5. Bergetar Takbir

26 5 0
                                        

Jarak yang sangat menyakitkan
Adalah saat kita saling bertemu
Tapi tidak saling menyapa.

-DiBatasWaktu-

"Kak sekolah?" Tanya Bunda sambil menuangkan air putih  kepada Sabbiya.

"Iya Bun" ucap Sabbiya dengan santai.

"Katanya ada acara kelas 12?" Tanya Bunda bingung.

"Iya Bun, sekolah juga free class, tapi akukan panitia acaranya jadi aku ke sekolah" ucap Sabbiya lalu mencuci piring bekas makannya.

Setelah membereskan bekas sarapannya, Sabbiya berpamitan kepada Bundanya lalu berjalan ke arah mobil.

"Nanti mau di jemput jam berapa Neng?" Tanya Pak danang memecahkan keheningan di dalam mobil.

"Jam dua ajah ya pak" ucap Sabbiya, lalu melihat ke arah jendela dan melamunkan banyak hal, bagaimana kalau nanti dia bertemu dengan Pras karena menjadi panita acara bersama, Astagfiirullah..  ucap Sabbiya sambil beristigfar.

Sesampai di sekolah Sabbiya melihat ke arah lapangan ada panggung, dan tenda, banyak bangku-bangku yang sudah di dekorasi dengan sangat bagus. Dan sudah ada beberapa kakak kelas yang sudah sampai di sekolah dengan menggunakan kebaya.

Sabbiya melangkahkan kakinya menuju kelas terlebih dahulu.
"Oyyy...Sabbiyaaaa" Teriak Ika dari dalam kelas.

"Berisik banget luh pagi-pagi" ucap Dani sambil memgang telingannya, karena saat Ika berteriak Dani ada di sampingnya.

"Yee.. suka-suka" ucap Ika dengan kesal, lalu berjalan ke arah Sabbiya.

"Suka-suka si suka-suka tapi nggak harus bikin telinga orang pagi-pagi sakit" grutu Dani lalu pergi.

"Lah si Dani kenapa?" Tanya Diana bingung saat baru saja memasuki kelas.

"Tau tuh lagi pms kali" ucap Ika sambil terkekeh.

"Bisa ajah luh" ucap Diana.

Lain dengan Sabbiya saat sahabat-sahabatnya  tertawa Sabbiya hanya diam tidak banyak bicara.

"Yaampun ganteng banget" teriak Risa saat melihat kakak kelasnya yang sudah datang dan duduk di bangku yang sudah di siapkan.

"Siapa Ris siapa?" Tanya Diana yang ikut melihat dari depan pintu.

"Kak Joshua yang ketua basket itu loh" ucap Risa yang terus memperhatikan cowo berjas.

Sabbiya hanya menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya yang tidak bisa liat orang ganteng dikit.

"Sabb?" Panggil Ika yang baru saja datang.

"Iya"

"Ke ruang osis yu bentar lagi acaranya di mulai" ajak Ika yang memang mereka berdua satu organisasi.

"Dian, Risa aku pergi dulu ya" pamit Sabbiya dan Ika.

"Iyadeh yang orang sibuk" ucap mereka berbarengan sambil terkekeh.

Saat sudah berada di ruang OSIS semua sedang merembukan teknisnya dan aku melihat dia yang sedang mengasih saran apa saja kepada anggota lain.

Setelah itu Sabbiya kembali ke seksi-seksi bidang yang sudah di dapat, dan Sabbiya kebagian seksi konsumsi entahlah sudah hampir satu tahun ini Sabbiya sering kebagian di konsumsi kata teman-teman yang lain Sabbiya nggak boleh kecapean tapi sama sajah menurut Sabbiya, lagian mereka tau apa tentang Sabbiya sepeduli itukah?.

Setelah itu Sabbiya menghitung berapa jumlah kotak boks makanan yang sudah datang, Ika juga sama kebagian menjadi konsumsi dan juga ada beberapa anggota yang lainnya.

Acarapun berjalan dengan lancar sampai sudah berada di ujung acara, para siswa siswi yang sudah luluspun menyanyikan lagu perpisahan yang membuat hati Sabbiya bergetar. Seperti itukah perpisahan dengan sahabat, teman dan dia, apa Sabbiya bisa? baru membayangkannya saja membuat hati Sabbiya terasa sesak.

Selesai acara seperti biasa anggota Osis lainnyapun membereskan semuanya mulai dari bangku, kebersihan, panggung.
Saat Sabbiya sedang menyapu tanpa sengaja ia melihat ke arah Pras yang sedang menyusun bangku-bangku. Ah mata ini rasanya tidak bisa di jaga.

Saat sudah beres semua anggota kumpul dan mengevaluasi setiap kegiatan tadi. Dan ada beberapa yang harus di perhatikan lagi dan di jadikan bahan pembelajaran.

Sabbiya melihat ke arah jam tangannya sudah pukul 12:50 sudah hampir satu jam Sabbiya melewatkan waktu juhur segera Sabbiya ke mushola jangan sampai meninggalkan kewajibannya hanya karena rasa lelah.

----
Baru saja akan takbir Sabbiya mendengar dari saf laki-laki ada yang takbir juga. Dengan rasa penasaran Sabbiya menyibak gorden pembatas dan ternyata dia laki-laki yang sudah membuat hati Sabbiya terhanyut olehnya.

Astagfurullahaladzim.. Sabbiya Sabbiya mau shalat saja masih memikirkannya.

Dengan hati gemetar Sabbiya mememulai shalatnya dengan khusyu sambil mengucapkan takbir.

Selesai shalat Sabbiya duduk di teras mushola lalu memakai sepatunya dan ternyata masih ada Pras yang sama dengannya sedang memakai sepatu, Sabbiya melihat ke arah jam tangannya sudah sudah hampir jam 2 mungkin saja Pak Danang sudah menjemputnya Sabbiya segera berdiri dan mengambil tasnya lalu berjalan melewati Pras begitu saja, Sabbiya berjalan kearah gerbang dan benar saja sudah di jemput.

Sesampai di rumah Sabbiya berjalan ke arah dapur tidak ada Bundanya hanya ada bi Ina yang sedang menyapu.
"Bi Bunda kemana?" Tanya Sabbiya sambil duduk di meja makan.

"Ehh.. itu neng kayanya lagi tidur siang" ucap Bibi.

"Yaudah deh Bi aku ke kamar ya, nanti kalo Bunda nanya bilang aku udah pulang" ucap Sabbiya lalu berjalan menuju kamarnya.

Sabbiya segera mengganti pakaiannya menjadi baju tidur lalu merebahkan badanya yang terasa pegal dan ingin tidur siang.

------
Tbc.

Jangan lupa vote dan comennya ya teman😙Terimakasih🙏

Di Batas WaktuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang