08♡ I Love Him

5.1K 502 25
                                        

"Kenapa kau menyiksa kakakku!!" Jennie membentak penuh amarah. Ia sudah tak tahan dengan Taehyung yang ia yakini menyiksa Jisoo secara fisik. Bekas cengkeraman yang ia lihat sudah cukup sebagai bukti.

Pria di depannya hanya tersenyum tak peduli, "Aku tak mungkin menyiksa istriku sendiri." elak Taehyung tersenyum simpul. Sungguh puas baginya melihat raut marah Jennie yang begini.

"Kim Taehyung! Aku lihat sendiri ada bekas cengkeraman pada leher kakakku! Dan aku sangat yakin kau lah yang melakukannya!"

Seringai lagi-lagi muncul dari sudut bibir pria itu, "Aku tak tahu menahu dengan itu." Taehyung mengangkat bahunya seolah betulan ia tak terlibat apapun. Tapi sungguh, senyuman iblis yang ditampilkan bibir pria itu sudah mengungkap jawaban yang sesungguhnya.

Jennie menarik nafasnya kasar, ia sudah sangat murka dan membenci lelaki ini. "Ku peringatkan padamu, jika kau menyiksa kakakku lagi—"

"Kau ingin menggantikannya?" Taehyung  menyela perkataan Jennie bahkan sebelum wanita itu selesai. Melalui tawaran gilanya, sudah cukup menjadi bukti bahwa Kim Taehyung mengaku. Jennie dibuatnya terdiam, tak habis pikir dengan lelaki ini.

"Kim Jennie, kau tahu sendiri, aku tak ada niatan untuk menyisa kakakmu, namun aku terpaksa melakukannya karna kau dan ayahmu itu.." Taehyung memasang ekspresi bersalah palsu dengan menitikberatkan, bila ia jugalah korban dan terpaksa melakukannya.

"Kau sangat jahat dan licik Kim Taehyung!"

Suara tawa Taehyung menggema di sana, "Jahat katamu?" lagi-lagi ia tertawa, "ku beri tahu, Jisoo seperti ini, bukan karna kesalahanku. Namun semuanya adalah akibat perbuatanmu dan ayahmu."

"Aku hanya mengungkapkan sakit hatiku saja padanya." tambah Taehyung yang sekarang terang-terangan mengakui, membuat Jennie makin geram.

***

Tak ada perubahan dalam sikap Taehyung, ia masih saja kasar dan sering menyiksa istrinya. Baik siksaan fisik maupun mental. Namun agaknya, Jisoo sudah sangat terbiasa dengan ini. Kini, ia sudah menulikan pendengaran saat Taehyung membentak dan merendahkannya. Apapun sikap Taehyung terhadapnya, Jisoo harus senantisa menjadi istri yang baik untuk lelaki itu.

"Pakai ini dan minum obat ini!" perintah Taehyung tepat saat Jisoo baru saja memasuki kamar mereka. Ia sodongkan tas pakaian dan sebutir obat pada istrinya itu.

Belum sempat Jisoo angkat bicara untuk bertanya, Taehyung sudah pergi dari hadapannya dan memberi sebuah peringatan, "Jangan coba bertanya ataupun menolak."

Jisoo pasrah dengan ini, ia langkahkan kakinya perlahan ke arah kamar mandi. Ia ingin mandi dulu, rasanya begitu berkeringat sehabis bekerja hari ini di butik.

Beberapa saat setelah mandi, Jisoo meminum obat yang Taehyung berikan padanya, meski tak tahu obat apa, ia hanya bisa menurut. Toh, Taehyung telah melemparkan ultimatum memblokirnya bersuara.

Kemudian langkahnya dibawa menuju tas pakaian yang diberi Taehyung. Tadi, ia letakkan benda itu pada nakas samping tempat tidur.

Perlahan ia buka bibir tas yang saling bertemu, kemudian menarik pakaian yang diberi Taehyung. Mata gadis itu memicing setengah kaget mendapati pakaian jenis apa yang Taehyung berikan padanya. sebuah lingerie?

Apa maksud lelaki itu memberikannya pakaian mini, transparan dan ketat begini? Jisoo tersulut ketakutan, sepertinya sekarang ia cukup mengerti, apa yang akan terjadi selanjutnya.

Saliva diteguk berat, keringat dingin membasahi dahinya yang berkerut ketakutan. Belum selesai dengan itu, sesuatu terasa aneh di perutnya. Serasa sesuatu yang sedang bergerak-gerak dan menimbulkan efek mual seketika.

FAIR (√)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang