Sebisa mungkin gue menampilkan senyum terbaik saat ini, mengesampingkan rasa egois di hati gue. Dan bersikap seolah semuanya baik-baik saja.
Hari ini, terhitung dari Lima hari setelah Sehun ninggalin gue di Mall. Dan selama itu Sehun gak pernah ada buat gue. Dia selalu hilang tanpa kabar. Atau bahkan disaat kita tengah berkencan maka Sehun akan segera pamit pulang terlebih dahulu menyisakan kekosongan yang mendalam.
Sekolah kembali di gegerkan dengan adanya siswi baru, pindahan dari Singapore. Satu fakta lagi yang membuat semua murid disini berdecak kagum dia cewek yang sangat cantik terlebih dia adalah sahabat Sehun.
"Sehun kenapa mereka melihat kesini sih?"
Suara manja asal cewek itu mengalihkan perhatian gue. Gue tersenyum malas.
"Ya gimana nggak, lo duduk dengan cowok orang apa lagi di depan ceweknya." Gue sengaja mengucapkan itu guna menyindir dia yang tak tau diri.
Bayangkan saja, dia bersikap seenaknya dan merasa menjadi orang yang paling mengenal Sehun. Semenjak berkenalan tadi pagi, awalnya gue biasa-biasa saja dengannya tapi ketika melihat dia meneliti gue dari atas hingga bawah terus tersenyum remeh membuat gue kesal setengah mati.
Dan yang membuat darah gue mendidih adalah dia dengan Sehun sekelas. Lalu sekarang, di jam istirahat, Sehun dan sahabatnya duduk sampingan dengan jarak yang begitu minim. Apa lagi sikap cewek itu yang manja pada Sehun membuat gue mendengus beberapa kali.
Lalu gue, gue hanya jadi pajangan tak guna di depan mereka. Awalnya gue senang Sehun ngajak makan siang tapi seketila luntur saat mengetahui ada cewek itu lagi. Gue hanya menonton atau mendengar percakapan mereka. Disini sebenarnya siapa yang kekasihnya Sehun sih?
"Rene, bisa gak sih kamu lebih lembut sama Jungyeon? Dia murid baru disini, dan belum punya temen." ucap Sehun menatap gue intens
"Emang di kelas kamu kekurangan cewek Hun? Kan dia bisa kenalan." Gue memutar mata jengah, ntah sudah berapa kali hari ini gue melakukan hal itu.
"Dia kan murid baru, wajar aja kalo belum akrab." Balas Sehun.
Gue mendengus remeh.
"Gak usah egois deh Rene."
"Kamu yang egois!"
"Sehun udah deh, aku gak mau kalian berdua berantem gara-gara aku." Bahkan gue sampe muak denger kata-kata yang ia buat sehalus mungkin. Untuk menyebut namanya saja gue enggan.
"Halah taik!"
"Rene, jaga bahasa lo!" Sehun berteriak cukup kencang hingga semua perhatian murid berpusat ke arah kita.
Awalnya gue kaget Sehun bentak gue, tapi sesaat kemudian gue menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca, tak menyangka Sehun akan membentak gue terlebih gara-gara cewek yang si sampingnya.
"Lo bentak gue?" tanya gue pelan meredam tangisan yang segera keluar.
"Demi dia?" Gue menatap Sehun tak percaya sambil menunjuk cewek yang saat ini menatap gue datar.
"SEBENERNYA CEWEK LO ITU GUE APA DIA?!!" Gue berteriak serak, satu tetes air mata meluncur gitu aja di mata gue membentuk aliran sungai di pipi gue.
"LO BILANG GUE EGOIS? LO GAK SADAR DENGAN KELAKUAN LO SENDIRI HAH?! LO SELALU ADA WAKTU BUAT DIA TAPI TIDAK BUAT GUE!! GUE SELALU SABAR SAMA SIKAP LO. GUE SELALU MENGERTI KEADAAN LO! DAN LO BILANG GUE EGOIS?!!" Gue meludah ke samping lalu menatap Sehun nanar dengan nafas yang tersenggal-senggal.
Sehun menarik lengan gue lalu menekan kuat genggamannya sampe gue meringis pelan. Cengkraman Sehun sangat kuat.
"Apa gue pernah minta lo buat ngerti keadaan gue? Lo sendiri yang suka rela ngelakuin itu. Jadi lo gak usah salahin gue." Bisik nya sarkas. Bahkan gue bisa menilai tatapan tajam Sehun saat ini. Gue sendiripun tak mengenali tatapan Sehun yang dilontarkan untuk gue. Semarah itu kah hanya karena sikap gue yang gak suka sama sahabatnya itu?
KAMU SEDANG MEMBACA
SEBATAS INSTAGRAM
FanfictionNON BAKU. Deketnya di instagram doang emang ada? Ada dong! Buktinya gue harus mati-matian ngejar cinta doi berawal dari instagram. Highest Rank: 3 in #hunrene 29 Mei 2019 7 in #wenyeol 02 oktober 2019 5 in #wenyeol 26 oktober 2019 4 in #wenyeol 29...
