Rain(du)

83 57 17
                                        

-Cinta memang tak harus memiliki, namun harus sesakit ini kah?-

--

"Rif, itu foto siapa?" tanya Nia,mamah Rifa yang melihat Rifa tengah memandangi foto di ponselnya

"Dia temen aku mah, ini pas Hari Kartini"

"Cowok yang sebelah kiri kok manis banget si?" ledek Nia

"Apaan si mah. Mamah suka?"

"Ya ngga lah sayang, kamu kali yang suka?"

"Apa sihhh..." mencoba mengelak namun pipinya sangat memerah

"Gak usah bohong, pipi kamu merah tuu..."

Nia beranjak pergi dan menggelengkan kepalanya, ia tahu bahwa anaknya sedang jatuh cinta.

•••

Gubrakkk.... Rifa terjatuh dari atas kasur

"Aduhhh... Sialan banget si gue. Lagi mimpi indah juga"

"Rifaaaaa......" teriak Hana yang juga membawakan tas milik Rifa

"Ngapain lo di bawah? Enak banget apa tidur dibawah?"

"Mbahmu.... Gak usah ngaco de lo. Ya kali gue tidur dibawah"

"Ya uda si jangan marah"

"Udah ayo pulang"

Rifa dan Hana beranjak pergi dari UKS. Sepanjang jalan, entah kenapa Rifa senyum-senyum sendiri.

"Kok gue jadi keinget sama Adnan terus si?"

Lelaki yang ada di foto itu adalah Adnan. Pria yang sampai saat ini ia cintai.

"Kesambet lo?" Hana menyenggol tubuh Rifa pelan

"Gak, gue cuma salah makan" sambil memperlihatkan giginya

"Kiri-kiri mang...."

Mereka berdua memang pulang memakai angkot. Karena motor Rifa masih ada di Doni.

"Gue duluan ya Rif..."

Rifa hanya melambaikan tangan sambil berjalan menuju rumahnya.

Komplek rumah Rifa dan Hana memang bersebrangan. Jadi lumayan sering mereka pulang dan berangkat bareng.

•••

Baru masuk ke dalam rumah, tiba-tiba sudah ada yang mengetuk pintu.

"Assalamualaikum ..."

"Walaikumsalam...."

"Maaf mb ganggu, kami mau nganterin motor"

"Oh ya makasih mas. Total nya berapa ya?"

"Duh... Saya gak tahu mb, kami cuma disuruh nganter"

"Oh,ya udah nanti saya tanya sama Doni aja"

Kedua pria itu hanya mengangguk dan langsung beranjak pergi dari rumah Rifa.

Reason Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang