" kadang jalan yang kita lalui sama, tapi tujuan kita yang berbeda "
- author
***
" kita mau kemana? "
Tanya Geo yang baru saja memakai sabuk pengaman
" di tugu deket taman kota ada pertunjukan air mancur warna-warni gitu pake lampu, pasti lo suka "
" sore-sore gini emang keliatan? ? "
" siapa bilang sekarang, nanti jam 8 "
" kan masih lama"
" kita makan dulu aja, gue udah pesen tempat makan yang enak banget "
Geo masih tak habis pikir, Ia akhirnya jalan dengan Dharma
Cowok yang kala itu mempermalukannya di kampus
Sebenarnya Geo tak mempermasalahkan kejadian waktu itu
Ia tak ambil hati dan sudah melupakannya
Sesampainya di tempat makan yang Dharma maksud
Mereka segera memesan makanan pengganjal perut
" lo mau pesen apa?"
Tanya Dharma
" hmm... Disini ada roti tawar mba?"
Geo refleks memesan sesuatu yang tak biasa
" ha? Roti tawar? "
" apa? Hah? Ohiya.. Kenapa gue pesen roti tawar ya..hehhee kebiasaan makan roti tawar pas magang nih gue "
" oh..haha.. Yaudah jadi mau roti tawar? "
Tanya Dharma lagi
" emm.. Gak..Samain kayak lo aja "
Selagi mereka menunggu makanan mereka datang
Dharma mencoba memulai percakapan setelah ada jeda hening beberapa saat
" Ge.. Gue minta maaf ya "
" maaf? "
" iya.. Waktu acara camp di kampus tahun lalu, gue lagi di suruh senior buat ngerjain lo, tapi sumpah deh, itu bukan kemauan gue "
" ohh jadi gara-gara itu lo maksa-maksa ngajak gue jalan, tapi sebenernya gue udah lupa sih, maksudnya udah gak mikirin..."
" hfftt.. Syukur kalo gitu, tapi.. "
Saat ingin melanjutkan, makanan mereka sudah datang
Mereka menghabiskan makanan mereka tanpa banyak percakapan lagi
Waktu sudah petang, malam mulai menggelap
Mereka menuju ke acara air mancur lampu yang Dharma katakan tadi
Mereka mencari tempat terbaik untuk menyaksikan acara yang belum tentu ada setiap setahun sekali itu
Geo yang notabene anak rumahan yang sukanya nonton drakor
Sangat excited melihat pertunjukan malam ini
Mereka pun menjadi akrab
Warna-warni lampu dan air memanjakan mata setiap orang yang melihatnya tak terkecuali Geo dan Dharma
Dharma ternyata laki-laki yang cukup mengerti Geo yang sedikit urakan
Mereka seperti bisa saling mengimbangi
Tanpa sadar Geo mendaratkan kepalanya di bahu Dharma
" ngantuk "
Ucapnya pelan
" mau pulang?"
Tanya Dharma
Geo mengangguk
Akhirnya mereka pulang, 5 menit sebelum pertunjukan selesai
Liukan-liukan air mancur, seakan memberikan sambutan dan ucapan terimakasih
Terimakasih pada setiap hati yang telah berdamai
***
KAMU SEDANG MEMBACA
SANDWICH
General FictionKisah seorang Papah muda single parent yang tidak bisa membuat sarapan untuk anaknya selain sandwich alias roti tawar dengan selai, namun takdir mempertemukannya dengan seorang guru magang di kelas anaknya sendiri " Pah, bu Guru nya mirip mamah" " a...
