Mianhae, nae dongsaeng

4.5K 298 12
                                        

Wooseok berlari tergesa-gesa memasuki sebuah rumah yang terlihat sederhana. Begitu sampai di depan pintu dia berhenti untuk menetralkan napasnya yang terengah-engah.

Begitu napasnya sudah pulih kembali, Wooseok langsung membuka pintu yang ternyata tidak dikunci. Netranya mencari seseorang yang sangat ingin dia temui. Adiknya.

Ya, Wooseok memang tinggal hanya berdua saja dengan adiknya. Sejak orang tua mereka meninggal akibat kecelakaan, Wooseok yang mengemban tanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga.

Matanya menangkap sosok adiknya sedang berada di dapur. Entah apa yang dilakukannya. Wooseok menghampiri adiknya itu, dia memeluk adiknya dari belakang dengan erat, dan tentu saja membuat sang adik terkejut.

"Astaga, hyung kau mengagetkanku." Adiknya itu membalikkan badan dan mempoutkan bibirnya

Merajuk, eoh 😁😁

"Hehe ... maafkan hyung, Dongpyo-ya. Kau sedang apa di dapur?"

"Ah, aku sedang memasak hyung. Aku kan tau hyung akan pulang ... hehe."

"Dari mana kau tau kalau hyung pulang sekarang hemm?" Wooseok mengelus rambut halus adiknya itu, karena sungguh Wooseok sangat rindu kepada Dongpyo.

Dengan statusnya sekarang sebagai trainee di salah satu agency besar Korea sungguh banyak menyita waktunya.

"Dari Hangyul hyung."

Ya, tidak salah lagi. Dari mana lagi Dongpyo tahu info tentang dirinya jika bukan dari Hangyul. Hangyul itu merupakan sahabat Wooseok dari jaman mereka sekolah dulu.

"Ah hyung, masakannya sudah hampir selesai. Hyung mandilah dulu, lalu kita makan bersama." Suara Dongpyo membuyarkan lamunan Wooseok.

"Ne, hyung mandi dulu, ya."

















>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
















Setelah makan malam, Wooseok membawa Dongpyo ke ruang tamu rumahnya yang tidak begitu besar. Hanya terdapat sofa, meja dan televisi saja.

"Pyo-ya, ada sesuatu yang ingin hyung sampaikan padamu." Wooseok mulai membuka percakapan.

"Apa itu, hyung?" Dongpyo penasaran karena sepertinya hyungnya itu ingin mengatakan sesuatu yang serius terlihat dari raut wajahnya.

Wooseok menyerahkan selembar kertas yang sejak tadi dipegangnya pada Dongpyo. Dongpyo mengambil kertas itu dengan raut bingung.

"Bacalah."

Dongpyo membaca setiap kata yang tertulis di kertas itu dengan perlahan supaya tidak melewatkan satu kata pun. Tiba di bagian paling bawah, poin pentingnya. Mata Dongpyo melebar sempurna membaca kalinay itu, lalu dia mengalihkan pandangannya ke arah sang hyung yang sedang tersenyum lebar ke arahnya.

"Hyung, ini ..." Dongpyo bingung dia tidak tahu harus berkata apa, karena sungguh dia masih tidak percaya.

"Ne, hyung terpilih dongpyo-ya. Hyung terpilih untuk debut bersama X1."

"Hyung, chukae." Dongpyo langsung memeluk Wooseok erat. Sungguh dia sangat bahagia sekarang, karena cita-cita hyungnya selama ini menjadi kenyataan. Hyungnya itu sudah bekerja keras selama ini sebagai trainee dan akhirnya membuahkan hasil yang manis.

X1 x Dongpyo (End) ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang