Rindu

1.7K 171 22
                                        

Ceklek!!







Dongpyo membuka pintu dorm x1 yang sudah lama tidak dia kunjungi, sebenarnya dia baru pulang jalan-jalan dengan sepupunya. Tapi tiba-tiba dongpyo ingin mengunjungi dorm ini, untuk melepas rindu yang selama ini dia rasakan.

Dongpyo berjalan pelan memasuki dorm, pandangannya mengedar mengitari sekeliling dorm itu.

Masih sama.

Tidak ada yang berubah di dorm ini, dari pertama dia meninggalkannya.

Yang berbeda hanyalah sekarang dongpyo merasakan kehampaan, sepi dan dingin saat dia membuka pintu tadi.

Dongpyo tersenyum kecut. Dia memutuskan untuk duduk di sofa ruang tengah.

"Yakk!!  Son dongpyo, kau baru pulang, kemana saja eoh, tidak tahukah kami semua disini khawatir." suara seungwoo mengagetkan dongpyo.

Dongpyo mendekati seungwoo yang sedang berkacak pinggang.

"Seungwoo hyung."

"Hahhh, lain kali jika ingin pergi keluar, bilang pada hyung ya. Hyung khawatir kau kenapa-kenapa."

Seungwoo memeluk dongpyo erat, dia sangat khawatir sekali pada adiknya itu.

Dongpyo memejamkan matanya, dia sangat rindu dengan pelukan seungwoo. Rasanya nyaman dan hangat.

Tapi begitu dongpyo membuka matanya.

Kosong

Ruangan itu kembali sepi dan dingin.

"Hahhhh apa aku sangat merindukanmu hyung, sampai berkhayal seperti tadi."
Dongpyo menundukan kepalanya.

Air mata sudah menggenang di pelupuk matanya. Tapi sebisa mungkin dongpyo tahan. Dia tidak mau menangis lagi. Rasanya sudah cukup tangisannya kemarin-kemarin. Dongpyo tidak ingin bersedih lagi.

Dongpyo memasuki kamarnya dengan yohan. Dia rindu tidur di ranjangnya.

Kamarnya bersih dan rapi.

Karena memang dorm ini selalu di bersihkan oleh petugas yang berjaga disini. Dongpyo bisa masuk kesini pun juga karena sudah mendapat ijin dari petugas keamanan disini.

Dongpyo menidurkan dirinya di ranjangnya. Rasanya nyaman sekali.

Dongpyo lelah, dia mengantuk. Tidak lama kemudian sudah terdengar dengkuran kecil dari bibirnya.







================================================





"Dongpyo bangun."

Dongpyo mengerutkan keningnya, merasa tidurnya terganggu.

"Hei sayang bangun, ayo kita makan malam dulu."

Dongpyo akhirnya membuka matanya. Membiasakan pandangannya yang silau terkena sinar dari lampu kamar.

"Yohan hyung." suara dongpyo serak khas orang bangun tidur.

Yohan tersenyum gemas melihat adiknya itu.
"Kenapa tidurnya pulas sekali sih, piyo kelelahan ya."

Yohan membelai lembut wajah dongpyo.

Dongpyo bangun dari tidurannya.
"Hyung ini jam berapa?"

"Sudah jam 7 malam."

Dongpyo membelalakan matanya. Dia tidur lama juga ya, perasaan tadi baru jam 1 siang.

"Ayo kita makan malam dulu, yang lain sudah menunggumu."







Dongpyo dan yohan berjalan menuju meja makan, disana sudah ramai para member yang sedang menunggu mereka berdua.

"Aish yohan hyung lama sekali, aku sudah lapar tahu." ujar dohyon kesal.

"Hyungmu ini susah sekali dibangunkan dohyon-ah." kata yohan menunjuk dongpyo.

"Ehm maaf sudah membuat kalian menunggu."
Dongpyo menundukkan kepalanya merasa bersalah.

"Sudah tidak apa-apa. Piyo pasti kelelahan, memangnya habis dari mana?" tanya seungwoo.

"Itu piyo habis dari...."
Tunggu sebentar, dongpyo habis dari mana ya, kenapa dia tiba-tiba lupa.

"Hyung bisakah dibahas nanti saja, aku sudah kelaparan." rengek dohyon.

"Ahaha ya sudah, ayo kita makan."







Dongpyo merasa aneh di dirinya. Entah apa yang aneh dia pun bingung. Dongpyo memperhatikan sekelilingnya. Para member terlihat begitu ceria. Apalagi saat terjadi perebutan makanan antara minhee dan hyungjun. Dongpyo pun ikut tersenyum melihatnya.
















KRINGGGGGGGG!!!!!








Dongpyo membuka matanya, dia terkejut mendengar suara nyaring di telinganya.

Ternyata suara itu berasal dari alarm ponselnya.

Jam 17:00

Dongpyo mengernyitkan dahinya. Perasaan tadi sudah malam.

Dongpyo memandang sekelilingnya.

Sepi

Tidak ada siapa-siapa.

Lalu tadi itu apa??

Apa mungkin dia bermimpi.

"Hahhh lagi-lagi seperti ini."
Dongpyo menghembuskan nafas berat.

Dia memutuskan keluar dari kamarnya. Dan pulang ke rumahnya.

"Lama-lama disini aku bisa gila." lirih dongpyo.

Sebelum keluar dorm dia memotret ruang tengah dorm itu dan mengirimkannya ke grup chatnya dengan member x1.

Ya, walaupun sudah tidak tinggal satu atap, tapi mereka masih berkomunikasi secara baik.

Tidak lama setelah dongpyo mengirimkan foto itu, ponselnya dibanjiri notif dari para member.

Mereka kaget ternyata dongpyo ada di dorm, dan berencana menyusul.

Tapi balasan dari dongpyo selanjutnya, membuatnya dibanjiri protesan dari para member.

"Maaf tapi sepertinya, aku sudah harus pulang."

Dongpyo tersenyum senang.

Ya dia tidak sendiri, mereka masih ada disisinya.

Dan kenangan tentang x1 akan selamanya tersimpan dihatinya.














































Annyeong 🤗

Aku datang lagi ehehe,, gimana kabar kalian, semoga baik-baik saja..

Maaf ya kalau cerita ini untuk seterusnya akan slow update, karena jujur aku bingung nentuin jalan cerita'a..

Semoga kalian masih suka sama ceritaku ya..

Maaf kalau chapter ini pendek, ini dibuat khusus untuk kalian yang sedang rindu kesebelasan kita..

Mudah2an secepat'a kita dapat kabar baik ya, setelah kemarin k-one it berjuang untuk x1,, mudah2an perjuangan mereka semua gak sia2..

Ya udah deh, selamat membaca untuk kalian..

Eomma'a dongpyo dan calon masdep'a appa han, pamit undur diri

See you 😘😘❤❤❤❤

X1 x Dongpyo (End) ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang