"apa jadinya jika seorang dokter bedah fobia terhadap darah ?"
yuk !! ikutin ceritanya
#Rank 3 sajin (couple) 16/3/2022
#rank 1 sajin (couple) 10/6/2022
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Setelah menekan beberapa digit angka mereka berdua pun masuk dengan jin yang memimpin "ini rumah kita" ujarnya sok tenang namun rasa canggung tengah memenuhi hatinya.
Tak beda jauh dari jin, sana turut merasakan hal yang sama Namun pada akhirnya dia berani melangkahkan kaki untuk menyusuri isi rumah ya rumah ini bisa dibilang sedikit elegan namun tetap sederhana, dimulai dari tatanan ruang tamu yang minimalis bergaya eropa dan ruang keluarga yang langsung terhubung dengan dapur kecil namun kesan mewah tetap melekat di tiap tatanan letaknya.
"Mau mandi sekarang?". Tanya jin membuka obrolan
"aku masih belum selesai melihat-lihat"
"baiklah, kalau begitu aku mandi duluan sekalian mengantar barang-barang ini keatas" lanjutnya seraya membawa satu tas ransel besar dipundaknya dan dua tangan menenteng koper sedang.
Beberapa menit kemudian...
Setelah selesai dengan tour singkat di rumah kecilnya sana pun memutuskan untuk langsung bergegas ke kamar utama, lebih tepat kamar miliknya dan seokjin, -sang suami.
Saat ia membukakan knop pintu matanya kembali disuguhkan dengan gaya minimalis yang tak jauh beda dari setiap ruangan di lantai bawah dengan satu ranjang king size, satu meja rias tepat di bawah jendela dan satu dress room yang berisikan lemari pakaian bahkan sudah ada beberapa set pakaian yang digantung masih lengkap dengan bungkusan plastik baru, sana tersenyum dari sini ia bisa membayangkan sang ibu mertuanya lah yang menyiapkan semua itu.
"yah, ini lebih dari cukup". Gumamnya takjub
Pada saat yang bersamaan bunyi shower di kamar mandi sudah tak terdengar lagi ia pun bergegas membuka tas miliknya untuk menyiapkan perlengkapan mandi, saat membongkar isi tas ia tak sengaja menemukan kotak berukuran sedang yang dibungkus sedemikian cantik lengkap dengan pita biru langit diatasnya
"apa ini?". Selagi mengingat-ingat siapa yang memberikan hadiah tersebut tiba-tiba ponselnya bordering. Wajah sana langsung berseri-seri saat tulisan 'ibu' tertera di layar ponselnya
"hallo bu"
-_-
"yah, aku baik-baik saja, apa ibu sudah tiba di rumah?"
-_-
"benarkah? Baiklah, besok aku akan mampir ke situ"
-_-
"ah.. jadi ini hadiah dari ibu?". Ujar sana seraya membolak-balik bungkusan itu
"belum, aku belum membukanya tapi ini cukup membuatku penasaran bu"
"baiklah bu, aku tahu"
"hem?.. dia..". sana sedikit melirik kearah kamar mandi.
"dia sedang mandi bu". Lanjutnya seraya kembali menunduk memilah pakaiannya.