adam

91 4 0
                                        


kepayang dalam afeksi kelewat intimidasi yang kau salurkan dalam cela diriku.

menyesap aromamu bagai esok adalah kiamat, menyentak ego untuk menjadikan kita sebagai apa yang Tuhan sebut takdir.

terlampau memuja, kau boleh bilang aku obsesi. sebut aku gila dengan akal arus pendek karena emosi.

tapi kau salah.
mungkin cintaku terlalu rumit untuk kau pahami.

maka jika suatu hari kau bosan padaku;
aku mengiba;
jangan pergi, jangan letih, jangan menyerah.

karena seorang Adam tidak akan pernah menyerah pada Hawa-nya

A DIKSITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang