Didunia ini, apa yang manusia harapkan?
Hidup bahagia selamanya bak kisah negeri dongeng?
Atau hidup apa adanya sesuai porsi?
Dimana memahami segala kehidupan itu seimbang.
Apa yang ditanam, itu pula yang nanti akan dituai.
...
Taehyung POV
Aku berpikir hanya ingin mendapat kebaikan dalam hidup yang kujalani. Entah apa yang akan Tuhan beri padaku sebagai hukuman atas segala dosa yang telah kuperbuat. Jika dipikirkan kembali mana ada yang berharap hidup menderita?
Terlahir di keluarga miskin, memiliki banyak saudara tapi semua punya kehidupan masing-masing.
Memiliki daya tarik pada banyak pria tapi berujung jadi jalang.
Hingga aku bertemu dia, Min Yoongi namanya, dia bukan pria baik, dia mengakui itu, aku tidak masalah, toh apa mungkin ada pria baik yang akan memilih diriku yang berkubang dalam lumpur hitam?
Hingga akhirnya aku hamil.
Lucu sekali takdir Tuhan?
Kita menikah, dan anakku lahir, bayi perempuan cantik.
Bahkan banyak dari kalangan saudaraku hingga temanku yang berharap bisa mengadopsi bayiku.
Yoongi tidak mau, katanya itu anak pertama yang ia tunggu.
Dari situ aku begitu salut pada pribadinya. Dia memang brengsek yang sulit berubah, minuman keras dan juga penjudi.
Tapi setidaknya dia begitu mencintai putrinya.
Hingga ketika Yoonji berumur setahun, aku hamil lagi. Rasanya mendadak pusing, Yoonjiku masih kecil.
Hingga kemudian anak kedua kami lahir, dia bernama Min Yoona. Rasanya repot mengurus dua anak kecil sekaligus, disaat itulah hadir Jung Hoseok, teman baik Yoongi yang sebatang kara dan sakit parah. Akhirnya karena kasihan, akupun ingin membawanya pulang, untuk merawatnya pula.
Aku pikir mungkin itu satu caraku berbuat baik.
Namun setelah beberapa waktu saat wanita itu sudah mulai sembuh, dia akhirnya mengatakan kejujuran gila yang membuat hatiku hancur berkeping-keping.
"Sejujurnya aku mengatakan ini karena kamu adalah orang baik, dan aku tak tega jika harus berbohong lebih lama. Aku adalah istri Min Yoongi sebelum kamu." Katanya dengan nada bersalah.
Hatiku hancur, segala rasa percaya dan tumpuan harapan sekejap berubah jadi benci yang teramat menyakitkan.
Saat Yoongi pulang ke rumah, aku melempar foto pernikahan kami.
"Apa ini?" Tanyanya tidak mengerti.
"Kamu pikir bisa menyembunyikan segala kebusukanmu lebih lama?" Teriakku putus asa.
Yoongi terdiam lalu pergi meninggalkanku untuk menemui Hoseok yang sedang bersama Yoonji.
"Sialan kamu, sudah kubilang jangan beritahu Taehyung bodoh!" Teriaknya murka.
"Aku hanya kasihan padanya." Kata Hoseok dengan tiada rasa bersalah.
"Dasar wanita tidak tahu diri." Yoongi menyeret Hoseok menemuiku yang sedang menangis putus asa.
"Aku ingin bercerai darinya, tapi aku tidak bisa karena dia sakit parah." Yoongi berjongkok di hadapanku ingin memelukku tapi kutepis tangan kotornya.
"Jangan sentuh diriku, kalau begitu ceraikan saja aku, biar dia bisa bersama pria brengsek sepertimu." Teriakku sambil mendorongnya.
Dan kami terus bertengkar sedangkan Hoseok hanya terus menangis.
Tapi yang luput dari pertengkaran kami adalah Min Yoonji menyaksikan semuanya.
Seorang anak berusia 3 tahunan menyaksikan pertengkaran ketiga orang dewasa.
Pada akhirnya aku memilih bertahan demi kedua anakku.
...
Hingga tahun berlalu, meski tidak serumah, Yoongi tetap menjadi suami Hoseok.
Tapi dia juga tidak ingin aku pergi dari sisinya, dia selalu menjadikan kedua anakku sebagai alat untuk aku bertahan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Yoontae ... Love Story
FanfictionCerita Oneshoot Pairing Member Yoongi & Taehyung Dan member BTS. Boy X Boy Rank #1 Yoonv dari #115 wkwk 7/8/19
