16. Gimana rasanya pacaran?

1.1K 178 76
                                        

Seulgi udah terlanjur telat masuk jam pelajaran Pak Siwon, tahu kalo laki-laki itu pasti bakalan nyuruh dia untuk belajar di koridor sendirian, Seulgi memilih untuk bolos jam pelajarannya aja sekalian.

Jadi di sinilah Seulgi sekarang, duduk di bangku taman yang diletakkan di bawah pohon dekat lapangan outdoor, ada Jimin di sampingnya. Mereka tadi sempat ke UKS untuk bersihin dan obatin luka Jimin, terus memutuskan untuk duduk di sana karena keduanya malas masuk kelas. Di sana nggak banyak orang, cuma ada anak-anak cowok yang main basket di lapangan. Heran, panas terik kayak gini kok mereka malah main di lapangan outdoor.

Tapi seenggaknya Seulgi bisa bernapas lega karena nggak akan ada orang yang ngomongin dia yang duduk berdua sama Jimin saat ini.

Tapi tetap aja, yang namanya Seulgi nggak akan bisa nggak tenang sekali aja.

"Jim," panggil Seulgi tiba-tiba, Jimin noleh.

"Nayeon nggak marah kalo ngeliat lo duduk berdua sama gue gini?"

"Gue sama Nayeon udah putus."

Kepala Seulgi tersentak. "Hah? Kok cepet?"

Jimin menggedikkn bahunya acuh. "Gue emang nggak pernah pacaran lama-lama sih, nyampe sebulan aja kayaknya udah legend banget."


"Kok putus?" Seulgi mulai kepo, karena dia belum pernah pacaran makanya jadi penasaran. "Terus, siapa yang putusin? Gimana cara putusinnya?"

"Nayeon yang minta putus." jawab Jimin, matanya menonton anak-anak kelas tetangga yang lagi main basket dan kebetulan kebanyakan dari mereka memang ikut ekskul itu, jadi permainan mereka terlalu seru untuk Jimin skip. "Alasannya sering gue dengar, karena gue yang terlalu cuek."

Seulgi cuma ngangguk-ngangguk, Jimin emang   tipe cowok cuek waktu Seulgi perhatiin pas mereka ngedate bersepuluh waktu itu.

"Cuek-cuek kok pacaran." celetuk Seulgi, sengaja mengejek Jimin.

"Dari pada lo, jomblo dari lahir."

"Biarin, gue masih suci."

"Maksud lo gue nggak suci gitu?" Jimin nggak terima. "Lagian ya, Seul, gue nggak akan pacaran kalo mereka nggak minta."

"Maksud lo?"

"Mereka yang nembak gue duluan."

"Nggah usah banyak gaya." Seulgi mencibir, matanya ikut menonton pertandingan di lapangan.

"Yaudah kalo nggak percaya. Gue emang udah lama banget nggak nembak cewek."

"Seringnya nembak cowok?"

Jimin berdecak sebal, akhirnya noleh ke Seulgi. "Maksud lo?"

Seulgi cuma cengengesan, senang ngeliat Jimin kesal.

"Lo mau liat gue nembak cewek? Gue bisa lakuin itu sekarang."

"Cobak?" tantang Seulgi.

Jimin ngehela napas lemah, terus balik ngadap lapangan. "Bisa aja emang, tapi gue udah tahu jawaban dia."

"Lo pasti bakalan ditolak mentah-mentah kan?" Seulgi masih sengaja mengejek Jimin, entah sejak kapan dia jadi hobi ngebuat cowok itu kesal.

Dan entah kenapa, Jimin ngerasa tertampar mendengarnya. Tapi dia tetap ngangguk. "Iya, gue bakal ditolak. Tapi nanti, tunggu aja, gue bakalan ngebuat dia merubah jawabannya."

Seandainya Seulgi tahu siapa 'dia' yang Jimin maksud. Seandainya. Memangnya apa sih yang kalian dan Jimin harapkan dari cewek super lemot macam Seulgi? Dia nggak akan tahu kalo dia yang dimaksud Jimin adalah dia. Zhsjxj sebel.

QUEEN | Kang SeulgiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang