18. Euphoria vs Kehilangan

1K 169 83
                                        

Hari ini Seulgi nggak datang sepagi kemarin, kelasnya udah lumayan rame, dan nggak ada Jimin yang nunggu dia di depan kelas kayak kemarin.

Dan hari ini, Seulgi mengurungkan niatnya untuk ke perpustakaan karena ada sesuatu di atas mejanya yang langsung ngebuat Seulgi terduduk di tempatnya. Sebuah pringles dengan surat kecil yang ditimpa di bawahnya.

Seulgi awalnya bingung, tapi waktu tahu kalo ternyata itu pringles rasa seblak yang susah banget didapat, Seulgi senang sendiri bisa dapat itu di atas mejanya. Seulgi senyum, terus ngebaca surat kecil itu.

"Sejeong bilang dia minta maaf.

Emang Sejeong yang minta maaf, tapi pringlesnya dari gue. Selamat menikmati!"

Meski surat itu nggak ada nama pengirimnya, Seulgi tahu itu dari siapa. Tapi Seulgi nggak mau nyebut namanya, karena entah kenapa, setiap kali ingat cowok itu, yang ada Seulgi malah jadi sakit perut. Perutnya mendadak bereaksi aneh, kayak ada sesuatu yang merayap mau keluar, menggelitik isi perut Seulgi, menciptakan sensasi geli tapi juga menyenangkan. Aneh. Seulgi mendeskripsikannya begitu.

"Sihiy~" Wendy yang baru datang langsung heboh waktu ngeliat Seulgi menatap pringles dengan mata berbinar sambil senyam-senyum. "Apaan tuh?"

"Pringles."

"Yeu, itu gue juga tahu." Wendy mendengus. "Dari siapa tu?"

Seulgi langsung noleh ke Wendy sambil mikir jawaban apa yang mau dia kasih ke sahabatnya itu. Tapi, Seulgi mikir lagi, kenapa dia harus mikir? Memang apa susahnya tinggal nyebutin nama cowok itu? Emang kenapa harus bohong?

"S-sejeong." huft... bohong juga akhirnya.

Alis Wendy tertaut, matanya menyipit menatap Seulgi penuh selidik. "Kok pipi lo merah gitu?"

Seulgi langsung nutup pipinya. "G-gue sakit perut."

Wendy makin ngerasa aneh sama Seulgi. "Sakit perut larinya ke pipi, hebat juga lo."

"I-iya, gue hebat."

Wendy mengernyitkan keningnya, makin aneh aja si Seulgi. Tapi kemudian cewek blasteran itu sadar sesuatu, lantas dia tersenyum miring. "Apa tiba-tiba lo ngalamin aritmia?"

"A-aritmia?"

Wendy ngangguk. "Iya. Jantung lo tiba-tiba debarannya lebih cepat dari biasanya nggak?"

Seulgi dengan polosnya ngangguk. Antara polos dan bego itu memang beda tipis, yorobun. Benar tenyata. Seulgi bukti nyatanya.

Wendy langsung senyum lebar banget. "You fall in love!"

"Hah?"

"ASTAGA! SETELAH SEKIAN LAMA, SEUL!!" Wendy langsung heboh, girang banget heran. "SAMA SIAPA? SIAPA? KASIH TAHU GUE!"

Seulgi cengo.

"Gue maunya sama Jimin sih," Wendy berujar pelan, abis itu heboh lagi. "Tapi sama siapapun itu ya terserah lo lah—asal jangan Jooheon aja, langsung gue sepak lo—karena akhirnya lo bisa membuktikan ke gue kalo lo tuh normal, Seul."

QUEEN | Kang SeulgiCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang