"S-sehun?"
Gue menggeleng pelan mencoba menyangkal apa yang baru saja gue lihat.
Kaki gue mundur perlahan, merasa tidak sanggup dengan situasi saat ini.
Gue berlari keluar dengan air mata yang bercucuran. Rasanya sangat tidak mungkin jika Sehun berbuat hal hina seperti itu. Padahal semalam kita masih berhubungan baik, bahkan tadi pagi juga sempat saling memberi pesan.
Gue berjongkok dengan tangisan yang tak kunjung berhenti, masa bodo dengan orang-orang yang melihat gue aneh. Toh mereka tidak tau apa yang sedang gue rasakan.
Gue menepuk-nepuk dada gue pelan guna menghilangkan rasa sakit di hati gue yang kiat membara setiap gue mengingat potongan-potongan adegan tadi.
Sakit. Sangat sakit.
Gue lebih baik di tinggal pas lagi sayang-sayangnya dari pada di tusuk dari belakang.
"Hai, cewek~ loh kok nangis?"
Merasa ditujukan pada gue, gue mendongak ke orang barusan lalu mata gue membulat kaget dan refleks bangun dengan telunjuk mengarah ke mukanya.
"Kamu kenapa nangis sih?" Kata cowok itu.
Gue mengerjap-ngerjapkan mata gue yang sembab. Kenapa bisa?
"Se-sehun? Kok-" Gue gak sanggup melanjutkan perkataan gue. Otak gue bekerja keras mencoba memahami situasi saat ini.
"Kamu kenapa yang? Kok malah nangis disini, dari tadi aku nunggu loh." Kata Sehun menghapus air mata gue. Gue melepaskan tangan Sehun dan menatapnya serius.
"Jawab aku. Kamu abis dari mana?"
Sehun terdiam beberapa detik lalu menjawab."Abis nemenin Baekhyun, terus nyari kamu."
"Nah sekarang, coba jelaskan padaku dari mana asalnya air mata sialan ini hm?" Lanjut Sehun.
Gue menganga tak percaya.
"Ak-aku barusan ke kamar kamu te-terus liat kamu lagi emm.."
"Apa?"
"I-itu.."
"Itu apa sih Rene, ngomong yang jelas."
"Aku liat kamu lagi emm membuahi sel telur."
Eh anjir bahasa apa itu??
Gue melihat Sehun yang menatap gue dengan tatapan seolah-olah tengah berfikir.
"Kamarku dikunci." Jawabnya.
What?!! Jangan bilang kalo gue salah kamar??
"Kamar kamu nomor berapa?" Tanya gue menatap Sehun tak sabaran.
"112."
Gue mencoba mengingat kamar nomor berapa yang gue masuki tadi. Jujur sih gue gak terlalu merhatiin nomornya, tapi seingat gue, kamarnya itu ada angka 1 dan 2 nya. Kalo gak salah 121.
Mata gue membulat kaget, jadi gue beneran salah masuk kamar? Dan gue mengira kamar itu milik Sehun, lalu memergoki pasangan yang sedang berbuat jina. Asdfghjkl
"Ekhem! Irene nakal ya, main masuk kamar orang, abis gitu pergoki orang lagi ikeh—"
Gue membekap mulut Sehun sambil melirik sekitar takut kalo ada yang denger.
Sehun melepaskan tangan gue dengan alisnya yang naik turun.
"Gimana tuh rasanya nonton live?"
Gue meninju perut Sehun pelan, "Ngeselin!!" lalu gue berbalik ninggalin Sehun.
KAMU SEDANG MEMBACA
SEBATAS INSTAGRAM
Fiksi PenggemarNON BAKU. Deketnya di instagram doang emang ada? Ada dong! Buktinya gue harus mati-matian ngejar cinta doi berawal dari instagram. Highest Rank: 3 in #hunrene 29 Mei 2019 7 in #wenyeol 02 oktober 2019 5 in #wenyeol 26 oktober 2019 4 in #wenyeol 29...
