19. Salah Paham

674 114 18
                                        


Gue menatap datar kearah Sehun yang menuju ke tempat dimana gue dan Baekhyun duduk. Mata gue gak pernah lepas dari mereka. Lisa dan Sehun.
Gue melihat Sehun menyentakan tangan Lisa yang menggandeng tangannya.

"Gila lo! Ngapain lo bawa boneka annabel kesini?" Kata Baekhyun begitu Sehun udah ada di depan gue. Tak lama dari itu Lisa menyusul.

"Kamu kenapa gitu sih sama aku?" Suara Lisa manja dan terdengar menjijikan di telinga cantik gue.

"Rene, ini gak seperti yang lo pikir. Oke?" Tanpa menanggapi Lisa. Sehun meraih tangan gue, tapi gue tepis pelan.

"Emangnya apa yang gue pikir? Liat cowok sendiri selingkuh di depan mata? Gitu?"  Sarkas gue pelan.

Sehun menggelengkan kepalanya guna menangkal ucapan gue.

"Nggak Rene-"

"Ngomong apa sih by, udah jelas-jelas kamu kan yang ajak aku kesini?" Lisa menyela ucapan Sehun. Dan sukses membut gue naik darah.

"Lo jadi cewek jangan murahan ya? Gak laku banget ya? Sampe godain cowok orang?!" Kata gue. Emosi karena dia gangguin Sehun. Dan emosi karena dia sempat bully gue.

Lisa berdiri , "Denger ya bitch, Sehun itu cinta sama gue! Lo tuh cuman mainan dia aja. Paham?!"

"Baekhyun, bawa ni cabe keluar." Suara Sehun terdengar dingin dan mencekam.

Baekhyun menggangguk ngerti lalu menyeret Lisa pergi meski dengan berontakan dan teriakan alay.

"Lo percaya sama gue kan? Ini gak seperti yang lo pikir." Sehun berpindah duduk si samping gue lalu menggenggam kedua tangan gue.

Gue memalingkan wajah kearah lain. "Gue selalu percaya apa omongan lo kok, tapi gue berusaha tidak percaya dengan apa yang gue liat."

"Rene, denger penjelasan gu-"

"Apa?!" Sentak gue sambil liat kearah Sehun.

"Denger dulu oke?"

Gue mengangguk karena gue juga butuh jawaban yang pasti dari mulut Sehun. Gue gak mau hanya karena hal ini hubungan gue sama sehun harus renggang tanpa penjelasan. Gue type orang yang butuh kepastian, gak peduli itu baik atau buruk setidaknya gue tau apa yang sebenarnya terjadi. Dari pada melarikan diri dari masalah dan menutup telinga dari kebenaran.

"Pas waktu gue mau ke sini gue dicegat wewe gombel." Gue tau wewe gombel yang Sehun maksud. Ya siapa lagi kalo buka tu cewek yakan?

"Gue udah usir dia bahkan kasarin tu cewek tapi tetep aja bebal dan maksa gue agar dia ikut. Bahkan dia ngancem gue kalo gue gak setuju, dia mau teriak gue lakuin sesuatu padanya."

Gue masih diam.

"Dari pada merugikan gue, gue biarin aja dia maunya apa."

Masih diam.

"Gue gak bohong Rene, gue beneran sayang sama lo, gue gak mungkin segampang itu pindah ke hati yang lain disaat lo sendiri adalah orang selalu memenuhi hati gue."  Gak peduli dengan suasana cafe yang kian ramai. Gue sama Sehun berasa dunia milik berdua. Sehun nangkup kedua sisi pipi gue terus nyium kening gue lumayan lama.

Gue masih bergelut dengan pikiran dan hati gue. Hati gue masih sakit dengan apa yang terjadi tadi. Tapi pikiran gue mengatakan gue harus percaya sama Sehun.

Akhirnya gue mengangguk setelah cukup lama diam. "Gue percaya sama lo. Lo gak mungkin khianatin gue, karena gue tau gue adalah cewek satu-satunya yang ada di hati lo."

Sehun tersenyum senang dan gue membalasnya dengan senyuman yang tak kalah manis.

"Makasih Rene. Gue cinta sama lo."

SEBATAS INSTAGRAMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang