Gue menghela nafas lelah, hari ini gue harus kembali bersekolah setelah dua hari lamanya gue harus beristirahat total karena tubuh gue yang tidak sehat akibat insiden kehujanan saat menunggu Sehun waktu itu.
Dan selama itu pula Sehun gak ngabarin gue, gue sendiri pun tak mau mengirimi pesan pada kekasih gue itu. Perasaan dongkol dan kecewa sangat kentara di hati gue saat ini.
Gue menyambar tas yang tergeletak di meja belajar lalu melangkah keluar, saat berada di anak tangga kedua dari atas, gue melihat Sehun yang sedang duduk di sofa keluarga dengan tatapan yang mengarah ke gue.
Sehun tersenyum kecil dan hal itu malah membuat hati gue teriris pilu, kenapa dia masih bisa tersenyum? Apa dia gak sadar dengan kesalahannya?
Gue kembali berjalan menuruni tangga dan melewati Sehun. Mood sarapan gue hangus seketika saat melihat Sehun yang terlihat baik-baik saja.
"Kamu nggak sarapan dulu?"
Gue hanya menggeleng pelan, ternyata Sehun mngikuti gue dari belakang. Gue menoleh ke samping saat Sehun berada di samping gue dia menggenggam jemari gue lalu mengecupnya pelan.
"Maap ya soal kemarin, aku sibuk banget." Sehun berkata dengan tatapannya yang bersalah, hal itu justru membuat gue berdecih lirih.
"Gapapa, toh aku gak penting buat kamu kan?" Sarkas gue.
"Kata siapa? Kamu tuh penting banget buat aku Rene. Aku sayang sama kamu."
"Udahla, bentar lagi bel masuk. Kamu kesini mau jemput aku kan? Yaudah ayok." Gue berjalan terlebih dahulu lalu masuk ke mobil Sehun yang terpakir dihalaman rumah gue.
Gue memalingkan muka saat Sehun duduk di samping gue.
"Kamu pasti marah ya? Maapin aku Rene, aku janji gak bakalan kayak kemarin lagi."
Gue menunduk saat dirasa air mata gue tak dapat di bendung lagi. Isakan kecil keluar dari mulut gue. Rasa sesak di hati semakin memberontak minta di ungkapkan, gak tau kah dia jika kemarim gue hampir aja di jahatin sama cowok brengsek? Sampe kehujanan nunggu dia yang gak dateng-dateng. Gue sakitpun dia gak ada buat gue. Setiap gue berusaha menghubunginya selalu panggilan sibuk atau gak di angkat dan setelahnya gak aktif. Ada banyak hal yang berada di pikiran gue tentang dia. Gue takut kalo dia selingkuh, gue gak siap untuk itu.
"Rene, jangan nangis tolong.. Aku gak suka liat cewek nangis apa lagi nangis karena aku." Sehun menarik gue kepelukannya dan hal itu sukses membuat tangisan gue pecah seketika.
"Lo hiks lo keterluan tau gak? Hiks hiks.. Lo bener-bener brengsek hiks.." ucap gue dengan suara parau di tengah tangisan gue. Tangan gue memukul-mukul dada Sehun.
"Maapin aku.. Aku menyesal udah lakuin gitu ke kamu, aku serius Rene aku minta maap sama kamu. Kamu tau kan? Jika dihati aku cuman kamu doang, cuman kamu yang aku cintai gak ada yang lain dan gak akan pernah." Sehun menahan tangan gue lalu menempelkan keningnya di kening gue. Dia mengusap kedua pipi gue yang berlingan air mata.
Gue sempat terlena dengan kata-kata Sehun, tapi rasanya gue ingin egois kali ini. Gue harus memperjuangkan perasaan gue kan?
"Terus kamu kemana aja selama ini? Kenapa kamu susah aku hubungi? Aku yakin saat aku sakit pun kamu gak tau kan?"
Gue melihat Sehun tersentak kecil lalu dia bersikap tenang.
"Lihat? Kamu gak tau kan, pasti ada hal baru yang membuat kamu sampe lupa sama kekasihnya sendiri."
Sehun menggeleng lalu bergumam lirih. "Maap."
"Ngaku aja , kamu selingkuh kan?" Gue terkekeh sumbang lalu menatap Sehun penuh luka.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEBATAS INSTAGRAM
FanfictionNON BAKU. Deketnya di instagram doang emang ada? Ada dong! Buktinya gue harus mati-matian ngejar cinta doi berawal dari instagram. Highest Rank: 3 in #hunrene 29 Mei 2019 7 in #wenyeol 02 oktober 2019 5 in #wenyeol 26 oktober 2019 4 in #wenyeol 29...
