Senin

125 73 26
                                        

-Silaunya sinar mentari pagi yang mencoba menyelinap masuk melalui celah-celah jendela kamar-

--


Hari senin adalah hari paling menyebalkan bagi sejuta siswa. Begitu pula dengan Rifa.

Tadi malam, Rifa menangis tak henti karena bertengkar dengan ayahnya.

Ayahnya marah karena Rifa bermain hp terus. Padahal Rifa seperti itu karena ia merasa kesepian.

Silau sinar matahari mengenai mata Rifa yang mencoba menyelinap masuk melalui celah-celah jendela kamarnya.

Rifa terbangun dari tidurnya. Matanya terlihat sangat sembab, hingga ia merasa tak bisa membuka mata secara sepenuhnya.

Rifa merasa agak malas ke sekolah, karena pasti teman-temannya akan banyak bertanya ini itu.

Namun, Rifa harus tetap berangkat karena hari ini ada ulangan matematika.

Sekilat petir Rifa mengegas motor dan tak peduli jalanan yang ia lalui rusak, berlubang ataupun apa. Secepat kilat juga, ia sampai disekolah.

●●

Akhirnya upacara dan ulangan matematika telah usai.

Tapi memang, sejak pagi tak ada yang menanyakan keadaan Rifa, termasuk Hana teman sebangkunya.

Karena mungkin Hana dan yang lainnya takut Rifa mengamuk. Rifa memang adalah sosok yang lumayan tempramental. Emosinya sering tak stabil dan suka marah-marah.

"Fa, lo gpp?" tiba-tiba suara itu mengagetkan Rifa yang tengah tiduran

"Gpp kok" Rifa hanya menggelengkan kepala

"Kalo emang sakit ke UKS aja"

"Atau pulang aja kalo perlu?"

"Gue gpp, cuma ngantuk doang" namun matanya menunjukan kekesalan

Rifa melanjutkan tidur yang sebenarnya tanpa rasa ngantuk.

Ia hanya mencoba melupakan apa yang terjadi tadi malam dan ingin menutupi matanya yang seperti panda dari teman-temannya.

Walaupun ia sudah sadar teman satu kelasnya sudah melihat kondisi mata Rifa.

"Dorr..." Hana datang mengagetkan Rifa

"Brisik lo, gue mau tidur"

"Marah-marah terus, gue mau ke perpus lo mau ikut gak?"

"Gak. Gue penginnya minum"

"Aelahh.. Lo mah dikasih hati minta jantung"

Hana beranjak pergi meninggalkan Rifa.

Tiba-tiba ekor mata Rifa melihat seorang yang terlihat menghampirinya.

Sosok itu menaruh air mineral yang belum dibuka diatas meja Rifa.

"Lo mau minum kan?" tanyanya

"Thank you. Gue bayar besok, sekarang gak bawa duit"

"Gak usah. Gue ikhlas"

"Gue juga ikhlas"

"Ya udah terserah lo aja"

Lelaki itu beranjak pergi meninggalkan Rifa.

Rifa melanjutkan tidur, dan tampaknya keberuntungan sedang berpihak kepadanya.

Guru B. Jawa tidak masuk kelas karena ada urusan dan hanya menitipkan tugas tanpa dikumpulkan.

Continued.....

Siapkah kira-kira sosok lelaki yang tampak sangat perhatian kepada Rifa?

Thank you for reading❤
Jangan lupa tinggalkan jejak and enjoy the story😊

Reason Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang