......sadar!! Gue udah telepon ambulans" 

Gue denger itu. Suara Chan. Tapi, gue gak bisa nahan lagi. Maaf. 

"Maafin gue......"

"Ikhlasin gue...."

"Gue harap lo cepet sadar"

Gue denger kata kata itu. Walaupun samar samar. Gue gak bisa buka mata. Energi gue udah habis terkuras. 

Gue membuka mata perlahan-lahan. Gue liat bayangan Bang Wonpil

"Min!!" Panggilnya

Gue juga liat Jisung. Sehabis itu, gue langsung diperiksa sama perawat. Yang dipikiran gue cuma Eunra. Kemana dia? Apa dia ngampus?

Gue diem aja. Gue ngumpulin energi dulu. Tubuh gue rasanya sakit pas sadar. Terutama dibagian punggung. Lebih sakit dari cedera waktu itu. 

"Min, lo udah mendingan?" Tanya Jisung dengan nada khawatir

"Udah...." Lirih gue. Suara gue masih serak. Gue belum bisa menyesuaikan diri sehabis sadar

"Bang, Eunra kemana?" Tanya gue

"Kemarin dia pulang. Tapi gue gak tau dia bakal balik kesini apa nggak"

Gue pengen mastiin Eunra baik baik aja. Gue takut Mina mencelakakan dia lagi. Tapi gue gak bisa. Gue butuh istirahat. 

"Lo harus istirahat. Setidaknya seminggu" kata Bang Wonpil

Gue pengen cepet pulang. Gue gak suka aroma rumah sakit.

Hari demi hari berlalu. Rasanya gue ga nafsu makan terus. Udah 5 hari Eunra ga ke rumah sakit. Gue merasa tersiksa. Tinggal 2 hari lagi. Gue selalu berharap Eunra dateng ke rumah sakit. Ngerawat gue. Tapi hasilnya nihil. Sampe gue pulang, Eunra gak dateng

Gue bingung. Ada apa sama dia?

•••

Rasanya, gue pikir gue bakal mati di rooftop. Gimana gak? Gue terbaring lemah di lantai rooftop dihujani salju, dan pintu rooftop nya dikunci. Apa saat gue bangun, gue udah ninggalin badan gue?

Dan setelah sekian lama, gue membuka mata gue. Aneh, gue masih bisa nyium aroma rumah sakit disini. Apa ini benar-benar wangi alam lain? 

Lalu gue melihat sesosok pria berjas putih yang lagi meriksa keadaan gue. Apa dia itu malaikat?

"Kamu udah mendingan?" Tanyanya

Gue melamun. Yang bawa gue kesini siapa? Kan pintu rooftop nya dikunci.

"Kamu tahu? Kamu koma 5 hari loh" jawabnya. Pernyataan pria itu berhasil ngebuat gue kaget

Anak Basket | Kim SeungminCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang