Desember - 12

776 118 12
                                    

Bulan Desember identik dengan upacara penutupan akhir tahun dan kegiatan natal, sama seperti yang dilakukan seluruh murid termasuk [name] dan Dazai yang harus merelakan tenaga dan waktunya untuk mendengarkan pidato Kepala Sekolah yang sangat panjang seperti jalur kereta itu.

[Name] menyikut pelan perut Dazai saat Dazai menguap lebar, terlihat jelas di raut wajahnya jika dirinya sangat lelah dan mengantuk. Suara debuman yang cukup keras mampu membuat seluruh atensi murid serta guru teralihkan, Dazai terjatuh tidak sadarkan diri yang membuat para petugas kesehatan langsung membawa Dazai menuju ruang unit kesehatan dibantu oleh [name].

Suara dengkuran halus keluar dari Dazai membuat [name] bernafas lega, setidaknya [name] mengetahui apa yang membuat Dazai tidak sadarkan diri. "Kelelahan, ya?" Gumam [name] sambil mengusap lembut surai Dazai.

"Apa yang kau kerjakan hingga kelelahan seperti ini, Osamu?"

Tentu saja pertanyaan [name] tidak akan dijawab oleh Dazai karena Dazai sudah terlelap dan memasuki alam mimpinya.

"Osamu, aku sangat senang bertemu denganmu."

[Name] mulai mengungkapkan rasa senangnya dimulai dari pertemuan mereka berdua, memulai suatu hubungan dengan langkah awal pertemanan dimana Dazai menjadi murid baru di kelasnya, menjadi teman dekat, membantu dirinya mencari pekerjaan, membantu dirinya untuk sedikit demi sedikit melupakan kenangan kelamnya, dan juga membantu dirinya untuk mengenal sebuah perasaan suka dan sayang kepada seseorang.

Dazai melakukan semua itu untuk [name], dirinya merasa beruntung bertemu Dazai meskipun terkadang Dazai selalu membuatnya khawatir karena perilakunya yang mencoba untuk melakukan bunuh diri maupun pekerjaannya sebagai eksekutif Port Mafia.

"Kamu membuatku khawatir, jangan sampai terluka di medan pekerjaanmu. Hiduplah layaknya murid normal, Osamu."

Kekehan kecil keluar dari mulut [name] setelah mengucapkan kalimat tersebut, "meskipun aku pernah melakukannya, sih. Aneh, padahal kita sama-sama pernah melakukannya tapi aku malah menasehatimu."

Suara pintu terbuka membuat [name] menolehkan kepalanya dan melihat salah satu teman kelasnya, "ada apa, Maki-chan?" Tanya [name], Maki mengatupkan kedua tangannya seperti seseorang yang sedang memohon sesuatu.

"Kami membutuhkan tenagamu, kami kekurangan tenaga untuk membersihkan kelas. Para cowok sudah kabur, Dazai-san juga sedang tidak sadarkan diri."

Penjelasan Maki membuat [name] melihat Dazai yang tertidur pulas, "baiklah, aku akan ikut membantu setelah membuatkan Osamu teh hangat."

"Wah, terimakasih [name]-chan."

Anggukan kepala diberikan oleh [name] sebelum melangkahkan kakinya menuju pantry di ruang unit kesehatan untuk membuatkan Dazai segelas teh hangat. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit membuat segelas teh hangat.

Tangan [name] terulur mengusap lembut surai Dazai sebelum mengecup kening Dazai. Maki mulai menggoda [name] karena perilaku romantis dari [name]. Mereka berdua terus mengobrol sembari berjalan menuju kelas mereka, tanpa menyadari bahwa Dazai sedari tadi tidak benar-benar sadarkan diri.

"Dia khawatir, ya?"




[MHS Project]


[Middle School Version]


[Dazai Osamu x Reader]


[Bungou Stray Dogs]

[✅] Middle School [Dazai Osamu] [BSD] [✅]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang