Setelah terjadi keheningan
Rayhan mempersilahkan Geo dan Dharma masuk untuk makan bersama
" Ge, lo ngapain sih pake dress jadul kayak gitu? Lo pikir lo bakal cantik? "
Ledek Dharma di meja makan
Mendengar perkataan Dharma, Geo jadi malu
" ya abis.. Gue gak pernah makan malem sama orangtua murid"
Balasnya dengan nada lemas
" udah..udah.. Jangan kayak kecil, dimakan aja dulu "
Ucap Rayhan
Sembari makan, Geo masih tak mengerti mengapa ia berada diantara dua laki-laki ini
Geo melihat-lihat ke dinding ruangan yang berisi sedikit foto-foto Adel dan Rayhan
" foto itu... "
Gumam Geo
" Kenapa foto itu? "
Tanya Rayhan
" anu.. Saya tuh gak asing sama Adel, saya ngerasa kayak pernah liat Adel, dan foto itu mengingatkan saya sama Adel waktu pertama kali ketemu "
Jelas Geo setelah melihat sebuah foto Adel yang terpajang di dinding
" ohh.. Foto itu juga yang di dompet Gue "
Kata Dharma dan ia mengeluarkan foto Adel dari dompetnya
" Oh iya! Tas kita kan pernah ketuker pas Acara Camping tahun lalu waktu lo ngerjain gue gara-gara tas kita sama, akhirnya gue bawa tas lo sampe bus, dan pas gue mau ambil dompet yang ada malah dompet lo! Dan gue liat foto Adel itu! Pantesan gue ngerasa pernah ngeliat Adel "
Dharma dan Rayhan hanya melempar tatapan kosong
" kok kalian diem? "
Tanya Geo Heran
Mereka hanya menggeleng
" dan lo akhirnya tau kan? Kalo Adel itu keponakan gue? "
Ucap Dharma
Geo hanya mengangguk sambil mengunyah
Adel sedari tadi hanya sibuk memakan sphagetti dengan nikmatnya tanpa menggubris percakapan ketiga orang dewasa di depannya
Selesai makan, Geo masih melihat-lihat pajangan dinding rumah Rayhan
Adel yang sudah mengantuk dan diantar Dharma tidur di kamarnya karena waktu sudah menunjukkan pukul 22.00
Geo terhenti melihat sebuah foto yang mirip dirinya
Geo memandangi foto itu cukup lama
" dia almarhumah istri saya "
Ucap Rayhan dari belakangan
Geo hanya diam mematung dengan masih memandangi foto tersebut
" Adel selalu bilang waktu pulang sekolah, Papah ada guru yang mirip mamah.. Dia selalu berkata seperti itu "
" begitu? "
Tanya Geo kaget
" hm.. Sejak Adel lahir, dia belum pernah bertemu sama Mamahnya, Mamahnya meninggal waktu ngelahirin Adel, "
Geo masih terdiam
" saya menikah seminggu setelah kelulusan SMA, waktu itu Dira datang kerumah saya tengah malam, katanya dia hamil... Saya sudah berpacaran dengan Dira satu tahun, tapi jujur saya tidak pernah menyentuhnya sedikit pun, ia hamil oleh teman saya yang sekarang entah dimana, malam itu Dira sangat ketakutan, saya pun tak bisa berbuat apa-apa.. "
" jadi.... ? "
Geo terkejut mendengar penjelasan Rayhan
" tapi... Saya tahu, berada di posisi Dira kala itu sangat sulit, yang orang lain tahu adalah bahwa saya pacarnya, mereka semua menuduh saya, meskipun Dira sudah berusaha menjelaskan, karena saat itu saya sangat menyayangi Dira, saya bersedia bertanggung jawab atas kehamilannya, walau orangtua saya bersikeras menentang keputusan yang saya lakukan, orang tua Dira menginginkan tes DNA setelah anak itu lahir, maka saya tetap menikahinya "
Geo masih tak bisa berkata apa-apa
" setelah saya menikah, saya berusaha mencari kerja di usia 19 tahun, dipikiran saya waktu itu bagaimana saya dan Dira bisa hidup tanpa tekanan dari orangtua yang selalu menyudutkan kami, selama 9 bulan Dira tak pernah henti meminta maaf, ia mengaku salah setiap kali kita bicara, ia sempat berniat menggugurkan kandungannya karena merasa hal ini gak adil buat saya, padahal saya akan selalu menerimanya dengan ikhlas, dan ketika Adel lahir.. Dira menghembuskan napas terkahirnya, impian kita untuk membesarkan Adel bersama-sama pun pupus, kami sempat melakukan tes DNA, dan hasilnya Adel negatif anak saya tetapi sampai saat ini saya menganggap Adel anak kandung saya sendiri.. "
Lanjut Rayhan panjang lebar
Tak terasa Dharma yang mendengar penjelasan Rayhan menitihkan air mata
Dharma adalah adik kandung Rayhan
Selama ini ia mendekati Geo karena ia pun merasa bahwa Geo mirip dengan Dira, ia ingin mencari tahu apakah Geo miliki ikatan saudara dengan Dira atau tidak
Dan ternyata tidak
" berarti Adel bukan anak bapak? "
Tanya Geo dengan mata yang berkaca-kaca
Rayhan mengangguk sambil tersenyum
" Adel tetap anak saya, saya sudah menikahi ibunya, dia akan selalu jadi anak saya "
" saya harap, kamu bisa menjadi sosok ibu buat Adel meskipun cuma di sekolah "
Ucap Rayhan kembali
" udah malem Ge, yuk pulang! Gue anter aja "
Ucap Dharma yang baru keluar dari kamar Adel
Geo hanya mengangguk
Acara makan malam hari itu berakhir haru
Geo yang tak tahu menahu akhirnya mengetahui segalanya
***
KAMU SEDANG MEMBACA
SANDWICH
General FictionKisah seorang Papah muda single parent yang tidak bisa membuat sarapan untuk anaknya selain sandwich alias roti tawar dengan selai, namun takdir mempertemukannya dengan seorang guru magang di kelas anaknya sendiri " Pah, bu Guru nya mirip mamah" " a...
