Bab 1

55 0 0
                                    

                         
                                                

Saat ini rintik hujan tengah melanda  daerah elit dari New York city, Manhattan . Meskipun begitu tak halnya menghalangi orang-orang untuk beraktivitas. Bisa dilihat dari hiruk pikuk orang-orang yang berlalu-lalang memulai aktivitas pagi  serta  banyaknya kendaraan yang melintas di jalanan.

Di tegah keramaian hiruk pikuk orang-orang.  seorang gadis cantik  duduk di halte bus memandang keramaian dan sesekali tersenyum.

Setiap orang yg melewatinya akan terpesona saat melihat kecantikannya.
Dia memiliki paras yang sangat cantik. matanya yang besar berwarna hitam berkilau sangat indah. hidung yang terpahat sempurna. Bibir penuh berwarna pink serta rambut lurusnya yang sehitam malam.

Kulit gadis itu putih bersih seperti salju. Gadis tersebut juga memiliki tubuh yang profesional dengan tinggi 165 cm, termasuk tinggi untuk gadis Asia. Gadis tersebut terus memandang keramaian dan sesekali tersenyum menatap keindahan Manhattan.

Shane Adriana nama gadis itu. Gadis berusia 21 tahun asal Indonesia yang baru seminggu  yang lalu tiba di Manhattan. Shane sebenarnya sudah hampir 4 tahun tinggal di Amerika sebelumnya dia tinggal di California untuk menpuh pendidikannya disalah satu universitas di sana .

Shane merupakan gadis sebatang kara. kedua orang tuannya telah meninggal dunia. Ibu Shane meninggal saat melahirkannya sedangkan sang ayah meninggal dunia saat dia tengah duduk di bangku kelas 3 SMA karena sakit.

Waktu itu merupakan waktu terberat untuk Shane ketika ayahnya meninggal.  Namun walaupun berat dia mencoba mengiklaskan kepergian ayahnya. Dia meyakini bahwa dia pasti bisa melewati cobaan ini. Dia juga meyakini akan ada hari cerah esok. Dia selalu berfikir positif.

Setelah orang tuannya meninggal Shane hidup sebatang kara di jakarta . Dia tidak memiliki sanak keluarga di karenakan orang tuannya merupakan anak tunggal.

Keluarga Shane sebelumnya berkecukupan walaupun tidak terlalu kaya. Ayah Shane memiliki usaha restoran yang lumayan besar namun usaha tersebut mengalami kebangkrutan. Salah satu pegawai restoran membawa lari uang restoran yang menyebabkan kerugian besar bagi restoran keluarga Shane. Sejak kejadian itu ayah Shane sakit2 dan akhirnya meninggal dunia.

Setelah tamat SMA Shane sempat bekerja di restoran sebagai pelayan. Selama bekerja dia juga giat mencari beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya keluar negeri. Dari semenjak kecil, Shane bercita-cita ingin melanjutkan kuliahnya di luar negeri.

Shane sadar dia tidak akan mampu membiayai sekolah ke perguruan tinggi apalagi untuk mengejar cita-citanya untuk kuliah di luar negeri dengan kondisi hidupnya saat ini . Namun Shane tidak menyerah dia terus mencari jalan agar bisa mencapai keinginannya.

Shane merupakan anak yang pintar. Shane  sering menjuarai lomba sejak dia kecil dan disekolah dia selalu mendapatkan juara. Dia bahkan menguasai 2 bahasa asing, Inggris dan Jerman. 

Hingga akhirnya berkat kerja keras mencari beasiswa dan dukungan teman-temannya. usaha Shane  membuahkan hasil.

Shane  mendapatkan email dari kampus terkemuka di Amerika tepatnya California bahwa dia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di sana. saat itu Shane sangat bahagia akan berita itu.

Sejak saat itu dia mempersiapkan segala keperluannya dan berangkat ke Amerika.
Dan tepat sebulan yang lalu dia menyelesaikan pendidikannya dengan hasil yang memuaskan.

Banyak cerita suka dan duka ketika dia menjalankan pendidikannya. Dia bahkan harus bekerja paruh waktu  untuk mencukupi biaya hidupnya sehari-hari karna uang yang diberikan dari pihak pemberi beasiswa tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.

SHANETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang