02♡ Let's Give Up

5.6K 576 154
                                        

"Hiks,"

"Hiks,"

"Hiks,"

Hanya suara isakan yang terdengar sedari tadi di dalam ruangan itu. Padahal sudah berlalu beberapa hari, tetap saja Jisoo masih bersedih rasanya.

Semenjak kejadian itu, ayahnya Kim Siwon terus saja mendiaminya, ia terlihat begitu kecewa. Jisoo sebenarnya juga sangat terluka karena itu, namun apa ia punya pilihan?

"Sudahlah unnie semuanya sudah berlalu." ucapan menenangkan dari Jennie untuk yang kesekian kalinya.

"Kenapa harus begini, Jen. hiks..?"

"Ke-kenapa aku harus terperangkap dalam hal sesulit ini. Aku menyayangi ayah, hiks.. Namun apa aku harus menerimanya?"

"Ayah tak pernah hiks meminta hal apapun dari ku sebelumnya, namun kenapa kali ini aku tak bisa hiks? Aku ingin, Jen.. hiks.. Ingin jadi putri yang baik juga.. Ta-tapi kenapa harus sesulit ini!"

Jisoo terus terisak dari tadi. Semenjak kejadian tempo hari, ia mengurung diri di kamar. Dan saat Jennie menemuinya tadi, ia langsung meloloskan isakan sedih.

"Aku mengecewakan ayah."

"Membuatnya terluka."

Tangisan Jisoo pecah sejadi-jadinya. Jennie mengelus bahu kakaknya itu.

"Aku putri yang buruk.." lirih Jisoo kembali merasa bersalah.

"Tidak unnie." bantah Jennie lembut.

"Kau jauh lebih baik dariku." tambahnya, dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Ti-" belum sempat Jisoo berucap, Jennie sudah memangkas lagi.

"Iya!" sela Jennie cukup tegas, "dibanding aku, kau putri yang jauh lebih baik." jelasnya, sembari menangkup kedua sisi pipi sang kakak, mengelusnya pelan.

"Aku membuat kesalahan yang lebih besar. Jika dibandingkan kesalahanmu, itu tak ada apa-apanya, unnie." tangan Jennie masih setia mengelus pipi kakak perempuannya.

Isakan Jisoo sedikit terhenti, ia ingin menanyakan apa maksud ucapan adiknya ini. Dan Jennie paham dengan itu. Akan ada baiknya ia memberi tahu ini sekarang.

"4 tahun aku berkuliah di Auckland.." Jennie mulai bercerita.

"Aku menjalin hubungan dengan kekasihku, dan sedari dua tahun lalu kami sudah tinggal bersama."

Isakan Jisoo berhenti total, ia membulatkan matanya dan menjauhkan tubuh mereka agar bisa melihat wajah Jennie lebih leluasa.

"Je-"

"Aku bahkan sudah menjadi ibu." terang Jennie dengan mata berkaca-kaca hebat. Dipastikan tangis itu akan segera pecah.

Mata jisoo membulat sempurna seakan menuntut jawaban. Katakan, jika yang disampaikan Jennie hanya sebuah bercandaan.

"Setahun lalu aku mengetahui kabar kehamilanku. Dan baru beberapa bulan lalu selesai melahirkan." tambah Jennie berusaha kuat. Sayang sekali, itu bukan candaan.

"Jen, kau..." lidah Jisoo serasa kelu mendapati kenyataan dari adiknya.

"Unnie, maafkan aku.." tangis Jennie akhirnya pecah.

"Kenapa kau menyembunyikan hal sebesar ini?!" bentak Jisoo dengan sedikit gemetar, ia tak menyangka untuk pengakuan adiknya barusan.

"Aku takut unni..ta-kut hiks." Jennie sudah menangis total.

FAIR (√)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang