23. Memorable

685 119 30
                                        

Malam ini begitu banyak bintang menghiasi langit yang gelap. Suara ombak begitu merdu di telinga, menenangkan hati dan pikiran.

Setelah berkencan seharian bersama Sehun. Kita memutuskan berkahir di pantai yang sudah sepi, hanya ada beberapa orang yang terlihat. Pantai ini cukup gelap , hanya ada cahaya bulan yang menerangi.

Gue semakin menyamankan diri dalam dekapan hangat Oh Sehun.

Rasanya begitu bahagia.

"Bintangnya cantik ya kayak kamu." Gue tersenyum senang lalu mengangguk.

"Aku emang cantik." Jawab Gue.

"Hun, kamu gaada niatan buat beliin aku bintang gitu? Kayak idol-idol korea yang sering banget di beliin bintang sama fansnya."

Ucap gue masih dengan mata yang menikmati keindahan bintang yang berkelap kelip.

Sehun terkekeh pelan, dia semakin mengeratkan pelukannya di perut gue. Karena memang posisi Sehun yang memeluk gue dari belakang.

"Ngapain beli bintang, gak guna banget."

"Ishh pelit banget, kamu kan anak sultan."

"Mending aku pakek uang nya buat nikahin kamu nanti."

Tuhkan mulai deh bikin gue bapernya.

Gue mengendikan bahu gue pura-pura acuh.

"Sayang, kamu mau kuliah kemana?" Gue menoleh kearah Sehun setelah bertanya tentang rencana setelah lulus nanti.

"Niatnya sih mau nikahin kamu dulu." Tangan Sehun menelusup ke balik kaos gue. Jari jemarinya mengambar pola abstrak di perutku.

"Tangannya ish nakal banget sih." Gue manarik tangan Sehun yang udah lancang.

"Untuk kamu gak pakek bikini yah." Sehun terkekeh pelan.

Gue emang hanya mengenakan kaos dan celana pendek. Tadinya Sehun nyuruh gue pakek pakaian  tertutup dan tentu saja gue tolak keras, ya kali main di pantai pakek baju syar'i.

Meskipun dengan berat hati namun akhirnya Sehun menyetujui keputusan gue. Setidaknya ini masih dalam bentuk wajar.

"Niatnya sih mau pakek." Dengus gue pelan.

"Coba aja kalo berani, gue buntingin lo disini juga." Lagi dan lagi ancaman Sehun tuh gak jauh-jauh dari buntingin gue, tapi sampe sekarang gak tuh mana berani dia. 

Karena gue percaya Sehun buka type cowok yang akan rusak ceweknya. Terbukti dari selama kita pacaran Sehun tuh jaga gue banget, meskipun kadang suka ada khilafnya dikit sih.

"Buntingin aja kalo berani mas." Gue memeletkan lidah gue ke arah Sehun.

"Nantang?" Sehun tersenyum sombong ke arah gue.

"Kenapa sih kamu makin sini makin mesum?"

"Cowok mana sih yang gak mesum. Apalagi punya doi sebohay kamu." Sehun membalas perkataan gue sambil menyubit hidung gue gemas.

"Tau ah, serius nih kamu mau kuliah kemana nanti?" Jujur sih gue bener-bener penasaran dengan rencana Sehun nanti.

"Deket-deket sini aja sih, kan banyak universitas bagus di sini juga." Sehun menjawab dengan matanya yang menerawang jauh seperti sedang memabayangkan rencanya kedepan nanti.

"Gak mau keluar negri?" Tanya gue.

"Emangnya kamu mau aku tinggal?"

Sontak gue menggeleng cepat, mana sanggup gue LDR an sama doi.

SEBATAS INSTAGRAMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang