*tekan bintang sebelum membacaLea keluar kafe dengan wajah kesal, bagaimana tidak. Ia sudah berusaha menelfon Aldo, tapi handphone cowo itu tidak aktif. Lea semakin yakin, Aldo sedang menghindarinya.
Saat akan berjalan, matanya tak sengaja menatap cowo misterius itu, sedang melihat ke arah restaurant cepat saji, menatap intens dengan tangan yang di letakan di kaca restaurant tersebut.
Sesaat Lea menatap bingung, Lea yakin cowo itu bukan orang miskin yang tidak mampu membeli, dapat di lihat dari setelan baju nya yang bermerek. Setelah beberapa menit memperhatikan, akhirnya Lea memutuskan untuk menyapa.
"Hai" sapanya, cowo itu menoleh. Ia tidak memasang wajah terkejut, atau bertanya, hanya wajah datar. "Lagi ngapain?" tanya Lea lagi, kikuk karena di tatap seperti itu.
"Liat orang makan?" pernyataan yang terdengar seperti pertanyaan itu keluar dari mulut cowo itu. "Mau gue beliin?" tawar Lea, entah kenapa terlintas ide itu begitu saja. Cowo itu malah menggeleng.
"Yaampun gak usah gengsi, mumpung gue lagi baik nih." ajak Lea lagi, dan lagi lagi cowo itu menggeleng. "Bukan, lain kali aja." katanya. Lea mengangguk. "Kamu sendiri lagi ngapain disini?" tanya cowo itu, Lea menunjukan gelas coffelatte nya yang barusan di beli.
Sesaat mereka terdiam, bingung mau bahas apa. "Mau jalan?" ajak cowo itu akhirnya. "Boleh" jawab Lea. "Bay the way, gue belum tau nama lo" sambungnya.
"El." jawab cowo itu. Sesaat otak Lea loading. "El? Oh dia lagi dirumahnya." entah kenapa malah jawaban itu yang keluar. Cowo itu terkekeh kecil.
"Kamu nanya nama kan?" kata cowo itu. "Ha? Oh nama lo El. Hehe gak tau." sudah di pastikan wajah Lea semerah blash on nissa sabyan.
"Kamu sendiri?" El bertanya. "Gak kok. Udah punya pacar." Jawaban Lea membuat El kembali terkekeh, gak nyambung. Mungkin itu yang ada di pikirannya. "Aku nanya nama kamu"
Lea tepuk jidat. "Ya ampun. Nama gue, Leady Arsyena Wijaya. Panggil aja Lea, Leady, atau Arsyena. Jangan Wijaya, itu nama bapak gue. Ups,,, keceplosan."
Mendengar itu El tersenyum tipis. "Keceplosan kenapa?" tanyanya. "Itu nama bapak gue, nanti lo ngatain nama bapak kayak temen sekelas gue."
"Lucu." ucap El. "Nama bapak gue?" tanya Lea, bener bener minta di tabok. "Kamu." El lalu berjalan mendahului Lea. "Gimana kalo kamu istirahat." ucap El sambil menoleh, menatap Lea. Lea yang bingung hanya memasang wajah 'maksudnya?'
"Pikiran kamu gak disini. Aku duluan ya!" sambung El, lalu berbalik dan berjalan pergi. Tangannya terlihat melambai. Lea hanya terdiam, El benar.
***
"Do, gapapa nih aku nginep di rumah kamu?" tanya Meira pada Aldo di sebelahnya.
"Ya gapapalah. Lagian kamu pasti capek." Aldo menarik selimut menutupi tubuh Meira yang naked.
"Do, kalo Lea tau dan marah sama aku gimana?" jawab Meira menatap wajah Aldo, sesaat Aldo terdiam. Ia juga takut Lea marah dan meninggalkannya.
"Semoga aja dia gak tau. Dan gak akan aku biarin itu terjadi." tutur Aldo. "Yaudah sekarang kamu tidur ya?" Meira mengangguk, lalu merapatkan tubuhnya ke pelukan Aldo.
Xoxo~
°
°
°
Hayo! Si Aldo maruk nih, mau dua duanya. Semoga Lea be strong.
Dan bagi readers yang belum folow aku, ayo buruan folow. Dan juga tekan bintang.
And, see you next my part guys!!!

KAMU SEDANG MEMBACA
FAREWELL
Storie d'amoreLeady Arsyena Wijaya atau biasa di panggil lea. Seorang gadis yang terkenal aktif dan di sukai banyak orang. Sekaligus pacar dari Aldo, cowo the most wanted di sma kebanyakan. "Couple goals" sebutan untuk mereka yang melihat. semua berjalan lanca...