13♡ Change

5.1K 502 34
                                        

Taehyung membeku usai membuka pintu kamar. Dadanya begitu sesak jika kembali mengingat saat ia menampar keras istrinya beberapa jam lalu. Ia berjalan perlahan menuju sisi ranjang di mana Jisoo sedang terlelap.

Dapat dilihat jelas, masih ada bekas air mata yang mengering di pelupuk mata istrinya, sudah pasti Jisoo menangis sebagai pengantar tidur.

Kembali Taehyung merasa sakit jika mengingat apa yang sudah ia lakukan hari ini. Ia bahkan menampar istrinya di saat Jisoo yang tak sehat, juga menjaga sesuatu dalam dirinya.

Taehyung mendekat, membawa dirinya berjongkok agar dapat melihat wanita itu lebih seksama. Nafasnya kian tercekat melihat ada tanda merah menyerupai lima jari di pipi mulus istrinya. Semakin ditelusuri, semakin terlihat tanda dirinya sudah menyakiti Jisoo begitu banyak hari ini.

Tanggannya ia bawa perlahan ke sudut bibir Jisoo yang tergores. Ia usap luka itu dengan perlahan.

"Maafkan, aku.." Lirihan Taehyung dengan suara bergetar, ribuan paku serasa menusuk tubuhnya. Membuat mata panas dan juga dada yang bertambah sesak.

"Maafkan, aku."

Kemudian, pandangannya beralih pada perut Jisoo. Wanita itu memposisikan sebelah tangannya di sana. Taehyung membawa kepalanya mendekati perut istrinya, mengelus tangan Jisoo sesaat, lalu beralih pada perut sang istri.

"Maafkan, ayah..."

Taehyung menjalarkan tangannya pada perut Jisoo yang masih rata. Sudut bibirnya sedikit terangkat mendapati tangan Jisoo kini bertengger di atas tangannya yang masih mengelus dengan lembut.

"T-Tae?"

Jisoo cukup terkejut, usai ia membuka mata, Taehyung sedang mengelus perutnya. Apa yang akan pria itu lakukan? Sontak, Jisoo buru-buru menarik dirinya menjauhi Taehyung. Dahi Taehyung berkerut karenanya.

"Ma-maafkan aku, Tae. Aku bisa menjelaskan semuanya." Ujar Jisoo merasa takut Taehyung akan mengamuk lagi.

Taehyung yang melihat raut takut yang kental dalam mata Jisoo merasa terluka. Jika biasanya, raut takut di mata istrinya adalah kemenangan bagi Taehyung, namun kali ini ia ikut terluka melihat Jisoo yang terlihat takut padanya.

Taehyung membawa diri ikut duduk di ranjang dan mendekati istrinya. Jisoo sungguh panik, tidak! Taehyung tidak boleh menyiksanya malam ini, sudah dibilang jelas oleh Lisa, jika janinnya tidak kuat.

"T-tidak Tae, aku akan menjelaskannya!"

Taehyung malah lebih mendekati Jisoo, membawa wanita itu dalam dekapanya. Jisoo sangat takut, namun ia hanya pasrah dan menutup matanya rapat-rapat. Berilah keajaiban, Tuhan.

Taehyung mengelus lembut surai Jisoo, membuat Jisoo yang menutup matanya takut, kian membuka mata usai merasakan adanya kehangatan dari suaminya ini. Jisoo beranikan untuk sedikit mengangkat kepala agar bisa melihat wajah Taehyung. Taehyung terpejam, namun tangannya masih setia mengelus pucuk kepala Jisoo.

"Maafkan aku.."

Lirihan Taehyung membuat Jisoo melongo heran, ia menatap wajah Taehyung dengan tatapan tak bisa di percaya. Taehyung membuka matanya, membalas hangat tatapan istrinya.

"Maafkan aku sudah begitu kasar padamu."

Jisoo lagi-lagi hanya menatap tak percaya. Taehyung berikan senyuman hangat untuk tambah meyakinkan istrinya itu yang masih terlihat tak menyangka. Perlahan tangannya ia bawa menuju perut Jisoo lagi, dan tak ada penolakan untuk itu.

"Kenapa kau tak bilang jika kau tengah mengandung anakku?"

Jisoo yang tadinya terpaku menatap Taehyung, membuka matanya lebar. Dimana Taehyung tahu perihal itu? Apa suaminya ini akan menerima anaknya?

FAIR (√)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang