happy ending

209 23 6
                                        

-👾

—————

"Kenapa susah-susah memikirkan masa depan?" ujar pemuda berambut blonde itu.

Pemuda manis di depannya mendonggakkan kepalanya menghadap ke pemuda itu.

"Memikirkan masa depan itu penting! memangnya kau ingin jadi penggangguran 6 atau 7 tahun ke depan?!"

Pemuda berambut blonde menghisap rokoknya dan menghembuskan di depan pemuda berwajah manis tadi.

"Buat apa? masa depan ku adalah kau. Masa depan mu masa depan ku juga!"

—————

Seharusnya ini menjadi pagi bahagia di hari senin untuk Seungmin. Seharusnya..iya seharusnya..seharusnya..

Sepertinya kata 'bahagia' sudah tidak pantas dari beberapa menit yang lalu.

Setelah dirinya di minta untuk mengajari mata pelajaran fisika untuk anak berandal pemilik sekolah, Seungmin merasa tidak akan hidup tenang lagi.

Memang pemilik sekolah itu akan memberikan gaji yang sangat besar... Tapi kan berada dalam satu ruangan bersama saja, rasanya Seungmin ingin menendang kelamin anak berandal pemilik sekolah itu, lagi. Sumpah demi apapun, anak itu benar-benar kurang ajar!

Plak!

Tubuh Seungmin seketika membeku, merasakan sesuatu yang baru saja memukul bokongnya. Terdengar cekikikan di belakangnya.

"Yak! Kim Seungmin pantat mu itu kenyal juga ya!Hahaha!!"

Emosi Seungmin sudah sampai ubun-ubun, Seungmin membalikan tubuhnya lalu menedang kemaluan Pemuda kurang ajar anak pemilik sekolah itu. Seungmin kembali mengangkat buku tebal sejarah lalu di jatuhkannya di atas kepala si pemuda tersebut.

Pemuda itu jatuh terduduk sambil meringis kesakitan, masih berusaha menghilangkan pusing di kepalanya.

"Jangan berani menyentuhku lagi dengan tangan kotor menjijikan mu itu!"

Sebelum pergi, Seungmin menyempatkan diri untuk menginjak tulang kering pemuda itu dan pergi tanpa rasa bersalah.

Murid-murid yang lain hanya bisa diam, ketika melihat pangeran sekolah di hajar oleh murid paling teladan di sekolah.

—————

Seungmin sampai di kantin dan langsung mendudukan diri di sebelah teman dekatnya, Jeongin. Pemuda manis itu menyembunyikan wajah manisnya di balik lipatan tangan di atas meja sambil terus menerus menghela napas.

Jeongin menyadarinya, teman dekatnya ini butuh pertolongan.

"Heii.. Seungmin, ada apa?"

Seungmin menghela napas lalu berteriak.

"Aku tidak mau tidak mau tidak mau!! Pokoknya tidak mau! HUWAAA!!"

"HAH APA KENAPA?!"

Lalu mereka saling meneriaki satu sama lain.

"Tidak mau tidak mau!!"

Jeongin mengelus dadanya, menarik napas perlahan lalu menarik helaian rambut Seungmin.

"Demi Tuhan Seungmin! tidak usah berteriak bisa?!"

"Ampun ampun! astaga rambut kuuu!!"

Seungmin masih menggosok-gosok kepalanya sambil meringis kesakitan. Si pelaku penarikan rambut Seungmin sedang sibuk dengan ramen pedas di hadapannya.

[1] symphony | straykids Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang