Bab 14

22 0 0
                                    

                                                     

                                                      *******



Devanio sudah seperti kesetanan. dia sudah dikuasai amarah ketika mendengar Shane ingin pergi ke Indonesia meninggalkannya.

Flash back

Devanio sedang diperjalanan menuju apartemen Shane ia hendak menjemput Shane untuk berangkat bersama.

Namun ditengah jalan Niel mendapat telpon dari pengawal yang ditugaskan mengikuti Shane bahwa shane saat ini sedang di bandara dan akan terbang ke Indonesia tepat pukul 8 . Setelah itu Niel melapor padanya

Mendengar itu Devanio langsung mengeraskan rahangnya dia sangat marah.

" Berhenti " teriknya pada sopir

Seketika sopir mengerem mendadak terkejut mendengar teriakkan Devanio.

Devanio Kemudian  keluar dan membuka pintu sopir. Ia menarik paksa sopirnya keluar kemudian ia masuk.

" Keluar " teriaknya pada Niel sontak Niel keluar dari mobil.

Devanio memutar mobilnya tanpa menghiraukan banyak mobil yang mengklakson dan berhenti mendadak akibat ulahnya. Dia melajukan mobilnya dengan gila-gilaan menuju bandara. urat-urat ditangannya mengencang, wajahnya merah serta giginya bergemelatuk menahan amarah yang siap meledak. Dia menyalip semua mobil didepannya seperti pembalap profesional.

Tak lama kemudian sampai dia bandara. kedatangannya menarik banyak perhatian akibat bunyi ban ketika dia mengerem sangat keras. Dia membuka pintu mobilnya kemudian tanpa menutup kembali pintu mobilnya berlari memasuki Badara kedatangannya banyak menarik perhatian karena sekali lagi siapa yang tak kenal Devanio Grayson.
Dia tidak mempedulikan orang-orang yang melihatnya ia berlari menuju pusat pemberitahuan mencari pesawat yg ditumpangi Shane dan kemudian ia menemukan nya. Ia langsung berlari menuju pesawat .

Dan sekitar 10 berlarian

Devanio menemukan pesawat yang dia cari, Devanio melihat petugas hendak menutup pintu pesawat namun dia segera berlari menghampirinya.
"Stop..buka pintunya " teriaknya
Petugas yang diteriaki sontak membuka pintu pesawat, Devanio segera memasuki pesawat dan mencari-cari keberadaan Shane.

Akibat ulah Devanio sontak seisi pesawat ribut, mereka marah atas tindakan Devanio namu semua orang yg berteriak marah segera menggigit lidahnya ketika mereka mengetahui siapa yang membuat kegaduhan.
Lama mencari, mata Devanio berhenti pada sosok yg duduk didekat jendela. Sosok itu memakai masker dan headset dan dia sedang melihat ke luar jendela. Sekali lihat saja ia sudah tau kalau sosok itu adalah Shane Adriana, wanitanya.

Flash back end

Saat ini jam sudah menunjukkan hampir pukul 11 siang.

Devanio berhenti ketika dia melihat shane tak sadarkan diri. Devanio berdiri dan memungut baju yang berserakan. Dia menaruh nya di keranjang setelah itu dia berjalan kembali menuju ranjang. Devanio membenarkan posisi Shane kemudia menyelimutinya. Dipandangnya wajah Shane kemudian dia pergi kekamar mandi.

15 menit kemudian

Devanio keluar dari kamar mandi kemudian memakai baju santai . Setelah selesai dia melirik Shane di atas ranjangnya setelah itu dia berjalan menuju ruang kerja. Sebelum itu Devanio memanggil bi Merry yang merupakan kepal pelayan di mansion nya. Dia meminta bi Merry mengurus Shane.

SHANETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang