Good Bye

50 26 5
                                        

-Selamat tinggal. Jaga diri baik-baik. Semoga kita ketemu lagi suatu saat-

---

"Rifaaaa......"

Rifa yang masih tertidur berusaha membuka matanya.

"Ahhhh....."

"Bangun sayang ini udah siang"

"Ya mah sebentar"

"Cepet diluar udah ada Gani"

"Ah ngapain si pagi-pagi kesini" raut muka Rifa langsung berubah.

Kini ia bergegas mandi dan secepat kilat ia sampai didepan rumahnya.

Dan terlihat sosok Gani yang tengah asik mengobrol dengan papahnya.

"Pah, aku berangkat dulu ya?" Sambil mencium tangan papahnya

"Ya udah om,pergi dulu ya"

"Hati-hati ya gan"

"Siap om" Rifa menaiki motor gani dan langsung bergegas pergi ke sekolah.

•••

Sesampainya diparkiran, Rifa bertemu dengan Rido dan Al yang tampak tengah beradu mulut.

"Lo denger ya, jangan sakitin Rifa" sambil menunjuk ke arah dada Al.

"Gue gak pernah nyakitin dia. Dia udah kaya ade gue sendiri" timpal Al.

"Terus, gue percaya gitu sama lo? Jangan harap".

"Terserah, toh gak ngaruh sama hidup gue".

Rido terbawa emosi dan hendak memukul Al. Dan Rifa yang berniat melerai mereka berdua malah kena pukul oleh Rido.

"Aww..." Rifa tersungkur.

"Rif, sory.." teriak Rido.

Mereka hendak menghampiri Rifa namun Gani menghadang.

"Lo berdua kalo punya masalah selesein dirumah. Jangan disini. Ini sekolah. Dan tolong kalian jangan jadi orang bego. Yang ngejadiin orang lain korban kemarahan lo berdua" ujar Gani dengan muka yang sudah sangat memerah karena kesal.

Gani membantu Rifa berdiri dan membawa Rifa ke UKS. Disana ada siswa laki-laki kelas 10 yang tengah berjaga.

Namun karena Gani tak mau Rifa disentuh orang lain, akhirnya ia yang mengobati memar rifa.

Rifa hanya tersenyum simpul melihat Gani yang begitu perhatian kepadanya.

"Jangan ngalamunin gue. Gue tau gue ganteng" celetuk Gani.

"PD banget si lo, aw..."

"Eh sory sory.."

"Iya. Uahkan? Kita ke kelas yuk. Bosen gue disini, lagi gue juga gpp kok" sahut Rifa.

"Ya udah ayo. Gue kan gak bisa nolak permintaan bidadari gue".

"Apaan si lo gan" Rifa memukul pundak Gani dan mereka kembali tertawa bersama.

•••

Sampai dikelas, alangkah terkejutnya ketika melihat Doni dan kedua orang tuanya sedang berada didepan kelas.

Rifa beranjak duduk,

"Hust, ada apa?" Tanya Rifa kepada Hana.

"Doni mau pindah cuy"

"Serius?"

"Ya iyalah" mengangguk mengerti.

Doni berpamitan kepada teman sekelasnya. Dan sebelum pergi Rifa menyampaikan sesuatu perwakilan dari kelas.

Karena Rido selaku ketua enggan berbicara apapun.

"Kita udah maafin kok. Kita juga minta maaf kalo ada salah. Baik-baik disana. Jangan lupain kita. Gue harap kita bisa ketemu lagi. Semangat terus. Kejar cita-cita lo. Dan maaf kalo gue selama ini galak sama lo. Good Luck don" sambil menunjukan deretan giginya.

Kini mereka bersalaman dan berfoto bersama. Tak lupa Doni dan Rifa berfoto berdua. Rifa mau karena ia tak enak jika harus bersifat galak dan seenaknya disaat mereka akan berpisah. Terlebih ada orangtua nya Doni.

•••

Kini semuanya berjalan seperti biasa. Gani masih sama seperti dulu. Selalu menggoda Rifa yang ia sukai.

Begitu pula dengan Rido. Ia juga tetap dekat Rifa. Sering jalan bareng dan terlihat lebih akrab.

Namun Rifa merasa bingung dengan perasaannya sendiri.

Ia merasa cemburu dengan Al yang berpacaran dengan Hilda.

Tapi terkadang dia juga kangen apabila Gani tak masuk sekolah. Belakangan Gani sering sakit entah karena pola hidup yang seenaknya dan tidak teratur. Atau karena apapun itu.

Tapi Rifa juga selalu senang apabila bersama Rido. Karena Rido yang pintar memainkan mood nya.

Entahlah, mungkin memang ini sudah takdir. Mau gimana lagi.

Rifa menjalani hari-hari nya dengan ceria. Meski terkadang ada kaka kelas ataupun adik kelas bahkan teman seangkatan yang suka menggoda dia.

Tapi Rifa tak pernah ambil pusing itu semua. Dan sampai saat ini ia masih memilih menjomblo.

•••

Hari ini pengambil raport semester 1. Rifa sudah bekerja keras belajar mati matian demi mempertahankam apa yang telah ia dapatkan.

Hasilnya pun memuaskan. Ia mendapatkan apa yang ia inginkan.

Kini libur akhir semester juga telah tiba. Yang secara bersamaan diumumkan dengan pengambilan raport.

Entah bagaiman ceritanya keluarga Rifa: Mamah, Papah, dan Abangnya punya waktu liburan bersama.

Tapi tak apa. Yang penting mereka bisa berkumpul. Setelah sibuk dengan urusan masing-masing.

"Kita ke Surabaya aja pah"

"Ke Bandung aja bang" ujar Nia yang memanggil anak pertamanya abang.

"Udah deh, mending ga usah berangkat" kata Rifa kesal.

"Jangan gitu dong sayang" kata papahnya

"Ya udah gimana kalo kita nurut kamu aja. Terserah kamu mau kemana" ujar abangnya sambil memeluk Rifa erat.

"Ya udah kita fix ke Jogja aja. Aku kangen suasana disana. Titikkk!!!" Ujar rifa kesal

Akhirnya mereka menuruti permintaan Rifa. Dan lusa mereka akan berangkat ke Jogjakarta.

Ctd...

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 07, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Reason Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang