Lets Start

12 0 0
                                        

Amber memeluk Shawn seketika melihat  artis favoritnya ada didepan pintu apartement miliknya.
" Apakah ada sebuah acara tv dirumahku Shawn? Oh aku tidak bisa mempercayai ini". Amber melepaskan pelukannya.

Shawn tersenyum menggelengkan kepalanya.
"Oh aku mencari sahabatmu". Shawn menunjuku yang berdiri kaku menyaksiakan mereka berdua didepan pintu saat ini.

Amber pasti syok jika tau pria itu adalah idolanya. Tapi ini masih pukul 12 PM. Apa yang dia lakukan disini?.

" Bolehkah aku masuk darling?". Amber tidak melepaskan tangan Shawn dan membuatku memutar mata melihatnya.

" Jadi jelaskan padaku Lanna, pria aneh yang kau maksut itu Shawn Mendes? Wait jangan bilang dia yang membawamu pulang ke Apartement kemarin?". Kami berada di dapur sambil mengamati Shawn yang sedang duduk tenang di sofa sambil mengganti chanel tv.

" maafkan aku tapi ya begitulah, aku akan menceritakan padamu semuanya. Tapi berikan minuman ini pada Shawn terlebih dulu". Aku menyerahkan gelas berisi air putih pada Amber.

" You crazy bitch! Bagaimana kau bisa tidak menceritakannya padaku ha? Oh tunggu pegang gelas ini aku akan mengambil ponsel untuk memotretnya".

Aku mendekati Shawn dan memberikan minuman kepadanya. Shawn menarik tanganku duduk disampingnya.
" Hai dengarkan aku, aku tau kau menunggu penjelasanku bukan?".

Aku mengangguk mengiyakan pertanyaannya.
" Namun Amber tau tentang kita, dia juga fans beratmu".

Shawn tersenyum dan memegang tanganku. Amber yang berlari ingin mengambil ponselnya kini sudah berada didepan kami.

" Okey ini gila hahaha tapi jelaskan padaku apa yang terjadi. Aku tidak percaya Shawn berada di apartemenku dan berkencan dengan sahabat dekatku!". Amber kembali berteriak membuatku melepaskan tangan Shawn.

" Amber apa kau ingin berfoto dengan ku?". Shawn tersenyum dan berdiri mengambil ponsel Amber. Amber mengangguk cepat dan tersenyum bahkan sepertinya dia menangis syok tidak percaya Shawn tepat didepannya.

Aku berdiri dibelakang Shawn memegang bajunya dengan jariku layaknya seorang anak kecil yang memegangi ayahnya karena merasa takut.

" Dengarkan aku Amber. Aku mulai menyukai sahabatmu apakah kau keberatan?". Shawn mencondongkan badannya ke arah Amber memisahkan jarak diantara mereka

" Tentu saja tidak. Ini gila aku bahkan tidak mempercayai semua ini". Jawab Amber dengan suara lantangnya.

" Baiklah bisakah kau rahasiakan semua ini? Temanmu pasti akan kesulitan jika yang lainnya tau tentang hubungan kami. Dan bisakah kau membantuku lagi?".

Shawn sangat lembut ketika berbicara dengan Amber seperti dia berbicara denganku. Kulihat Amber menganggukan kepalanya lagi.
" Lanna menolakku sebelum aku mengatakan perasaanku padanya. Bisakah kau membujuknya?". Shawn tersenyum dan menoleh kebelakang melihatku masih memegang bajunya.

" What? Oh kau sudah tidak waras Lanna". Amber seperti tidak terima mendengar semua yang idolanya itu katakan.

"Hi darling bolehkah aku membawanya keluar? Namun Jika kau mengijinkan". Shawn memegang tangan Amber meminta persetujuannya. Diiringi tawa Amber dan anggukan kepalanya.

Aku jadi tukang foto dadakan seketika memfoto Amber bersama Shawn dengan berbagai gaya konyol mereka.

Aku meninggalkan mereka untuk berganti baju. Bahkan dari dalam kamarku saja aku mendengar Shawn dan Amber.

" Oke berikan aku pelukan sebelum kami keluar dan ingat ini rahasia kita darling". Shawn memeluk Amber sekali lagi sebelum Shawn membawaku entah kemana hari ini.

NervousTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang