"apa jadinya jika seorang dokter bedah fobia terhadap darah ?"
yuk !! ikutin ceritanya
#Rank 3 sajin (couple) 16/3/2022
#rank 1 sajin (couple) 10/6/2022
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"bagaimana kabarmu hari ini?".
"baik! Dokter". ujar seorang bocah dengan beberapa kabel infus yang mengelilingi tubuhnya. jin tersenyum dan membelai surai bocah lelaki itu.
"bagus, ini untukmu". seraya menyodorkan setangkai permen lolipop. bocah itu menerimanya dengan senang dan hitungan detik ia mengangkat permen itu seraya berteriak.
"teman-teman!! Pak dokter sedang membagikan Lollipop!".
Melihat gerombolan bocah dengan seragam pasien yang tengah berlari ke arahnya, seketika membuatnya panik. bagaimana tidak, ia hanya membawa setangkai Lollipop. dan itupun diambilnya dari dalam loker dengan selembar surat. ya sudah menjadi rahasia umum bahwasanya, dokter kim atau yang disapa seokjin ini sangat terkenal di kalangan wanita Dan hal-hal kekanakan seperti ini sudah sangat biasa ditemuinya di dalam loker atau tak jarang di atas meja kerjanya.
Dari pada dibuang, ia berpikir untuk membawa dan membagikan pada pasien yang akan dijenguknya. dan sekarang ia tengah dipojoki segerombolan bocah di dalam ruang poli anak.
"dokter! dokter mana punyaku".
bocah-bocah itu masih saja tak menyerah dan mendesak jin untuk memberikan Lollipop lagi.
"anu.. itu". jin terus merogoh sakunya berharap ada sesuatu yang tersisa agar dapat dibagikannya walaupun hanya sepotong roti.
"oh ayolah.."
"Anak-anak lihat apa yang aku bawa!!".
spontan panggilan itu mampu merebut atensi para bocah yang tengah mengerumuni jin. dengan wajah riang mereka berpindah dan berlari menuju arah wanita itu.
"ayo berbaris yang rapi". Titah wanita itu, dan tanpa penolakan anak-anak itu menurut dan mengantri demi mendapatkan setangkai balon dengan beragam bentuk.
"huuufftt.. untung saja". gumam jin seraya mengelus dadanya.
"aku menyelamatkanmu". ujar wanita itu yang baru saja selesai membagikan balonnya.
jin membungkuk memberi salam"hai, kau masuk pagi?".
"kalau kau hanya membawa satu lebih baik tak usah diberikan, dan apa-apaan ini? bukankah kau harus berterimakasih terlebih dahulu sebelum menanyakan hal lain?". ujar jisoo dengan mengerucutkan bibirnya.
"Ah baiklah.." dengan cepat jin kembali membungkuk.
"terimakasih banyak nona jisoo". ujarnya dengan nada dibuat-buat sopan.
"ahahaha .. sama-sama Tn. senior". Mereka berdua saling menukar tawa hingga seseorang masuk dan mengetuk pintu.
Orang itu mengatakan bahwa seorang wanita paruh baya tengah menunggu jin di dalam ruang kerjanya. jin tampak bingung dan menautkan kedua alisnya ia merasa sedang tak memiliki janji dengan siapapun untuk pagi ini.