Cemburu

94 5 1
                                    


Nadira hanya termenung memikirkan Hans, ia benar benar kangen. Namun ia juga berfikir, betapa egoisnya ia dan benar kata Hans.. memang nya ia siapa yang ingin tahu semua kabar Hans.

"Maaf ya Hans gua egois." Nadira menundukkan kepalanya dan menutupi wajah cantiknya dengan kedua tangannya.

"Semoga besok elo masuk, gua udah kangen sama lo Hans.. lo harus tanggung jawab!" Berbicara sendiri seperti orang bodoh sambil tangan nya seakan akan sedang menunjuk Hans, lalu menepuk jidatnya. Benar benar seperti orang bodoh.

Braaaak!

"Nadira.."

"Mah.. sehari aja gak ngedobrak pintu bisa gak?"

"Gak bisa." Sambil memamerkan gigi nya dan memberikan sesuatu ke Nadira.

"Nih kebab tadi mamah beliin biar ada cemilan buat kamu."

"Iiih kebab mulu loh, ngapa gak pizza?burger? "

"Makan yang ada aja gak usah bawel, kalo gak mau yaudah buat mamah aja."

"Yaudah sini kebab nya!"

"Gak usah ngegas neng geulis."

"Hm."

"Yaudah mamah mau mandi dulu dadah sayang mamah.."

Nadira hanya membalas nya dengan lambaian tangan namun tak menghadap wajah mamah nya dan mamah nya segera menutup pintu kamar Nadira. Dia berdiri sambil bersender di pintu kamar Nadira.

"Mamah tau, kamu lagi kesel karena sesuatu.. maafin mamah ya, mamah gak bilang kalo mamah beli pizza dan burger juga.."

***

Jam 04.50 Nadira terbangun. Menatap jam dan hordeng jendela yang hitam.

"Masih pagi juga ya.. main hp aja deh, tadi baru jam sebelas udah tidur sih, pasti banyak chat grup masuk."

Ting.. Ting..

"Eh chat dari Hans.."

Good night Dira..

"Oh my God, sweet banget." Pipi Nadira memerah dan bibir nya membentuk sebuah senyuman manis.

"Oh iya, dia hari ini masuk gak yah? huuuu.." bibir nya kembali manyun dan sedih karena Hans bisa saja tidak masuk hari ini.

"Optimis aja deh, sekarang mandi dulu.." Nadira segera menuju ke kamar mandi nya dan siap siap ke sekolah, ia ingin tidak terlambat dan ingin terlihat lebih cantik dari hari hari sebelumnya.

Jam 06.20 Nadira sudah sampai di sekolah nya. Mempersiapkan bibirnya untuk menebar senyum manisnya ke siapapun dan senyuman lebih manis untuk Hans.

"Hans.. gua berharap lo masuk hari ini, ya Tuhan datangkan lah Hans.. agar lipstick dan foundation hamba tidak tersia-sia kan.. aamiin."

"Aamiin, btw doa apaan sih lo?"

"KAGET!" Nadira kaget tiba tiba ada yang berbicara padanya dari belakang dan didekat telinganya. "Ha--Hans!" Ternyata dia adalah orang yang dirindukan Nadira, yaitu Hans!

"Ayah dan bunda lo udah sembuh ya.. selama--"

"Belom sih.. cuma maunya mereka aja dirawat di rumah."

I Make Him Love Me (cerita ini sepertinya tidak dilanjutkan kembali)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang