Gue mematikan kran air yang baru saja gue pakek buat cuci muka. Saat ini jam pelajaran masih berlangsung sehingga gue sendirian di toilet sekolah.
Baru saja gue mau keluar, tapi gak jadi karena ada Lisa dan Rose. yang menatap gue sinis.
'Mereka lagi, apa nggak cape?'
Gue mendengus bosan. "Mau apa lo?" Gue memandang Rose penuh kebencian. Karea sebab dirinya lah hubungan Chanyeol dan Wendy putus.
"Masih punya nyali ya lo, gue bilang jauhi Sehun!!" Gue memegang telinga gue bermaksud meremehkan omongan Lisa barusan.
"Apa? Gue gak denger." Tantang gue.
"Budeg ya lo? Heran gue cewek lonte kek lo bisa disukai Sehun? Dibayar berapa lo?" Kali ini Rose yang ngomong.
"Bacot ya kalian. Minggir! Gue mau ke kelas." Gue melangkah untuk pergi. Tapi Lisa dorong gue sehingga punggung gue nabrak tembok.
"Jauhin Sehun! Dia milik gue!!" Lisa ngomong dengan nada rendah tak lupa tangannya yang membelai rambut belakang gue. Gue menepis kasar tangan Lisa.
"Serah gue lah. Sehun juga mana suka sama cewek murahan kek lo."
"Ngeyel ya lo." Lisa menjambak rambut gue. Sampe gue meringis karena sakit.
"Lepas! Sakit anjir."
"Itu lah akibatnya kalo lo berani ngelawan." Rose menyalakan kran wastafel.
Gue menatap was-was. Bagaimanapun posisi gue kurang menguntungkan. Gimana kalo mereka nekat?
Lisa tersenyum miring, saat air di wastafel itu udah penuh. Lisa ngedorong kepala gue masuk kesana. Sampe gue gak bisa nafas.
"Mati lo dasar jalang!" Lisa semakin menekankan kepala gue. Dan gue berusaha keluar karena gak bisa bernafas. Bahkan suara mereka berdua terdengar gak jelas.
Lisa menarik kepala gue keluar, dan gue langsung mengambil nafas yang banyak.
Gue melihat pantulan wajah gue di cermin wastafel. Mata gue merah, rambut gue kusut karena jambakan Lisa.Kepala gue berdenyut denyut karena Lisa menjambak gue semakin kuat.
"Sekali lagi gue liat lo deket sama Sehun, gue gak akan segan-segan melakukan lebih dari ini." Ancamnya dan menyentakan kepala gue lalu mereka pergi.
Nafas gue memburu menahan amarah. Gue melihat pantulan diri gue di kaca.
"Kacau banget gue."
Gue mulai membereskan penampilan gue yang acak-acakan.
"Eh lo abis mandi ya Rene." Canda Baekhyun saat gue gak sengaja ketemu di koridor kelas.
"Keramas." Jawab gue ketus. Mood gue bener-benrr hancur hari ini.
"Dirumah lo pasti airnya abis ya Rene, sampe numpang keramas disekolah." Baekhyun itu emang cowok gak peka, muka gue udah kusut gini tetep aja diajak bercanda.
"Bacot Baek."
"Kasar banget ih jadi cewek."
"Diajarin temen lo." Jawab gue seadanya.
"Siapa?"
"Tuh." Tunjuk gue kearah Sehun yang sedang berjalan kemari.
Baekhyun noleh ke arah tunjukan gue, dan disana Sehun dengan tampang kusutnya berjalan kemari.
"Rene, lo gak papa kan? Kenapa rambut lo basah?" Baru juga dateng Sehun udah ngasih gue pertanyaan.
"Gak usah sok jadi pangeran deh muka kek detergen juga." Ledek Baekhyun dengan tampang ngejeknya yang jelas di buat-buat.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEBATAS INSTAGRAM
FanfictionNON BAKU. Deketnya di instagram doang emang ada? Ada dong! Buktinya gue harus mati-matian ngejar cinta doi berawal dari instagram. Highest Rank: 3 in #hunrene 29 Mei 2019 7 in #wenyeol 02 oktober 2019 5 in #wenyeol 26 oktober 2019 4 in #wenyeol 29...
