Rival ???

641 99 40
                                        

*Ini lokal ya gaess*

Sebelumnya author ingin memberitahu di chapter kali ini mungkin agak sensitif, tidak bermaksud menyindir pihak manapun.

Mohon para pembaca bijak dalam menyikapi

Jangan lupa untuk menekan tanda ⭐ dan juga berikan komen kalian karena itu adalah penyemangat untuk author.

Langsung aja ya!!






































Suasana di meja makan keluarga son tampak tenang dan damai, karena sang kepala keluarga mengajarkan kepada anak-anaknya untuk tidak berbicara saat makan.

Selesai makan malam, dongpyo membantu ibunya untuk membereskan meja makan, sedangkan seungwoo menemani sang ayah di ruang tamu.

"Seungwoo, bagaimana untuk besok apakah kamu udah siap?" tanya sang ayah.

Seungwoo yang tadinya sedang sibuk dengan ponselnya, langsung meletakkan ponselnya begitu sang ayah bertanya.

"Siap gak siap yah, ini udah jadi tugas seungwoo."

Ayah terdiam begitu mendengar jawaban sang anak.

Seungwoo tahu apa yang di pikirkan ayahnya.

"Ayah tenang aja, sebisa mungkin seungwoo akan jagain dongpyo."

"Tidak, kamu gak bisa lakuin itu seungwoo."

Seungwoo memandang ayahnya bingung.

"Lakukan tugasmu dengan benar. Ingat kau bekerja demi negara. Dongpyo pun juga begitu. Ayah yakin anak-anak ayah bisa, kalian pasti pulang dalam keadaan selamat dan sehat walafiat."

Seungwoo menundukkan kepalanya. Seungwoo menangis, sebenarnya dia memikirkan ini dari beberapa hari lalu. Seungwoo merasa besok adalah hari terberat baginya.

Ayah memeluk seungwoo dan menenangkannya.
"Jangan pikir kan apapun, fokuslah pada tugasmu besok. Dongpyo sudah besar dia bisa menjaga dirinya sendiri, ayah yakin itu."


Seungwoo tidak tahu kalau dongpyo dan ibu melihat itu semua. Ayah yang sedang memeluk seungwoo, memandang dongpyo sambil tersenyum.

Ibu merangkul anak bungsunya itu.

"Anak ibu sudah besar. Ibu yakin dongpyo pasti akan baik-baik saja besok."

Dongpyo tersenyum dan memeluk sang ibu.

"Ibu tenang aja, dongpyo bisa jaga diri koq."


























.

.

.

.

.























Di kamar dongpyo sedang melakukan video call dengan hyeongjun.

"Dongpyo aku gak sabar buat besok." kata hyeongjun riang.

"Njun, kita itu bukan mau pergi piknik besok." kata dongpyo mengingatkan sahabatnya itu.

"Iya aku tau koq. Cuma ya ini kan tahun pertama kita jadi mahasiswa, dan kita akan ikut serta dalam tugas itu besok. Aku penasaran bagaimana rasanya ya."

Dongpyo tidak menyahuti perkataan hyeongjun, membuat hyeongjun bingung pasalnya wajah dongpyo murung saat ini.

"Dongpyo kamu kenapa?" tanya hyeongjun.

X1 x Dongpyo (End) ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang