Setelah sarapan pagi aku berniat pergi ke rumah ibu untuk menengok nya aku sudah siap dengan gamis dan hijab ku dan tak lupa aku membawa makanan untuk ibu setelah semuanya ku rasa siap aku segera berangkat dan aku memilih memakai angkutan umum
Tidak butuh waktu lama aku sampai dan aku harus berjalan kaki untuk ke rumah ibu ya maklum gang sempit padat penduduk mana muat angkot ke situ cuma muat motor aja
Aku berjalan dan sesekali menyapa orang² di sana dan tak lama aku menemukan rumah kecil namun sekarang agak bersih tidak seperti dulu tidak layak huni
Tok...tok..tok.. assalamualaikum
"Walaikumussalam" sahut ibu ku di dalam rumah
"E'h kamu,masih inget ibu juga kirain udah lupa kan udah jadi orang kaya " ucap ibu ku sinis sambil berlalu ke dalam rumah dan aku mengekorinya
"Maaf Bu ,aku baru sempet mas Hasan sibuk terus ,e'h iya nih di makan Bu" ucap ku sambil memberikan rantang makanan
"Oh makasih,ko suami kamu ga ikut"
"Mas Hasan di cafe Bu ,dia ga tau aku ke rumah ibu"
"Apa !! Kamu udah punya suami seharusnya kalau mau kemana² bilang dulu entar dia nyariin gimana ibu ga pernah ngajarin kamu gitu ya,cepet telpon Hasan " ucap ibu marah dan aku langsung merogoh hp ku yg ada di dalam tas kecilku
"Assalamualaikum mas"
"Walaikumussalam,iya kenapa sayang"
"Maaf aku ga izin ke kamu aku sekarang ada di rumah ibu soal nya aku bosen di rumah jadi mending jenguk ibu"
"Ko kamu ga bilang sama mas sih !! Kan bisa mas anterin "
"Ma..maaf mas"
"Yaudah entar kalau mau pulang telpon ya biar mas jemput jangan pulang sendiri mas ga mau liat gadis mas pulang sendiri tanpa di temani mahram takut ada yg godain " ucap mas Hasan
"I..iya mas,"
"Yaudah assalamualaikum"
"Walaikumussalam"
"Sebentar" saat akan menutup telepon ku mas Hasan kembali bicara
"Iya mas knpa !?"
"I love you "
Tut..Tut...Tut
Kata² dia sukses membuat degup jantung ku berdetak tak karuan dan membuat rona wajahku memerah
"Kenapa muka kamu berubah jadi merah najwa,apa Hasan marah dan memarahi mu" ucap ibu ku dengan muka heran dan tak ku jawab malah ku peluk ibu ku
"Kamu kenapa sih"
"Aw Bu !! Anak mu ini sedang jatuh cinta ibu tau" ucap ku sambil tersenyum dan memejamkan mata
"Hmmm,,kamu mulai jatuh cinta ! Bagus lah dan ya apa ibu boleh bertanya "
"Tanya apa Bu" ucap ku masih dalam pelukan ibu
"Kamu sudah menunaikan kewajiban kamu sebagai istri dan kapan kamu memberi ibu cucu"
Deg
Kenapa ibu menanyakan itu kenapa semua orang menanyakan itu apa dia tidak tahu aku ini masih remaja umur ku masih 16 tahun *apa urusan nya nikah mh ya udah kewajiban ngasih jatah suami lah Najwa (author nyolot)
"Aku belum siap Bu,aku kan masih kecil masa iya harus hamil"
"Bagaimana pun kamu seorang istri sudah kewajiban kamu melayani suami dan memberi keturunan jadi lah istri yg baik " ucap ibu sambil mengelus puncak kepala ku
Dan ya ini kali pertama nya ibu bersikap manis kepada ku sebelum nya ah sudah lah kalian pasti tahu kalau kalian baca dari awal cerita
"I..iya Bu insyaallah aku akan jadi istri yg Sholehah dan siap memberi keturunan dan cucu untuk ibu" ucap ku sambil melepas pelukan
