Konten 16+
***
"Kamu lupa ada janji?" Rian memandang Della dengan raut datar nya tapi dia mengubah kosah kata hanya kepada Della.
"Lupa? Lupa apa?" Tanya Della polos.
Rian yang mendengar pertanyaannya di balas dengan pertanyaan balik pun perdecak se...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Sesampainya SMA AZZRA Dino pun memberhentikan di samping gerbang --gak mungkin dong yah di depan nanti orang lewat susah-- Della turun dengan hati-hati sebab dia sedang memakai rok span.
Della kesusahan membuka pengait helm yang terpasang di kepalanya jadi Dino yang melihat kesusahan yang tengah di alami Della pun berinisiatif membantu.
Kalo people yang melihatnya pasti mereka menyangka bahwa Della dan Dino adalah sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara, Ohh~ lihat lah betapa manis nya saat Dino saat membukakan pengait helm Della.
"Gitu aja susah amat" ejek Dino yang sudah selesai membuka pengait helm di kepala Della.
"Ish! Kan gak Keliatan" elak Della mencebikan bibirnya.
"Apaan gue aja bisa, nih!" Unjuk Dino pada pengait helm yang sudah terlepas olehnya dan kemudian di Pasangkan kembali.
"Auah males berdebat sama kamu gak ada faedahnya" ujar Della yang langsung berlalu dari hadapan Dino.
"Ingin ku menghujat, Duh kok pas dari nyampe gue rasa merinding" Dino bergidig lalu menghidupkan motornya kembali dan berlalu pergi ke arah sekolahnya.
Sepasang mata berwarna abu gelap sedari tadi menatap dengan pandangan yang tak bisa di artikan kepada sepasang muda mudi lebih tepatnya interaksi Della dan Dino tadi. Membalikan badan punggung tegap nya pun hilang mengikuti kerumunan siswa yang berlalu lalang.
***
Della berjalan melewati koridor untuk sampai ke dalam kelasnya setiap berpapasan dengan siswa/I di SMA AZZRA ini Della merasa asing, mungkin efek dari Della yang masih baru di lingkungan sekolah ini.
Tapi sebenarnya Della sedikit minder sebab semua orang yang ada di sekolah ini adalah orang yang elite, bagaimana tidak?! Lihat lah dari cara mereka berpakaian dan jangan lupa barang yang melekat pada diri mereka pasti itu barang mahal.
Masih untung Della bisa sekolah disini walau bukan dengan jalur beasiswa seperti Nana. Eahh Nana memang mendapat beasiswa dia sangat pintar dengan matematika.
Della berbelok untuk masuk kedalam kelas dan langsung mendapatkan penyambutan yang gal banget dari para sahabatnya.
"WOI DEL!" Teriak Lila.
"DELLA! I Miss u!" Timpal Nana yang merentangkan tangan nya.
Kela hanya memutar dua bola mata malas denagn tingah kedua sahabat barunya.