bab 12

20 0 0
                                    

                                                     *******





Shane mendongak ketika dia mendengar seseorang memangil namanya . Namu ketika mendongak Shane seakan tersambar petir,  dia sangat syok sehingga membuat tubuhnya menegang dan terpaku.

Sosok yang memanggilnya  langsung menahannya di pelukannya. Dia menaruh kepalannya di ceruk leher Shane .

" Aku merindukan mu " kata sosok itu

Shane masih mematung, sekilas kejadian beberapa Minggu lalu menghampirinya.

Seketika Shane tersadar.  Dia sontak mendorong orang yang memeluknya.

Shane menggelengkan kepalanya. air matanya jatuh.

" K..kau ." Tunjuknya

Shane mundur beberapa langkah. Dia hampir terjatuh.

Namun sosok itu yang tak lain adalah Devanio hendak menghampiri nya.  namun terhenti karena teriakan Shane.

" Berhenti.." Teriak Shane

Shane melihat syok laki-laki didepannya. Laki-laki yang sama yang telah merenggut kehormatannya.

" Jangan mendekat " kata shane

Shane hendak berbalik pergi namun Devanio menahan tangannya.

" Lepaskan " jerit Shane

" Tidak akan Shane " terik laki-laki tersebut.

Sontak membuat Shane terdiam. Dia  terkejut dan sangat takut.

Devanio mendekat Shane menangkup wajah shane.

" Aku tidak akan melepaskan mu " katannya sambil menyatukan keningnya dengan kening Shane

" Kau milik ku.. milikku " tambah Devanio

Devanio kemudian mencium bibir Shane. Shane berontak, dia memukul-mukul dada Devanio, namun Devanio tidak berhenti.

Shane sangat panik.

Devanio terus menciumnya hingga Shane merasakan tubuhnya lemas. dia hampir kehabisan nafas baru Devanio melepaskannya. Devanio menahan pinggang Shane agar tidak jatuh.

" Aku tidak akan pernah melepaskan Mu Shane ..." Kata Devanio lagi

" Ku moho lepaskan aku" kata Shane

" Kenapa aku" tambah Shane menagis

" Karena memang harus dirimu " kata Devanio

Devanio kemudian  mengendong shane ala bridal style menuju kamar yang sering dia gunakan jika lembur.

Shane kaget dan sangat takut ketika dia melihat Devanio membawanya kesebuah ruangan.

Dia berontak, dia terus memukul-mukul lengan Devanio.

" Ku moho jangan... Jangan lagi " teriaknya

Shane terus berusaha melepaskan diri dari Devanio namun usahannya gagal. Devanio melakukannya lagi dan dia bahkan tidak bisa berbuat apa-apa.

.

.

Kini Shane tengah menangis di balik selimut yang menutupi tubuhnya. Dia melihat bajunya sudah terkoyak tak layak pakai tergeletak di lantai.

Shane Kemudian mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Devanio keluar dengan hanya mengunakan handuk yang hanya melilit pinggangnya .

Devanio kemudian memakaikan kembali bajunya. Setelah itu menunduk mengecup kening Shane .  Shane hanya diam menahan tangis.

SHANETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang