"Jadi-- elo maafin gue gak?" Tanya Nadira membuat Tika yang dari tadi bengong kaget dengan pertanyaan Nadira.
"Aaaaah, mmmm..." Tika bingung harus menjawab apa, sebenarnya ia masih ada rasa kesal dan sedikit benci kepada Nadira, tapi ia berfikir lagi apa jawaban yang tepat.
"Mmm.. oke oke gue maafin, tapi dengan dua syarat."
"Sya--syarat?"
"Iya, syarat. Syarat nya itu.. lo menjauh dari Hans. Yang kedua--"
"Kenapa syaratnya harus itu?" Potong Nadira, ia tidak begitu menyukai syarat yang diberikan Tika. Sangatlah berat untuknya meninggalkan Hans.
"Lo mau gua maafin gak?" Nadira menggigit bibirnya, seperti enggan untuk menjawab.
"Oke gue lanjutin syaratnya, yang kedua itu.. elo gak boleh jadi pacar nya Hans." Mata Nadira melotot, ia benar benar tidak habis pikir, kenapa syaratnya harus seperti itu.
"Kok lo ngatur gua sih? Gua deket sama siapa, gua pacaran sama siapa. Kenapa harus itu syarat nya?" Nadira protes, ia tidak mau menjalankan semua syarat Tika, karena menurut nya itu terlalu mengatur urusan nya.
"Karena... Gue gak suka elo selalu ada disamping Hans, gue gak mau.. Hans sama cewek kampungan yang beda derajat sama dia."
"Be--beda derajat?"
"Iya, elo punya apasih? Sampe Hans selalu ada disamping elo? Dan juga elo selalu ada yang belain kayak si Erik. Gue mana ada yang kayak gitu. Gue IRI! ngerti? Sekarang lo mau ngejalanin itu semua gak? Kasihan Ani, elo udah janji janji sama dia.. eh malah persahabatan antara gua sama elo hancur, yang kena juga kan Ani ya kan.."
Nadira berfikir, ada benarnya juga yang dikatakan Tika. Ia tidak mau persahabatan antara mereka hancur hanya karena cinta yang juga belom tentu Hans juga cinta dengan Nadira. Seperti nya, mau tidak mau ia harus melakukan syarat Tika.
"Oke.. oke gua--gua mau ngikutin syarat nya, tapi elo harus maafin gua."
"Haaah iya iya gue maafin, dah ada Bu Rina tuh. Diem diem.."
"Segitu nya lo mau dapet maaf dari gue."
"Iya, gue mau suatu saat nanti kita gak bakal bahas ini lagi."
***Hari yang penuh kesialan bagi Nadira. Jadi malas ia untuk pulang kerumahnya, apalagi setelah ia menyetujui syarat dari Tika. Apakah memang seharusnya ia tak mendekati Hans lagi? Benar benar bingung.
Hanya karena Ani, Nadira seperti sudah diperbudak Tika. Semua alasan disertai dengan nama Ani, demi Ani, dan untuk Ani."Nadira.." suara Ani membuat Nadira yang bengong jadi kaget dengan kedatangan nya.
"Kenapa?"
"Temenin gue yuk."
"Kemana?"
"Ke Gramedia, gue mau nyari novel baru, gue harus nyetok banyak."
"Gua kira elo gak suka baca."
"Gua seneng banget yang namanya baca! Kayak udah jadi hobi dan kebiasaan."
"Pantesan elo pinter, yaudah yuk cari angkot."
"Oke."
Mereka mencari angkot lalu pergi dari sekolah.
"Dira--" Ani menyenderkan kepalanya ke pundak Nadira.
"Kenapa lagi?"
"Makasih ya."
"Untuk?"
"Semuanya." Nadira begitu bingung apa maksud Ani ngomong seperti itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
I Make Him Love Me (cerita ini sepertinya tidak dilanjutkan kembali)
Random(8/7/2019) #1 Hypnosis (8/7/2019) #3 Tika (8/7/2019) #5 Nadira (8/7/2019) #5 Hans (10/7/2019) #29 Basket Nadira Tia Safitri gadis cantik yang mencintai cowok berhati es bernama Hans Saputra. Ia ingin menaklukkan hati Hans tapi itu tidak menjadi masa...