Juni - 06

1.3K 175 7
                                    

Festival Musim Panas, hal yang sangat biasa dikunjungi oleh banyak orang ketika bulan Juni sudah datang yang menandakan bahwa Musim Panas sudah dimulai. Banyak orang yang akan memilih untuk pergi ke pantai atau pergi berlibur ke tempat lain bersama temannya, kekasihnya, atau bahkan keluarganya.

Dan banyak pula orang yang akan pergi ke Festival Musim Panas saat malam hari untuk melihat kembang api atau sekedar berkencan dan mengisi waktu kosong. Hal tersebut sama sepeerti alasan Dazai bersama [name] dan teman sekelasnya yang memilih untuk berkumpul dan mengunjungi Festival Musim Panas bersama-sama meskipun tidak banyak diantara mereka memilih belajar, atau mungkin sudah berlibur ke luar kota bersama keluarganya.

"Ingin memakan takoyaki atau okonomiyaki?" Tanya Kouichi, salah satu teman kelas Dazai dan [name]. "Bagaimana jika keduanya? Kita bisa berbagi jika menginginkannya, bukan?" Usul Dazai yang diangguki setuju oleh teman kelasnya termasuk [name]. Mereka memilih untuk berjalan bersama menuju tempat yang memang sudah disediakan untuk bersantai sambil menunggu acara kembang api dimulai.

"[Name]-chan?"

[Name] menolehkan kepalanya saat mendengar teman kelasnya memanggil namanya, "ada apa, Shiratori-san?" Tanya [name] yang dibalas gelengan kepala pelan dari Shiratori, [name] hanya mengangkat bahunya acuh sebelum membantu Kouichi meletakkan takoyaki dan okonomiyaki di tengah-tengah mereka.

Mereka semua mulai memakan satu per satu tusuk takoyaki dan satu per satu potongan okonomiyaki yang sesekali diisi oleh obrolan atau candaan lucu. Setelah itu, mereka kembali mengobrol tanpa membuang sampah makanan yang mereka habiskan. Hal tersebut membuat [name] memutar kedua bola matanya kesal kemudian membuang bungkus makanan tersebut, tanpa menyadari tatapan dari seseorang yang memandangnya dengan senyum miring di wajahnya.

Saat kembali, [name] menolehkan kepalanya kekanan-kiri untuk mencari keberadaan Dazai yang menghilang entah kemana. "Dazai-san bilang ingin ke toilet, [name]-san" ucap Kouichi saat melihat aksi bingung [name], sedangkan [name] menggaruk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal itu karena ucapan Kouichi.

'Eh, apa aku mengenal Dazai?' Pikir [name] bingung dengan siapa seseorang yang bernama Dazai, saat ingin menanyakan perihal tentang Dazai, teman kelas [name] terlebih dahulu memotong ucapannya.

"Apa menyenangkan mempunyai Kekasih seperti Dazai, ya?"

"Dazai-san memang pandai, sih."

"Meskipun terkadang aneh."

"Dan terlalu santai."

[Name] melukiskan senyuman kaku saat teman kelasnya mulai mengomentari sifat baik dan buruk seorang Dazai Osamu yang notabenenya adalah Kekasih [name]. "Kamu tidak ada niat untuk putus dengan Dazai dan mencoba menjalin hubungan denganku, [name]-chan?"

Kedua pupil [name] sedikit membulat sempurna saat merasakan sebuah benda yang dilindungi oleh plastik transparan itu menyentuh pipinya, binar senang terlihat di pancaran kedua bola mata [name] ketika melihat benda apa yang menyentuh pipinya. "Permen apel! Terimakasih, Osamu" ucap [name] dengan senyuman manisnya.

Dazai membusungkan badannya kemudian tersenyum remeh pada Reiji, "sepertinya [name]-chan tidak ingin putus denganku" ucap Dazai yang membuat Reiji kesal lalu mengejar Dazai, benar-benar kekanakan, bukan? Namun jangan menilai seseorang dari apa yang biasa kita lihat, karena mereka bisa saja berubah menjadi orang lain jika tidak berada di hadapan kita.

Suara letupan kembang api membuat mereka semua menoleh dan mengabadikan moment di tahun terakhir Sekolah Menengah Pertama mereka. Diam-diam, Dazai mengambil gambar [name] ketika menatap letupan kembang api dengan mata kagum. "Kekuatan memanipulasi ingatan memang hebat ya, jika aku tidak mengaktifkan kekuatanku mungkin [name]-chan tidak akan mengingatku selamanya. Bukankah itu sangat kejam---

---Shiratori-san?"

Sekitar sepuluh menit waktu yang mereka habiskan untuk melihat kembang api, kini mereka semua sedang berada di arah jalan pulang ke rumah masing-masing. Tidak terkecuali [name] bersama Dazai yang memilih untuk berjalan kaki menikmati hawa malam hari dengan tangan yang saling bertautan.

Tubuh mungil [name] jatuh di pelukan Dazai ketika tangan Dazai terulur menarik lembut, [name] merasa nyaman saat ini menghiraukan atau lebih tepatnya tidak mengetahui jika Dazai memasang penyumpal telinga agar dirinya tidak dapat mendengar suara pertarungan Chuuya dengan Shiratori.

"Maaf, kali ini aku melibatkanmu dalam pekerjaanku" ucap Dazai yang tentunya tidak dapat di dengar oleh [name].




[MHS Project]


[Middle School Version]


[Dazai Osamu x Reader]


[Bungou Stray Dogs]

[✅] Middle School [Dazai Osamu] [BSD] [✅]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang