Minju terduduk diam di pojok kamar nya, ia menangis setelah apa yang ia benci kembali terjadi.
Ia menangis, pikiran nya berkecamuk. sekelebat bayangan sedari tadi hanya diam di dekat jendela kamar minju, kini mendekat pada minju dan ikut duduk di sebelah nya.
Setelah ikut duduk bersama minju di pojok kamar, akhirnya mahluk itu merubah wujud nya menjadi seorang gadis remaja yang mengenakan baju hitam putih. Dan sedikit darah kering menempel di dahi nya. Mata nya sedikit merah sedangkan wajah nya pucat.
Minju bersyukur wujud mahkluk halus yang selalu mengikuti nya akhir akhir ini tidak terlalu menyeramkan seperti di film film yang pernah ia tonton bersama yuri.
"Apa lo mau sesuatu yang menarik? Gue punya cerita." tanya mahluk itu menatap minju dengan mata merah tetapi tatapan nya redup seperti ada sesuatu yang ingin dia ungkapkan.
"Pergi lo! Jangan ganggu gue chaeyeon! Lo udah mati astaga pergi jangan ganggu gue! Please." teriak minju menundukkan kepala nya untuk menghindari kontak mata dengan mahluk menyebalkan bagi minju.
Chaeyeon menggeram kesal. Ia mengangkat wajah minju agar menatap nya. Mereka bertatapan, pandangan minju mulai menggelap dan akhirnya terlihat lah setitik cahaya yang akhirnya menggambarkan seseorang yang ia cintai, ahn yujin.
***
Ahn yujin duduk di bangku pesawat, ia memejam kan matanya yang terlihat sangat lelah. Berusaha untuk mengistirahatkan pikiran nya sejenak.
Yujin tersenyum tipis dengan mata terpejam, hanya ber angan-angan akan menemui sang kekasih saja, sudah membuat mood nya naik.
Tak lama ia membuka mata nya karna terkejut tiba tiba pesawat terasa sedikit terombang ambing. Yujin mengedarkan pandangan keseluruh penumpang lain, mereka juga sepertinya merasakan hal yang sama, ada yang salah dalam pesawat ini.
Terdengarlah peringatan dari pihak pesawat untuk tetap tenang dan diharapkan semua penumpang menggunakan seat belt.
Yujin mulai panik. Ia segera menggunakan seat belt nya dan sesekali merapalkan doa dengan wajah tegang.
hampir semua penumpang sekarang pucat, terlihat mereka khawatir tidak bisa pulang dengan selamat. Termasuk juga yujin yang akhir nya menetes kan air mata, mengingat minju yang menunggu nya.
Saat suasana mulai tenang, tiba tiba pewasat terombang ambing di udara. teriakan keluar memekakan telinga, air mata mengalir melewati pipi. Tangis anak di bawah umur juga turut mendominasi keadaan dalam pesawat saat ini.
Pesawat cukup lama terombang ambing, dan pada akhirnya kehilangan keseimbangan sehingga jatuh ke dasar laut.
Saat saat terakhir pesawat terjatuh, yujin tersenyum dengan air mata yang mengalir melewati pipinya ia bergumam pelan.
"I love you kim minjoo"
***
minju meneteskan air mata nya, lagi lagi bayangan cerita yang di berikan chaeyeon terasa nyata. Yang paling ia takuti adalah kenyataan yang akan terjadi nanti nya.
Ia tidak ingin mempercayai hal hal seperti ini. Tapi ia tau hal ini benar, hal ini nyata, hal ini akan terjadi suatu saat nanti.
"Lo gila!" bentak minju panik, pikiran nya kacau setelah kemarin chaeyeon juga memberi penglihatan kepada nya tentang yuri yang akan terlibat masalah serius, di tambah lagi sekarang dengan kekasih nya.
"Gua cuma mau bantu lo goblok" ujar chaeyeon, matanya semakin memerah menatap minju kesal.
Minju memalingkan pandangannya. Ia takut melihat sesuatu yang tidak ia inginkan lagi.
