“Jadi sore ini lo ketemu Minju ?” tanya Yujin.
“Iya, gue bawa Yuri juga biar gak salah paham” jawab Yena fokus dengan game pubg-nya.
Tidak ada pembicaraan setelah itu, Yujin sibuk dengan pikirannya yang sebenarnya dia pun tidak tau apa yang sedang dipikirkannya.
Merasa bingung dengan pikirannya, Yujin memilih keluar dari kelas yang kebetulan tidak ada dosen yang mengajar.
“Gila lo bawa makanan sebanyak itu ?!” kaget Yujin yang melihat Hyewon membawa banyak sekali kantong makanan.
“Abis borong jualan adik tingkat, bantu bidang danus mereka yang lagi cari dana buat kegiatan katanya” jelas Hyewon.
“Tapi gak sebanyak ini juga kali” kata Yujin.
“Masuk kelas aja cepetan! Gue beli banyak buat kita berempat. No bacot, gue emang lagi baik bagi-bagi rezeki” kata Hyewon cepat agar Yujin tidak banyak tanya, karena ia ingin menyantap makanan tanpa gangguan.
Begitu datang, Chaeyeon sudah membawa 4 botol air mineral agar mereka tidak mati karena kesedak makanan.
Chaeyeon paham jika sudah makan besar dan gratis seperti ini, teman-temannya suka lupa untuk mengunyah karena takut kehabisan. Intinya mereka berempat RAKUS.
“Itu Minju lewat!” kata Yena membuat Yujin dengan cepat melihat kearah luar kelas.
“Tapi sama Chaewon” sambung Hyewon yang membuat Yujin kembali fokus dengan makanannya.
“Cinta ku tak harus miliki dirimu ~ meski perih mengiris~ iris segala hati~” nyanyi Chaeyeon yang mendapatan tatapan malas dari Yujin.
Sesuai janji yang dibuat oleh Yena dan Minju untuk bertemu sore hari ini, mereka bertemu disuatu caffe di dekat kampus. Banyak sekali yang dibicarakan oleh Minju dan Yena, apalagi Yena yang memang mudah bergaul bisa cepat sekali membuat Minju tanpa sungkan dengan dirinya. Yuri tidak jadi ikut sore ini, karena tiba-tiba saja ia ditunjuk untuk mengisi acara di kampus sehingga ia ada latihan sore ini.
**
Setelah satu bulan sejak bertemunya Yena dan Minju, telah satu bulan juga Yujin kembali menjadi penggemar rahasia Minju. Obrolan mereka di chat berakhir saat Minju membalas pesannya hanya dengan stiker.
Yujin tidak tau harus membuka topik pembicaraan apa lagi dengan Minju jika balasan yang ia terima hanya sebuah stiker.
“Kalau diam terus, mau lo ngadu dan doa sampai gigi lo rontok juga semua pun gak akan terkabul dan di dengar ole Tuhan” ceplos Chaeyeon dengan santai tanpa memikirkan perasaan Yujin.
“Tuhan juga ingin melihat usaha dari hambanya, bukan hanya doanya”
“Biarin aja” kata Yujin cuek yang melanjutkan mengerjakan tugasnya.
“JIN TOMANG! GAWAT!” teriak Hyewon yang terlihat begitu capek habis berlari.
“Minju pingsan di kelas gue”
Yujin langsung berdiri mendengar nama Minju.
“Kenapa gak dibawa ke UKS bego ?! malah lari ke kelas gue!” Yujin keluar dari kelasnya dengan cepat menuju ke kelas Hyewon.
Minju telah dikelilingi teman-temannya yang berusaha menyadarkannya dengan minyak angin.
Wajah Minju begitu pucat dan ia terlihat begitu lemah. Yujin yang baru saja sampai di kelas Hyewon, langsung menerobos ke kerumunan orang itu.
Tanpa aba-aba dari siapapun, ia menggendong Minju tanpa merasa berat sedikitpun.
“TOLONG SATU ORANG BAWAIN TAS MINJU! SOALNYA MAU GUE BAWA LANGSUNG KE RUMAH SAKIT KAMPUS!” pinta Yujin sebelum meninggalkan kelas.
“Biar gue aja” kata Yuri yang kebetulan ada di kelas yang sama dengan Minju dan Hyewon.
