Januari - 01

816 111 13
                                    

Sama halnya dengan bulan Desember, bulan Januari identik dengan tahun baru perubahan tahun dan awal mula pertempuran untuk murid sekolah tingkat akhir. Banyak yang memilih untuk berkunjung ke Festival Tahun Baru, hanya melihat kembang api dari rumah dan berkumpul bersama keluarga, ataupun tidur.

Namun, [name] dan Dazai memilih untuk menggunakan waktu libur mereka mendalami pelajaran atau lebih tepatnya Dazai dengan terpaksa membantu [name] belajar. Seperti yang dikatakan sebelumnya, [name] sangat payah dan kesusahan dalam mengingat suatu teori dan dia hanya akan senang pada pelajaran tersebut jika di sub bab materi terdapat perhitungan rumus.

"[Name]-chan, sebentar lagi tahun baru dimulai. Jangan fokus dengan buku saja."

[Name] sedikit melirik Dazai yang sedang menumpu dagunya dengan salah satu tangannya sembari menghembuskan nafas bosan. Helaan nafas kasar terdengar ketika Dazai tidak mendapatkan balasan apapun dari ucapannya, bahkan kini [name] menghiraukannya dan memilih untuk fokus dengan buku pelajarannya.

"Aku memilih sekolah yang memiliki nilai kelulusan yang tinggi, Osamu. Jadi aku harus meningkatkan belajarku."

Dazai mengembungkan pipinya, "aku bisa membantumu memberikan contekan untukmu. Lagipula kita akan memasuki sekolah yang sama lagi" ucap Dazai yang membuat [name] memukul kepalanya menggunakan kamus tebal.

"Aku harus bisa mengerjakannya sendiri, aku tidak mau merepotkanmu terus. Lagipula waktu dapat membuat masalah bertambah, kalau kamu tidak ada disaat aku membutuhkan otakmu bagaimana? Bisa-bisa aku dikatakan curang oleh teman kelasku."

Mendengar ucapan [name] membuat Dazai bungkam dan sedikit terkejut, 'dia sudah mulai dewasa, ya?' Pikir Dazai sambil melukiskan senyuman tipis, namun itu hanya bertahan beberapa detik saja karena kini Dazai sedikit membuka mulutnya saat mendengar kalimat selanjutnya yang [name] ucapkan.

"Aku juga ingin membuatmu mengandalkanku."

Tertegun, itu yang Dazai rasakan saat ini. [Name] menundukkan kepalanya, merasa malu dan sedikit gugup karena telah memaksa Dazai untuk pertama kalinya. "Ah, aku lapar. Rasanya sudah lama sekali tidak memakan masakan rumah."

"Kamu ingin aku buatkan apa? Aku baru saja membeli bahan makanan."

"Benarkah? Kalau begitu kari."

"Baiklah, aku akan memasaknya."

"Aku mengandalkanmu, [name]-chan."

Senyuman lebar menghiasi wajah [name] saat mendengar ucapan Dazai, kedua mata Dazai beralih menatap arah langit malam yang sebentar lagi akan dihiasi oleh letupan kebang api yang berwarna-warni. Memasak Kari tentu membutuhkan waktu yang sangat lama untuk mencampurkan bahan, memasak daging ayam, memasak kentang, serta membiarkan campuran bahan tersebut mendidih sekita sepuluh menit.

Dan hal tersebut membuat Dazai sangat bosan dibanding sebelumnya karena menunggu [name] memasak kari untuknya. Dazai langsung bersemangat saat mendengar suara pintu terbuka dan memperlihatkan [name] membawa nampan berisi dua piring makanan kari dan dua gelas air jeruk.

"Selamat makan."

Setelah mengucapkan itu, mereka berdua memasukkan satu suap sendok ke dalam mulut mereka masing-masing. "Rasa pedas yang sangat cocok untuk lidahku. Aku kira kamu membuatkan kari yang pedas untukku, [name]-chan" ucap Dazai memuji masakan [name], kerutan dahi bingung terlihat jelas di wajah [name].

"Aku kira Osamu tidak terlalu menyukai rasa pedas, aku salah?"

Untuk kedua kalinya Dazai tertegun, seingatnya dirinya tidak pernah mengatakan bahwa rasa pedas adalah musuhnya tetapi [name] membuatkan kari dengan rasa pedas yang cocok dengan lidahnya. "Kau benar" ucap Dazai sebelum kembali memasukkan suapan demi suapan ke dalam mulutnya dengan cepat.

"Jangan makan terlalu cepat, nanti tersedak."

DUAR!

Langit malam kini terlihat cerah dan berwarna ketika letupan kembang api dimulai yang menandakan bahwa hari ini adalah hari dimana waktu awal tahun baru dimulai yang berarti merupakan tahun bagi murid tingkat akhir untuk bertempur dengan jadwal ujian mereka.

"Tahun pertempuran kita, ya?"

"[Name]-chan pasti bisa lulus ujian masuk, aku percaya itu."

Kedua sudut bibir mereka tertarik membuat lengkungan senyuman tipis di wajah mereka, "Selamat Tahun Baru dan Selamat Berjuan untuk Ujian Sekolah dan Ujian Masuk SMA." Tawa dari keduanya mengisi suasana malam atau mungkin biasa dikatakan waktu dini hari di awal Tahun Baru mereka.




[MHS Project]


[Middle School Version]


[Dazai Osamu x Reader]


[Bungou Stray Dogs]

[✅] Middle School [Dazai Osamu] [BSD] [✅]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang