Acara kelulusan bagi angkatan kelas tiga sudah berakhir beberapa menit yang lalu, kini mereka semua ada yang saling mengobrol, mengambil foto bersama, berterimakasih pada kegiatan klub yang mereka ikuti selama tiga tahun, dan ada juga yang bersantai seperti [name] dan Dazai yang sedari tadi hanya melihat apa yang dilakukan oleh teman kelas mereka.
Kelopak bunga sakura jatuh diatas surai [name] membuat Dazai seperti melihat sebuah seni rupa tiga dimensi yang sangat mahal dan antik, tangannya pun terulur untuk mengaktifkan handphonenya kemudian memotret moment tersebut.
[Name] hanya fokus kepada teman kelasnya itu, tanpa menyadari bahwa dirinya menjadi objek photography Dazai. Setelah selesai mengambil foto [name], Dazai mengganti wallpaper lamanya dengan foto [name].
"Osamu, kita tidak akan berpisah, kan?"
"Tentu saja."
"Aku hanya merasa akan sangat merindukan mereka."
Suara tawa teman kelasnya membuat [name] mengucapkan kalimat tersebut, tangan Dazai terulur untuk menyandarkan kepala [name] ke bahunya. kedua mata [name] perlahan-lahan terpejam saat merasakan hilir angin yang cukup kencang serta aroma musim semi yang tercium di hidungnya.
Dengkuran halus membuat lengkungan tipis di wajah Dazai, teman kelas mereka diam-diam mengambil moment mereka berdua. Jari telunjuknya, Dazai tempelkan di bibirnya yang mengisyaratkan agar teman kelas mereka tidak terlalu berisik dan membangunkan Kekasihnya.
Teman kelas mereka perlahan-lahan mendekati Dazai dan [name] lalu meminta seorang murid untuk memfoto mereka berdua, untuk pertama kalinya Dazai merasakan perasaan bagaimana berfoto bersama dengan teman kelasnya. Karena sebelum sekolah dan bertemu dengan [name], Dazai hanya belajar dari buku yang berada di ruangan Mouri dan hidup di bawah pengawasan Port Mafia.
Jika [name] berterimakasih kepada Dazai karena sudah merubah kehidupannya dan menolongnya dari ingatan serta percobaan bunuh diri akibat kekuatan musuh Dazai, maka Dazai juga berterimakasih kepada [name] karena sudah membuatnya jatuh cinta dan menerima dirinya menjadi Kekasih pertama [name].
Di bawah pohon sakura dengan hilir angin yang menyapu wajah mereka, Dazai mencium bibir [name] untuk pertama kalinya setelah satu tahun berkenalan dan menjalin hubungan. Tidak ada yang dapat menggantikan perasaan bahagia yang dirasakan oleh Dazai.
Bahkan, Dazai rela melakukan apapun agar dirinya bisa bersama dengan [name] seperti memasuki Sekolah Menengah Atas yang sama dengan [name] dan juga Dazai mulai sekarang akan menyiapkan kebutuhannya untuk tinggal bersama dengan [name].
"[Name]-chan,"
Gerakan bibir Dazai yang mengucapkan sesuatu membuat [name] yang sedang tidur melukiskan senyuman bahagianya. Kalian tahu? Terkadang selama kita tidur, saraf dan beberapa indra kita tetap bekerja dan mengetahui apa yang terjadi namun ketika kita bangun, kita seakan-akan melupakannya dan tidak tahu apa yang terjadi.
"aku sangat mencintai dirimu. Terimakasih karena mau menerimaku."
Itulah sepenggal cerita [Fullname] dengan Dazai Osamu selama satu tahun terakhir di masa Sekolah Menengah Pertama mereka. Tidak ada perlakuan khusus, namun mampu menggerakan hati mereka berdua untuk lebih terikat satu sama lain. Terkadang, cinta dapat mengalahkan segalanya, bukan?
-Dazai Osamu dan [Fullname]-
[MHS Project]
[Middle School Version]
[Dazai Osamu x Reader]
[Bungou Stray Dogs]

KAMU SEDANG MEMBACA
[✅] Middle School [Dazai Osamu] [BSD] [✅]
Fanfiction❝Sepenggal cerita antara [Fullname] bersama Dazai Osamu di masa Sekolah Menengah Pertama mereka dari 4 April tahun 2019 hingga 3 Maret 2020.❞ [MHS Project] [Middle School version] [AkariAFuku]