"Yaudah ayo makan dulu"
"Ngga ah aku masih kenyang aku hanya ingin ke kamar ku aku rindu kamar ku yg sekarang mungkin sudah berbeda " ucap ku dan mencari pintu kamar ku
"Heumm dasar Najwa " ucap ibu ku sambil tersenyum
Kamar ini pernah jadi saksi dimana setiap malam aku menangis di dalam sujud ku setiap malam aku tersedu² meratapi nasibku dan kamar ini yg tau bagaimana sifat asli ku yg ya jika di luar aku sosok wanita kuat dan jarang menangis namun di kamar ini aku selalu jadi wanita rapuh bahkan paling rapuh menangis dan menangis itu yg selalu aku lakukan
Aku menghampiri meja riasku yg masih ada pada tempatnya dan ranjang kecil ku lalu aku membuka laci meja riasku dan aku mengambil album foto masa kecil ku
Tak terasa aku sudah dewasa sekarang dulu aku gadis kecil yg imut *ya kali muji diri sendiri
Aku sekarang sudah jadi istri orang aku tidak percaya akan menikah dengan kakaknya sahabat ku ah sudah lah ini mungkin takdirku Allah sangat baik dia menjawab doa ku
Dulu dalam setiap sujud dan istiqorohku aku selalu berdoa "Berikan aku jodoh yg baik agama dan akhlaknya jodoh yg bisa membimbing ku sampai ke Jannah nya dan berikan kepadaku laki² yg benar² sayang padaku dan ibu ku " dan Allah menjawabnya * buat kalian jomblowan dan jomblowati kalian bisa contoh Najwa yah biar cepet dapet jodoh termasuk author :-)
"Najwa liat siapa yg nyariin kamu" ucap ibu membuyarkan lamunanku
"S..siapa Bu" ucap ku dan segera mengelap air mata ku
"Hasan....taranggggg Hasan...taranggggg ,sini nak masuk liat istri kamu lagi nangis tuh diemin " aku kaget liat ibu ku bisa seabsurd itu yg dulu aku kenal ibu pendiam dan galak kenapa sekarang kelakuannya bisa sekonyol itu
"Hey ,kenapa ko nangis" ucap mas Hasan menghampiriku dan menutup pintu kamar
"Aku hanya rindu kamar ini mas" ucap ku dan memeluk mas Hasan
"Sudah sayang ,kalau gitu Minggu depan kita nginep di sini yah "
" Bener mas ga Boong kan "
"Iya sayang,yaudah yu pulang ini udah sore abis ini mas mau ke cafe lagi "
"Iya ayo pamit dulu ke ibu"
" Bu Najwa sama mas Hasan pulang dulu yah udah sore "
"Gak.makan dulu "
"Nggak Bu kita makan di rumah aja ,Minggu depan Najwa nginep di Sini Bu "
"Oh kirain sekarang nginep nya "
"Minggu depan aja" ucap mas Hasan
" Hasan cepet bikinin ibu cucu ya kalau Najwa ga mau paksa aja " *apa sih ibu paksa perkosa dong( author apa sih!
"Siap² sayang" ucap mas Hasan dengan senyum smirk nya (*aw author meleleh
"Ish apaan sih ibu mas Hasan yaudah pulang dulu lah , assalamualaikum Bu " ucapku menyalami ibu
~~~~~~~~~~
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaKalau ada typo mohon di maklumi dan mohon beri tahu
.terima kasih muahhh

KAMU SEDANG MEMBACA
Nikah Muda Dengan Kakaknya Sahabat Ku
RandomNAJWA NUR AZMI KHASANAH Anak cantik mungil dan lugu Ibu nya memaksanya menerima lamaran kakaknya sahabat nya dengan alasan hidupnya akan terjamin dan tidak akan jadi orang susah lagi diumur nya yg ke 16 tahun dia harus menyandang status istri o...